Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Sejarah

‘Aisyah, Wanita Yang Diberkahi dan Al-Ifkul Akbar [3]

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 20 Oktober 2015 17:26 5:26 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 20 Oktober 2015 18:30
Bagikan
ilustrasi
Bagikan

Sambungan artikel KEDUA

Oleh: Abdullah al-Mustofa

Al-Ifkul Akbar

Kaum Muslimin dan Mukminin mencintai, mengistimewakan, mendoakan (dengan ucapan radhiyallahu ‘anha yang berarti semoga Allah meridhoinya), menghormati dan memuliakan ibunda mereka, ‘Aisyah – radhiyallahu ‘anha -. Mereka memperlakukan beliau dengan sangat baik salah satu sebabnya adalah karena mereka yakin akan dan telah merasakan keberkahan beliau.

Berbeda dengan mereka ada sebuah kaum yang bukan sekadar menuduh dan memfitnah ‘Aisyah – radhiyallahu ‘anha – , tapi juga mencela, melaknat dan mencacimakinya.

Baca Juga

Jejak Langkah Wanita Pejuang: Nyonya Hafni Zahra Abu Hanifah
H.O.S. Tjokroaminoto dan Pembelaan terhadap Palestina
Kongres Al-Islam di Indonesia Era Kolonial dan Kepedulian terhadap Palestina
Membungkam Suara Kritis: Kriminalisasi Ulama Masyumi di Orde Lama
KH. Ahmad Dahlan dan Peran sebagai Jembatan Ukhuwah Islamiyah

Berikut sebagian bukti tindakan dan ucapan negatif yang ditujukan kepada beliau – radhiyallahu ‘anha – berdasarkan kitab-kitab mereka:

Aisyah – radhiyallahu ‘anha – adalah seorang perempuan yang (maaf) lemah iman dan lemah akal (Kitab ‘Bihar al Anwar’ karangan Muhammad bin Bagir Al Majlisi).

‘Aisyah dan Hafshah – radhiyallahu ‘anhuma – adalah (maaf) perempuan kafir seperti istri Nabi Nuh as dan istri Nabi Luth as (Kitab ‘Hadits al Ifk’ karangan Pendeta Syi’ah yang menulis banyak kitab pelecehan Rasulullah – Shallallahu ‘alayhi wa sallam – bernama Abu Ja’far Al Kulaini).

Tidak sempurna iman seseorang sebelum ia membenci para sahabat nabi, terutama Abu Bakar, Umar, Utsman, Mu’awiyah, ‘Aisyah, Hafsah, Hindun, dan Ummul Hakam – radhiyallahu ‘anhum -, serta orang-orang yang mengikuti mereka. (Kitab ‘Haqqul Yaqin’ karangan seorang tokoh Syiah Muhammad Bagir Al Majlisi)

Kalimat-kalimat laknat atas Abu Bakar dan Umar, ‘Aisyah dan Hafshah – radhiyallahu ‘anhum – (Kitab ‘Miftahul Jinan’, buku panduan wirid umat Syi’ah).

Rasulullah meninggal dunia karena (maaf) telah diracun oleh ‘Aisyah dan Hafshah – radhiyallahu ‘anhuma – (Tafsir al ‘Ayasyi karangan tokoh Syiah bernama Muhammad Al ‘Ayasyi)

‘Aisyah – radhiyallahu ‘anha – setelah menjadi janda (maaf) berselingkuh dengan seorang sahabat bernama Thalhah – radhiyallahu ‘anhu – dalam perjalanan ke Basrah menjelang terjadinya Perang Jamal (Tafsir al Quumi karangan Ali bin Ibrahim al Quumi).

Para wanita dari kalangan ahlul bait (keluarga Rasulullah – ShalAllaahu ‘alayhi wa sallam -) setara derajatnya dengan wanita Majusi dan (maaf) wanita pelacur (‘Tahdzibul Ahkam’ karangan seorang tokoh Syi’ah bernama Ja’far Ash Shadiq)

Pandangan negatif yang dimiliki dan ucapan negatif yang dilontarkan kaum tersebut merupakan peristiwa dan berita “Al-Ifkul Akbar”, lebih besar daripada peristiwa dan berita Al-Ifk yang terjadi pada masa hidup Rasulullah – Shallallahu ‘alayhi wa sallam -. Lebih besar karena tuduhan dan fitnahnya lebih banyak ragamnya dan ditujukan kepada banyak shohabah Rasulullah, disebarluaskan secara masif melalui berbagai media seperti kitab, buku, bahkan di zaman modern ini dengan video dan internet. Selain itu juga dilakukan secara masif dan oleh para pengikutnya secara turun temurun di seluruh dunia yang jumlahnya tidak sedikit.

Sikap Yang Harus Kaum Mukminin Ambil Kepada ‘Aisyah – radhiyallahu ‘anha –
Allah – Subhanallahu wa ta’ala – telah meridhoi, memuliakan, mengistimewakan, memberkahi dan membela ‘Aisyah – radhiyallahu ‘anha -, membersihkan dirinya dari tuduhan keji sehingga berakhirlah peristiwa Al-Ifk dan terjaga kehormatan Rasul-Nya, namun kaum tersebut tega dengan sengaja menciptakan Al-Ifk jilid baru, bahkan jauh lebih besar.

