Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Sejarah

Shalahuddin: Sang Pembebas al-Quds (2)

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 17 April 2014 01:40 1:40 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 17 April 2014 08:00
Bagikan
Shalahuddin al Ayyubi (kanan) yang diperankan Ghassan Massoud dalam film "Kingdom of Heaven"
Bagikan

Oleh: Alwi Alatas

PADA tahun 1187, Shalahuddin mengerahkan pasukannya dalam jumlah besar dan menghadapi pasukan Frank dalam Pertempuran Hattin. Kaum Muslimin memenangkan pertempuran itu dengan gemilang. Banyak tentara salib yang mati terbunuh, dan banyak pula yang menjadi tawanan dan budak sehingga harga budak di pasaran jatuh dan ada Muslim yang menukar budak Frank yang dimilikinya dengan sepasang sepatu. Raja Yerusalem, Guy of Lusignan, dan banyak pembesar Frank lainnya menjadi tawanan Muslim. Dalam waktu beberapa bulan saja, kota al-Quds dan hampir seluruh wilayah Frank di Suriah-Palestina lainnya jatuh ke tangan Shalahuddin.

Shalahuddin bukan hanya sukses sebagai seorang penakluk dan pemimpin militer, tetapi ia juga mampu menampilkan sifat kasih sayang terhadap musuh-musuhnya, sifat yang ia teladani dari penghulu para Nabi yang rahmatan lil alamin. Ia tidak membalas pembantaian yang pernah dilakukan oleh tentara salib di al-Quds 88 tahun sebelumnya dan mengijinkan mereka meninggalkan kota itu dengan membayar tebusan. Hal ini membuat seorang penulis Barat, Stanley Lane-Poole mengatakan, “Sekiranya pengambilalihan Yerusalem merupakan satu-satunya fakta yang diketahui tentang Shalahuddin, maka itu sudah cukup untuk membuktikan dirinya sebagai penakluk yang paling ksatria dan paling bermurah hati pada zamannya, dan barangkali pada zaman selainnya.”

Pada lima tahun berikutnya, Shalahuddin harus menghadapi gelombang Perang Salib III (1189-1192), yang terbesar dari keseluruhan perang salib dan melibatkan tiga raja terpenting di Eropa Barat, terutama Richard the Lionheart. Itu menjadi masa-masa yang paling berat dalam hidup dan perjuangan Shalahuddin. Sultan yang berhati lembut dan mudah meneteskan air mata itu memimpin langsung peperangan menghadapi tentara salib. Ia menggilir dan mengirim sebagian tentaranya pulang pada musim dingin agar mereka beristirahat dan memerintahkan mereka kembali beberapa bulan kemudian, sementara ia sendiri dan pasukan intinya tidak pernah meninggalkan medan jihad selama empat tahun berturut-turut.

Pasukan Muslim dibawah pimpinan Shalahuddin al-Ayyubi dalam film Kingdom of Heaven

Walaupun tentara salib berhasil menguasai kembali beberapa wilayah pantai, tetapi mereka tak pernah berhasil mencapai al-Quds. Richard dan tentara salib yang bersamanya pada akhirnya menyetujui kesepakatan damai dan tentara salib pun pulang kembali ke Eropa tanpa meraih cita-cita mereka untuk merebut al-Quds. Sebagian besar wilayah Suriah-Palestina juga tetap menjadi wilayah Muslim.

Baca Juga

Syair Ahmad Baktsir dan Detak Jantung Diplomasi Kemerdekaan RI di Kairo
Buya Natsir dan 1.000 Sarung untuk Tapol PKI
Jejak Langkah Wanita Pejuang: Nyonya Hafni Zahra Abu Hanifah
H.O.S. Tjokroaminoto dan Pembelaan terhadap Palestina
Kongres Al-Islam di Indonesia Era Kolonial dan Kepedulian terhadap Palestina

Seolah ditakdirkan menghabiskan sebagian besar umurnya di medan jihad, Shalahuddin wafat pada tahun 1193, hanya sekitar enam bulan setelah berakhirnya Perang Salib III. Kematiannya merupakan sebuah kehilangan yang besar bagi dunia Islam.

Seorang ulama menulis tentang wafatnya sang Sultan, “Saya belum pernah melihat penguasa lain yang kematiannya ditangisi orang-orang seperti itu, karena ia dicintai oleh orang-orang yang baik dan yang jahat, oleh kaum Muslimin sebagaimana juga oleh orang-orang kafir.” Semoga Allah merahmati beliau dan semoga kita yang hidup pada hari ini bisa mengambil pelajaran darinya.*/Kuala Lumpur, 12 Rabiul Awwal 1435 (14 Januari 2014)

Penulis adalah ahli sejarah, penulis buku “Nuruddin Zanki dan Perang Salib” dan “Shalahuddin Al Ayyubi dan Perang Salib III”. Tulisan ini sudah pernah dipublikasikan dalam Bulletin Busyra milik Rabithah Alawiyah

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:al-Qudspembebasan al-QudsPerang SalibShalahuddin al-Ayyubi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Din Syamsuddin: Ekspektasi Masyarakat pada MUI Sangat Tinggi
Tulisan selanjutnya MUI Balikpapan akan Bedah Buku ‘Mengenal dan Mewaspadai Penyimpangan Syiah’

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global

Berita
31 Agustus 2026 20:11
Presiden Iran: Jangan Biarkan Wilayah Negara Muslim Dipakai Menyerang Sesama
Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK
Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap

Terbaru

  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air
  • Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
  • 70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran
  • Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
  • Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang

Mungkin Anda Juga Suka

Sejarah

Membungkam Suara Kritis: Kriminalisasi Ulama Masyumi di Orde Lama

8 Mei 2026 08:59
Sejarah

KH. Ahmad Dahlan dan Peran sebagai Jembatan Ukhuwah Islamiyah

6 Mei 2026 08:34
Sejarah

R.A Kartini: Latarbelakang Kehidupan dan Alam Pikirannya

25 April 2026 08:37
Sejarah

Salam al-Turjuman dan Ekspedisi Pencarian Tembok Ya’juj dan Ma’juj

14 April 2026 07:01
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?