Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Oase Iman

Enam Bekal Para Mujahid Dakwah

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 12 Januari 2017 07:48 7:48 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 12 Januari 2017 07:48
Bagikan
Para dai muda lulusan Sekolah Tinggi Agama Islam Luqman al Hakim (STAI) Hidayatullah Surabaya ini berdebar menanti kota tempat penugasan dakwah
Bagikan

“DI DUNIA dunia ini, dari banyaknya jumlah manusia hanya sedikit saja dari mereka yang sadar. Dari sedikit yang sadar hanya sedikit yang berislam. Dari sedikit yang berislam itu hanya sedikit yang berdakwah. Dari mereka yang berdakwah lebih sedikit lagi yang berjuang. Dari mereka yang berjuang sedikit sekali yang bersabar. Dan dari mereka yang bersabar hanya sedikit sekali dari mereka yang sampai akhir perjalanan,” demikianlah ungkapan Hasan Al-Banna.

Sejauh mata memandang langit, seperti itulah jalan dakwah. Panjang, lama, tidak bertepi dan tentunya sangat melelahkan. Jadi, tidak heran jika Hasan Al-Banna memotivasi para kader dakwah dengan statementnya setegas itu.

Dakwah seusia dengan umur kehidupan itu sendiri, yakni sepanjang zaman. Bahkan dalam setiap babaknya, selalu hadir sosok-sosok Nabi dan Rasul yang membawa risalah dakwah ini. Tetapi, tetap saja, hingga penutup Rasul tiba sekalipun, tugas dakwah tetap belum pernah sampai pada garis finish, hingga di masa kita, bahkan ke masa depan, yang kita sudah pasti tidak tahu lagi, bagaimana wajah dunia ini.

Tujuh Tantangan Dakwah di Sumatera Barat

Ada yang sukses dalam menjalani risalah dakwah, namun tidak sedikit yang berguguran di medan juang yang sangat mulia ini.

Dakwah memang bukan untuk para pecundang. Dakwah juga bukan jalan para pemalas dan pemelihara imajinasi. Bahkan dakwah juga bukan untuk para pakar retorika, yang mampu mempesona kala bicara. Dakwah adalah jalan para pejuang,  para sholihin, para muttaqin, dan jalan orang-orang mukmin.

Baca Juga

Masihkah Bisa Tersenyum Saat Al-Aqsha Terjajah?
Khutbah Jum’at: Saat Masjid Al-Aqsha Ternoda, Apa Masih Ada Nyala Iman di Dada?
Khutbah Jum’at: Ramadhan Berlalu, Amal Tetap Kontinu
Khutbah Idul Fitri 1447 H : Deklarasi Kemenangan Hati di Tengah Riuhnya Kesalehan Visual
Khutbah Jumat: Mengisi Rajab dengan Muhasabah, Amal dan Puasa

Kualitas Ruhiyah

Sudah cukup banyak buku mengulas mengapa banyak mujahid dakwah berguguran di tengah jalan. Banyak faktor menjadi penyebab utama juru dakwah gugur di tengah jalan. Mulai tekanan sosial, tekanan keluarga, hingga pada tekanan ekonomi.

Mundurnya seorang mujahid dakwah bisa dilihat dari kualitas ruhiyahnya. Pandangan ini tidak berdasar pada teori apa pun, melainkan murni berdasarkan pada apa yang Allah wahyukan di dalam al-Qur’an.

Kewajiban Berdakwah Atas Setiap Muslim

Kualitas ruhiyah ini hanya bisa dinilai secara murni oleh setiap pribadi mujahid dakwah itu sendiri. Karena kualitas ruhiyah itu sangat berhubungan kuat dengan kemurnian niat, ketulusan cita-cita, dan keaslian tekad.

Enam ‘Zimat’

Bekal tersebut adalah enam ‘zimat’ yang Allah ajarkan kepada Rasulullah, yang secara eksplisit tertuang di dalam 10 ayat pertama Surah Al-Muzzammil.

Pertama, bangun di tengah malam (qiyamul lail). Mujahid dakwah yang tidak memelihara tradisi ini, sudah pasti akan terkapar di medan dakwah. Sebab, dari mana ia akan memperoleh kekuatan Ilahiyah, jika malam hari dihabiskan untuk tidur semata.

Kedua, membaca al-Qur’an secara tartil. Seorang Mujahid dakwah tidak boleh tidak membaca al-Qur’an. Ia sangat wajib, bahkan sesungguhnya sangat butuh untuk membaca al-Qur’an secara tartil dalam setiap denyut nadinya, sehingga senantiasa ada energi Ilahiyah yang memancar dan mengalir ke segenap organ tubuhnya.

Ketiga, dzikir kepada Allah Subhanahu Wata’ala. Dzikir ini sungguh sangat penting agar orientasi mujahid dakwah dalam menjalankan misi mulianya tidak terkotori oleh kepentingan-kepentingan hawa nafsunya.

Keempat, tawakkal. Seorang mujahid dakwah tidak semata-mata menggunakan analisis kausalitas dalam kinerja dakwahnya. Keberhasilan dakwah tidak diukur dari seberapa banyak pengikut yang berhasil direkrut, tetapi lebih pada sejauh mana keikhlasan kita sehingga tetap konsisten bersama dakwah.

Kelima, sabar. Seperti telah disinggung di awal pembahasan, jalan dakwah adalah jalan yang penuh lika-liku. Sudah pasti, seorang mujahid dakwah harus memiliki stok kesabaran yang tak boleh habis oleh situasi dan kondisi apa pun.

Keenam, hijrah.  Yakni  menjaga kemurnian niat, metode, dan strategi dalam menjalankan misi dakwah. Tidak boleh atas nama ingin cepat berhasil, lalu menggunakan segala cara dalam dakwah.

Mudah-mudahan dengan enam ‘zimat’ tersebut, para mujahid dakwah tak pernah lari dari medan dakwah. Karena di medan inilah kebahagiaan sejati menanti setiap hamba Ilahi.*/Wahyu Rahman

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Adi Marwan Azwar Karimazimatdaidakwahmujahidpejuang agamapejuang Islam
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Wakil Menteri Pertahanan ‘Israel’ Ingin Serdadu Zionis ‘Bebas’ Bunuhi Warga Palestina
Tulisan selanjutnya Saksi Pelapor: Penahanan Ahok Demi Persatuan dan Kesatuan Bangsa

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Berita
3 Juni 2026 09:20
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026

Terbaru

  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Mungkin Anda Juga Suka

Oase Iman

Khotbah Jumat: Islam Menentang Aksi Premanisme

8 Mei 2025 13:08
Oase Iman

Khutbah Jumat: Hormat kepada Ulama, Santun kepada Sesama

24 April 2025 18:21
Oase Iman

Khutbah Jumat: Waspadai Faktor Penggagal Fatwa Jihad PalestinaL: Diri Kita Sendiri!

11 April 2025 07:28
Oase Iman

Khutbah: Idul Fitri dan Momentum Merajut Persaudaraan Sesama Umat Islam

30 Maret 2025 22:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?