Sungguh celaka mereka yang tergolong Ahlu atau Ashhabu (orang-orang yang terlibat di dalam) Al-Ifkul Akbar ini, jika mereka tidak mendapatkan hukuman di dunia karena ulah mereka, maka sesungguhnya mereka pasti akan merasakan hukuman yang sangat pedih di akhirat kelak.

Lain halnya dengan mereka yang beriman. Mereka selama-selamanya tidak akan menuduh, mencela, memfitnah, mencacimaki dan melaknat ibunda mereka, ‘Aisyah – radhiyallahu ‘anha -, karena mereka meyakini kebenaran dan mengamalkan Al-Qur’an, khususnya dalam hal ini ayat ke 17 dari surah An-Nuur.

يَعِظُكُمَ اللَّهُ أَنْ تَعُودُوا لِمِثْلِهِ أَبَدًا إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ

“Allah memperingatkan kamu agar (jangan) kembali memperbuat yang seperti itu selama-lamanya, jika kamu orang-orang yang beriman.”

Demikian pula mereka tidak akan melakukan hal yang serupa kepada para shohabah dan istri Rasulullah – Shallallahu ‘alayhi wa sallam – lainnya, serta kepada orang-orang beriman lainnya.

Mereka paham bahwa mendzolimi dan menyakiti saudaranya seiman sejatinya sama saja dengan mendzolimi dan menyakiti diri sendiri. Mereka yakin kebenaran dan mengamalkan sabda Nabi – Shallallahu ‘alayhi wa sallam – bahwa kaum Muslimin dan Mukminin dalam saling mencintai, menyayangi dan mengasihi ibarat satu badan, jika salah satu anggota badan merasakan sakit maka seluruh anggota badan pasti akan ikut merasakan sakit, sulit tidur dan demam. (HR. Bukhori, Muslim dan Ahmad)

Maka, kita yang mengaku sebagai orang beriman janganlah ikut-ikutan membenarkan sebuah aliran yang mempunyai ajaran dimana para pengikutnya diajari dan diajak untuk berbuat dan berkata keji kepada para shohabah dan istri Rasulullah yang mulia serta diridhoi, dimuliakan dan dicintai Allah. Serta janganlah ikut-ikutan mendukung “dakwah” dan “syi’ar” aliran tersebut, terutama di bulan Muharrom ini kaum yang bersangkutan ini merayakan satu hari besar mereka.

Bagi mereka yang telah terlanjur selama ini ikut-ikutan membenarkan dan mendukung – baik dengan sadar dan sengaja maupun tidak – , terutama bagi sebagian tokoh Muslim karena mereka adalah panutan umat, segeralah beristighfar dan bertaubatlah mumpung masih diberi kesempatan hidup oleh Allah Subhanallahu wa ta’ala!

Semoga dengan tidak ikut-ikutan mendukung dan membenarkannya kita tidak ikut menanggung dosa, apatah lagi akan merasakan pedih dan besarnya adzab di akhirat seperti yang akan dirasakan Abdulah bin Ubay bin Salul (lihat QS. 24:11 beserta tafsirnya), tokoh munafiq yang paling besar kontribusinya dalam peristiwa Al-Ifk, si tukang membuat dan menyebarkan tuduhan dan fitnah yang sangat keji kepada ‘Aisyah – radhiyallahu ‘anha -. Na’udzubillah min dzalik. Wallahu a’lam.*

Penulis adalah anggota Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) Jatim

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:'AisyahAbu BakarIstri NabishalatTayamumwudhu
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Mahasiswa STAIL Surabaya Gelar Kongres ke-10
Tulisan selanjutnya Saat Imam As Syafi’i Bingung dengan Firasatnya

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Relawan Bantuan di Gaza Syahid Dibom ‘Israel’ usai Gelar Nobar Piala Dunia

Berita
13 Juli 2026 15:40
Matinya Lindsey Graham, Senator AS Paling Vokal Bela ‘Israel’
Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar
Korea Utara Bertekad Membangun Kekuatan Nuklir dan Memperluas Peran Intelijen Militer
Indonesia Prioritaskan Promosi Produk Halal Lewat HEI 2026

Terbaru

  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital
  • Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura
  • Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo
  • MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda
  • INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap
  • Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar
  • MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif
  • Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI
  • Matinya Lindsey Graham, Senator AS Paling Vokal Bela ‘Israel’

Mungkin Anda Juga Suka

Sejarah

R.A Kartini: Latarbelakang Kehidupan dan Alam Pikirannya

25 April 2026 08:37
Sejarah

Salam al-Turjuman dan Ekspedisi Pencarian Tembok Ya’juj dan Ma’juj

14 April 2026 07:01
Sejarah

Akibat Mengabaikan Ukhuwah Islamiyah dan Bekerjasama dengan Musuh

9 April 2026 14:00
Sejarah

Cermin Sejarah: Respon Indonesia Saat Masjidil Aqsha Dinista Kesuciannya oleh Zionis Israel

6 April 2026 13:22
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?