Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Oase Iman

Iman, Ujian, dan Lingkungan yang Sehat

Insan Kamil
Terakhir diupdate: 25 Januari 2021 09:41 9:41 am
Insan Kamil
Dipublikasikan 25 Januari 2021 09:39
Bagikan
Alfiyati (tengah), perempuan Aceh yang kehilangan salah satu anaknya akibat tsunami Samudera Hindia, menangis usai berdoa pada upacara peringatan korban tsunami di Landung, Banda Aceh, 25 Desember 2005 (Reuters)
Bagikan

Kadar iman seseorang bisa bertambah, bisa juga berkurang. Ia masih mudah goyah, gampang turun. Agar iman kokoh maka harus diuji

Hidayatullah.com | DALAM beberapa ayat al-Qur’an, Allah Ta’ala mengisyaratkan bahwa kadar iman seseorang bisa bertambah, bisa juga berkurang. Rasulullah ﷺ juga mengisyaratkan hal serupa dalam beberapa hadits.

Allah Ta’ala berfirman;

وَإِذَا مَآ أُنزِلَتْ سُورَةٌ فَمِنْهُم مَّن يَقُولُ أَيُّكُمْ زَادَتْهُ هَٰذِهِۦٓ إِيمَٰنًا ۚ فَأَمَّا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ فَزَادَتْهُمْ إِيمَٰنًا وَهُمْ يَسْتَبْشِرُونَ

“Dan apabila diturunkan suatu surat maka di antara mereka (orang-orang munafik) ada yang berkata, ‘Siapakah di antara kalian yang bertambah imannya dengan (turunnya) surat ini?’. Adapun orang-orang yang beriman maka surat (dalam al-Qur’an) ini menambah imannya dan mereka merasa gembira.” (QS: at-Taubah [9] ayat 124).

Baca Juga

Masihkah Bisa Tersenyum Saat Al-Aqsha Terjajah?
Khutbah Jum’at: Saat Masjid Al-Aqsha Ternoda, Apa Masih Ada Nyala Iman di Dada?
Khutbah Jum’at: Ramadhan Berlalu, Amal Tetap Kontinu
Khutbah Idul Fitri 1447 H : Deklarasi Kemenangan Hati di Tengah Riuhnya Kesalehan Visual
Khutbah Jumat: Mengisi Rajab dengan Muhasabah, Amal dan Puasa

Demikian pula dalam surat Ali Imron [3] ayat 173;

فَزَادَهُمْ إِيمَٰنًا وَقَالُوا۟ حَسْبُنَا ٱللَّهُ وَنِعْمَ ٱلْوَكِيلُ

“….maka perkataan itu menambah keimanan mereka dan mereka menjawab: “Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung.” (QS: Ali Imron [3] ayat 173).

Rasulullah ﷺ , dalam hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, berkata, “Iman itu lebih dari tujuh puluh atau lebih dari enam puluh cabang. Yang paling utama adalah perkataan Laa ilaaha illa Allah, dan yang paling rendah adalah membersihkan gangguan dari jalanan, dan rasa malu adalah salah satu cabang dari iman.” Hadits ini jelas menunjukkan bahwa iman memiliki tingkatan, bukan berada dalam satu derajat keutamaan saja.

Umar bin Khaththab pernah juga berkata kepada para sahabatnya, “Marilah kita menambah iman kita.” (Riwayat Ibnu Abi Syaibah dalam al-Mushannaf). Sedangkan sahabat Rasulullah ﷺ  yang lain, Abu ad-Darda’, mengatakan, “Iman itu bertambah dan berkurang.” (Riwayat Abdullah bin Ahmad dalam as-Sunnah).

Iman yang berkurang berarti belum kokoh. Ia masih mudah goyah, gampang turun. Agar iman kokoh maka harus diuji. Ibarat tubuh, semakin ditempa dengan olah fisik, ia akan semakin kuat. Sebailknya, tubuh yang jarang olah fisik, akan lemah, mudah capek, dan rapuh.

Olah iman yang paling tepat adalah ujian. Semakin sering diterpa ujian maka iman kian kuat jika kita lulus dari ujian tersebut. Allah Ta’ala telah memberi isyarat soal ini dalam surat al-Ankabut [29] ayat 2, “Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan hanya dengan mengatakan, ‘Kami telah beriman,’ padahal mereka tidak diuji?”

Orang-orang yang paling kuat imannya adalah para Nabi dan Rasul. Mereka adalah orang-orang yang paling berat ujian hidupnya. Ini dinyatakan oleh Rasulullah ﷺ  dalam hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari, saat ditanya para sahabatnya, “Siapakah orang yang paling berat cobaannya?”

Rasulullah ﷺ  menjawab, “Para nabi, kemudian orang-orang shaleh, kemudian orang-orang sesudah mereka secara berurutan berdasarkan tingkat kesalehannya. Seseorang akan diberikan ujian sesuai dengan kadar agamanya. Bila ia kuat, ditambah cobaan baginya. Kalau ia lemah dalam agamanya, akan diringankan cobaan baginya. Seorang mukmin (orang yang beriman) akan tetap diberi cobaan sampai ia berjalan di muka bumi ini tanpa dosa sedikit pun.”

Jadi, jangan buru-buru berburuk sangka kepada Allah Ta’ala mana kala hidup kita banyak diterpa ujian. Boleh jadi ujian hidup tersebut adalah bentuk kasih sayang Allah Ta’ala kepada kita hingga kita “berjalan di muka bumi tanpa dosa sedikit pun” sebagaimana diterangkan dalam hadits di atas.

Namun, perlu juga disadari bahwa fisik yang kuat tak sekadar diperoleh dari olah raga. Ia harus ditopang oleh asupan makanan yang baik dan lingkungan yang sehat.  Iman pun begitu. Ia juga juga perlu “asupan gizi” berupa ilmu dan  lingkungan sehat yang dipenuhi oleh orang-orang yang bersedia saling menasehati dalam ketaatan dan kesabaran. Lingkungan tersebut akan menjaga kita dari perbuatan maksiat sekaligus melatih kita untuk istiqomah dalam ketaatan. Wallahu a’lam. *

Redaktur: Insan Kamil
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:mukminmusibahMuslimsabarujian
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Mengungkap Sisi Politik Buya HAMKA
Tulisan selanjutnya Jihadnya Sang Muazin Tunanetra

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak

Berita
1 Juni 2026 13:00
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Oase Iman

Khotbah Jumat: Islam Menentang Aksi Premanisme

8 Mei 2025 13:08
Oase Iman

Khutbah Jumat: Hormat kepada Ulama, Santun kepada Sesama

24 April 2025 18:21
Oase Iman

Khutbah Jumat: Waspadai Faktor Penggagal Fatwa Jihad PalestinaL: Diri Kita Sendiri!

11 April 2025 07:28
Oase Iman

Khutbah: Idul Fitri dan Momentum Merajut Persaudaraan Sesama Umat Islam

30 Maret 2025 22:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?