Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Sejarah

Dinasti Safawi dan Konversi Syiah di Iran (2)

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 19 Juli 2013 10:42 10:42 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 19 Juli 2013 10:42
Bagikan
Deklarasi Syiah sebagai agama negara Iran oleh Shah Ismail Safawi dinasti-
Bagikan

Dari Tassawuf ke gerakan politik dan militer

Masa pemerintahan Dinasti Safawi bermula dengan ditaklukkannya kota Tabriz oleh Shah Ismail (w. 1524) dan berakhir dengan jatuhnya kota Isfahan ke tangan Afghanistan pada tahun 1722 (Newman, 2009: 2). Namun, eksistensi dan sejarah ‘Dinasti Safawi’ sendiri perlu dirujuk jauh ke belakang untuk memahami latar belakang kemunculannya di pentas politik Iran. Ia berawal dari tarekat sufi yang didirikan oleh Syeikh Safiyuddin Ishaq (1252-1334) sekitar tahun 1300, dua abad sebelum keturunannya mendirikan dinasti politik. Nama tarekat itu sendiri, yaitu tarekat Safawiyah, diambil dari namanya. Syeikh Safiyuddin yang merupakan keturunan Kurdi berasal dari kota Ardabil yang terletak di Barat Laut Iran dan berbatasan dengan Azerbaijan. Kota ini juga menjadi pusat dari tarekat Safawiyah selama dua abad berikutnya.

Selain peranannya sebagai seorang murshid dan guru sufi yang dijunjung tinggi oleh para pengikutnya, Syeikh Safiyuddin juga terlibat dalam aktivitas perdagangan dan politik. Tarekatnya berkembang cukup luas dan para pengikutnya tersebar hingga ke Mesir, Kaukasus, dan Teluk Persia (Jackson et.al., 1986: 190-192). Selepas Syeikh Safiyuddin, kepemimpinan tarekat Safawiyah diteruskan oleh anak cucunya, secara berturut-turut: Sadruddin Musa (w. 1391), Khwaja Ali (w. 1429), Ibrahim, Junayd (w. 1460), Haydar (w. 1488), dan Ismail (w. 1524) yang mendirikan kerajaan Safawi.

Tidak diketahui secara pasti siapa di antara pemimpin tarekat Safawiyah ini yang pertama kali menganut Syiah. Tetapi para peneliti berpendapat bahwa Syeikh Safiyuddin sendiri merupakan seorang Sunni bermadzhab Syafii dan tarekat Safawiyah pada awalnya merupakan sebuah tarekat Sunni. Perubahan signifikan mulai terjadi pada masa kepemimpinan Junayd dan Haydar yang memiliki ambisi politik dan mulai mengubah tarekat yang mereka pimpin menjadi gerakan militer dan politik dengan tendensi Syiah yang cukup menonjol.

Obsesi politik Junayd dan keturunannya menemukan dukungan pada orang-orang Turki Anatolia dan Suriah yang bergabung dengan tarekat Safawiyah. Mereka memiliki keberanian dan loyalitas yang tinggi, yang kelak menjadi tulang punggung militer Safawi. Pemahaman keagamaan mereka bercampur aduk dengan keyakinan-keyakinan menyimpang, termasuk pemahaman Syiah ekstrim yang memuja pemimpin mereka seperti tuhan. Dikatakan bahwa pada masa Junayd, para pengikutnya menyebutnya sebagai ‘tuhan’ dan putranya sebagai ‘anak tuhan’ (Matthee, 2008; Bosworth et.al., 1995: 767). Bagaimanapun, fanatisme yang berlebihan itu ikut berperan dalam membantu para pemimpin Safawi meraih keberhasilan militer dan politik serta menaklukkan bekas-bekas wilayah Dinasti Ilkhan dan Timur Lang yang ketika itu terpecah-pecah dalam beberapa kerajaan terpisah.

Baca Juga

Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
KH. Abdul Mu’thi: Tetap Berkarya di Balik Penjara
KH. Abdullah Said dalam Liputan Majalah Panji Masyarakat
Menolak Digaji Negara: Kisah Para Hakim Teladan dalam Sejarah Peradaban Islam
Syair Ahmad Baktsir dan Detak Jantung Diplomasi Kemerdekaan RI di Kairo

Junayd memulai gerakan itu dengan menghimpun dan melatih para pengikut Turki-nya sebagai tentara. Haydar mengembangkannya lebih jauh dan memberi identitas khas pada para pendukung gerakan ini dengan mengenakan peci merah yang disebut sebagai taj-i haydari (peci Haydar). Peci merah ini diberi tanda berupa dua belas garis yang menandai dua belas Imam Syiah. Orang-orang yang mengenakan peci ini belakangan mendapat julukan qizilbashlar yang bermakna ‘kepala merah’ dan kesatuan militer tempat mereka bernaung menjadi sebuah lembaga dengan nama qizilbash.

