Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Sejarah

Bertakwa Tapi Tak Dikenal (2)

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 24 Maret 2016 10:43 10:43 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 24 Maret 2016 10:43
Bagikan
Ilustrasi.
Bagikan

AHLI sejarah bernama ‘Abdul Wahid berkisah bahwa ia dan teman-temannya pernah berlayar dengan kapal. Begitu tiba di tengah laut, tiba-tiba kapal pecah dan mereka terdampar ke satu pulau di tengah laut.

Di sana mereka mendapati seorang lelaki yang sedang menyembah patung. Mereka bertanya kepada lelaki itu, “Apa yang kamu sembah?”

Lelaki itu menunjuk ke patung tersebut. Ia balik bertanya, “Lantas apa yang kalian sembah?”

Mereka menjawab, “Kami menyembah Allah, yang singgasananya di langit, kekuasaan-Nya di bumi, dan keputusan-Nya berlaku untuk semua yang hidup dan yang mati.”

Lelaki itu bertanya penasaran, “Apa bukti kalian akan hal itu?”

Baca Juga

Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
KH. Abdul Mu’thi: Tetap Berkarya di Balik Penjara
KH. Abdullah Said dalam Liputan Majalah Panji Masyarakat
Menolak Digaji Negara: Kisah Para Hakim Teladan dalam Sejarah Peradaban Islam
Syair Ahmad Baktsir dan Detak Jantung Diplomasi Kemerdekaan RI di Kairo

‘Abdul Wahid menjawab, “Dia telah mengutus seorang Rasul kepada kami.”

“Di mana utusan tersebut?” tanyanya lagi.

“Ia telah diwafatkan oleh Allah,” jawab kami.

“Lalu, apa bukti kalian yang menunjukkan dia ada?”

“Ia wariskan sebuah kitab bersumber dari Allah, Sang Raja, untuk kami.”

“Perlihatkan kitab itu kepadaku!”

‘Abdul Wahid berkisah, “Kami menyodorkan mushaf Al-Quran kepadanya.”

“Wah, aku tidak bisa membaca tulisan seperti ini!” kata orang itu.

Akhirnya kami membacakan kepadanya salah satu surat dalam Al-Quran. Begitu mendengarnya, ia menangis dan berujar, “Sungguh, yang perkataannya seperti ini tidak layak ditentang.”

‘Abdul Wahid melanjutkan, “Setelah itu, kami mengajarkan kepadanya syariat-syariat Islam. Kami juga shalat bersama, lalu beranjak tidur.”

Lelaki itu bertanya, “Apakah Tuhan yang kalian sembah itu tidur?”

“Tuhan kita Maha Hidup lagi Maha Berdiri Sendiri. Dia tidak tidur!” jawab kami.

“Sungguh, kalian adalah hamba yang kurang ajar. Tuhan kalian tidak tidur, sementara kalian malah tidur!”

Kami benar-benar takjub dengan lelaki ini.

Setelah beberapa lama, kami berhasil sampai di tempat bernama ‘Abadan. Kami menggalang dana untuk kami berikan kepada lelaki itu.

Ketika dana tersebut hendak kami berikan kepadanya, ia berkata, “Maha Suci Allah, kalian menunjukkan kepadaku jalan yang belum pernah aku tempuh! Dulu aku menyembah patung dan Allah tidak menelantarkanku! Maka, mana mungkin ia akan menelantarkanku setelah aku mengenal-Nya?”

Sungguh, sekali lagi kami dibuat takjub kepadanya.

Hingga suatu ketika, orang ini jatuh sakit. Kami pun pergi ke rumahnya untuk menjenguk. Kami bertanya kepadanya, “Apakah engkau butuh bantuan?”

Ia menjawab, “Tuhan yang kalian tunjukkan kepadaku sudah memenuhi semua kebutuhanku.”

Tak lama kemudian, tutur Abdul Wahid, lelaki itu meninggal. Dalam mimpi, aku melihatnya berada di sebuah tenda dan di sampingnya ada seorang wanita. Ia berkata, “Salam sejahtera untukmu karena kesabaranmu, sungguh itulah sebaik-baik negeri akhir.”

Kisah ini tercantum dalam kitab berjudul Ghidza’ul Albab (Santapan Akal). As-Safaroyani menukilnya dari Ibnul Jauzi.

Dari kisah ini, kita bisa merasakan apa yang terjadi ketika ayat-ayat itu mampu menembus lubuk hati seseorang. Ia bisa mengubah jalan hidup dan cara berpikir seseorang. Ia menjadikan diri malu kepada Allah, bertawakal dan kembali kepada-Nya di waktu siang dan malam. Sehingga, hati tidak akan lagi tergantung dengan makhluk dalam mendatangkan manfaat atau menolak bahaya.

Orang seperti ini tidak akan rugi dan terlantar, serta tidak akan sengsara, baik ketika di dunia atau pun di akhirat. Bahkan sangat mungkin ia mampu mengungguli orang lain yang keislamannya lebih dulu, karena keajaiban imannya.*/Sa’id Abdul Azhim, seperti tertera dalam bukunya Bertakwa Tapi Tak Dikenal.

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:kaum beriman tak dikenalsejarah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Bertakwa Tapi Tak Dikenal (1)
Tulisan selanjutnya Ketum PP Persis: Kita Harus Kuat Hadapi Syiah dan LGBT

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

60 Ribu Anak Palestina Jadi Yatim Akibat Perang Genosida Zionis ‘Israel’

Berita
20 Oktober 2026 13:24
Mesir Tegaskan Siap Bela Arab Saudi di Tengah Meningkatnya Serangan Houthi
Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
Sepakati ‘Badr’, Indonesia Perkuat Kerjasama Pertahanan dengan Turki, Qatar dan Pakistan
Makin Banyak Pemukim ‘Israel’ yang Hindari Wajib Militer, Jumlahnya Tembus 110.000

Terbaru

  • Yunani Sahkan Larangan Media Sosial bagi Anak di bawah 15 tahun
  • Dua Tentara Penjajah ‘Israel’ Tewas dalam Baku Tembak di Tepi Barat
  • Cegah Data Jatuh ke Tangan ‘Israel’, Malaysia Larang ASN Pakai Waze
  • Kelas SPI: Teguh dengan Konsep Din, Lawan Penyimpangan Literasi
  • Jihad Santri di Era Modern
  • Terus Langgar Gencatan Senjata, Serangan ‘Israel’ Bunuh 4 Warga Palestina
  • Sepakati ‘Badr’, Indonesia Perkuat Kerjasama Pertahanan dengan Turki, Qatar dan Pakistan
  • Jelang Pemilu ‘Israel’, Trump Dukung Netanyahu Terpilih Kembali
  • Iran Sebut Puluhan Pesawat Maskapai Nasional Hancur dalam Serangan AS-Israel
  • Jutaan Dolar Dana Nasabah Syariah HSBC Diduga Mengalir ke Perusahaan Senjata terkait ‘Israel’

Mungkin Anda Juga Suka

Sejarah

Buya Natsir dan 1.000 Sarung untuk Tapol PKI

22 Juli 2026 20:00
Sejarah

Jejak Langkah Wanita Pejuang: Nyonya Hafni Zahra Abu Hanifah

15 Juni 2026 07:41
Sejarah

H.O.S. Tjokroaminoto dan Pembelaan terhadap Palestina

23 Mei 2026 15:57
Sejarah

Kongres Al-Islam di Indonesia Era Kolonial dan Kepedulian terhadap Palestina

17 Mei 2026 13:42
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?