Junayd dan Haydar tidak berhasil dalam upaya mereka meraih kekuasaan politik. Keduanya gugur dalam pertempuran. Obsesi politik itu akhirnya berhasil diwujudkan oleh salah seorang putera Haydar yang bernama Ismail. Usia Ismail masih belasan tahun saat ia mengambil alih kepemimpinan tarekat Safawiyah yang kini sudah berubah militan itu.

Belia dan penuh ambisi, dibantu oleh para anggota qizilbash yang radikal, memuja pemimpinnya sebagai inkarnasi tuhan, dan bersedia mati untuknya, Ismail berhasil mencapai apa yang dicita-citakan oleh kakek dan ayahnya. Ia mengalahkan kerajaan-kerajaan yang ada di Iran dan sekitarnya serta mendirikan sebuah kerajaan baru di bawah Dinasti Safawi.

Pada tahun 1499, Ismail dan beberapa pengikutnya keluar dari Lahijan, tempat ia menjalani pengasuhan masa kecilnya, menuju Ardabil dan kemudian Anatolia. Di kota Irzinjan (Anatolia, Turki), ia berhimpun dengan lebih banyak pengikutnya yang tidak aktif sejak kematian ayahnya sekitar satu dekade sebelumnya.

Pada tahun berikutnya, Ismail dan pasukannya berhadapan dengan pasukan Shirvansah, kesultanan Sunni yang berpusat di Shirvan, Azerbaijan, yang dahulu telah mengalahkan ayah dan kakeknya. Kali ini kemenangan ada di pihak Ismail. Pada tahun 1501, Ismail dan pasukannya berhasil mengalahkan pasukan kesultanan Aq Qayunlu dan merebut kota Tabriz yang terletak di Barat Laut Iran dan berdekatan dengan Azerbaijan. Kota Tabriz dahulunya merupakan ibukota kesultanan Ilkhan, belakangan kesultanan Aq Qayunlu dan juga Qara Qayunlu (Newman, 2009: 11).* 

Penulis adalah kolumnis hidayatullah.com, kini sedang mengambil program doktoral bidang sejarah di Universiti Islam Antarabangsa, Malaysia

Baca juga artikel sebelumnya>> Dinasti Safawi dan Konversi Syiah di Iran (1)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Dinasti Safawiiransyiah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Syeikha Fatimah Sumbang $10 Juta Pengungsi Anak Suriah
Tulisan selanjutnya DKM Ulul Abshor Gelar Kajian Ramadhan “Ala Rasulullah”

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon

Berita
17 Oktober 2026 09:35
Arab Saudi Tembak Jatuh 4 Drone di Riyadh dan Dua Wilayah Lain
Halal Ditunda, Kepastian Dipertaruhkan?
Arab Saudi Batalkan Hukuman Mati Pria Sri Lanka Penghina Nabi Muhammad
Zionis Sebut Belanda Sarang Anti-Semit usai Suporter ‘Israel’ Dilarang Tandang

Terbaru

  • Halal Ditunda, Kepastian Dipertaruhkan?
  • Mesir Tegaskan Siap Bela Arab Saudi di Tengah Meningkatnya Serangan Houthi
  • Arab Saudi Tembak Jatuh 4 Drone di Riyadh dan Dua Wilayah Lain
  • Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta

Mungkin Anda Juga Suka

Sejarah

Buya Natsir dan 1.000 Sarung untuk Tapol PKI

22 Juli 2026 20:00
Sejarah

Jejak Langkah Wanita Pejuang: Nyonya Hafni Zahra Abu Hanifah

15 Juni 2026 07:41
Sejarah

H.O.S. Tjokroaminoto dan Pembelaan terhadap Palestina

23 Mei 2026 15:57
Sejarah

Kongres Al-Islam di Indonesia Era Kolonial dan Kepedulian terhadap Palestina

17 Mei 2026 13:42
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?