Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Sejarah

Tangisan Nabi Muhammad ﷺ

Insan Kamil
Terakhir diupdate: 26 Mei 2020 10:02 10:02 am
Insan Kamil
Dipublikasikan 26 Mei 2020 10:00
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com | TAWA Rasulullah ﷺ, bukan tertawa yang terbahak-bahak. Apalagi dengan tangisannya. Tentu tangisannya tidak sedu dan tidak keras. Sekadarnya tangis dengan kesedihan maupun tangis kegembiraannya.

Tangisan Rasulullah ﷺ adalah disertai tetesan yang membasahi pipinya, sedang dari dalam dadanya terdengar gemuruh. Kapan kita bisa tahu Nabi menangis? Tersirat dalam sirah, Nabi ﷺ menangis di saat mengakkan shalat malam. Ketika mendengarkan bacaan al-Qur’an. Nabi menangis juga ketika ditinggal kasih sayangnya dan sahabatnya yang wafat. Atau di saat Nabi ﷺ merasa ketakutatan karena ancaman dan kemahakuasaan Allah ditampakkan.

Dalam kisah yang disampaikan Abdillah bin Syikhir, beliau menjumpai Nabi ﷺ sedang melaksanakan shalat. Dia mendengar gemuruh dari dalam dada Nabi dalam tangisnya, sebagimana diriwayatkan Ahmad, Abu Dawud, An-Nasai, dan Tirmidzi dalam Kitab Asy Syama’il.

Dilain waktu, Nabi ﷺ khusyu menengarkan Al-Qur’an hingga mencucurkan air mata, disamping sahabatnya Abdullah bin Ma’ud. Hal itu tejad tatkala Ibnu Mas’ud membaca Surah Nisa’ ayat 41.

فَكَيْفَ إِذَا جِئْنَا مِن كُلِّ أُمَّةٍۭ بِشَهِيدٍ وَجِئْنَا بِكَ عَلَىٰ هَٰٓؤُلَآءِ شَهِيدًا

Baca Juga

Syair Ahmad Baktsir dan Detak Jantung Diplomasi Kemerdekaan RI di Kairo
Buya Natsir dan 1.000 Sarung untuk Tapol PKI
Jejak Langkah Wanita Pejuang: Nyonya Hafni Zahra Abu Hanifah
H.O.S. Tjokroaminoto dan Pembelaan terhadap Palestina
Kongres Al-Islam di Indonesia Era Kolonial dan Kepedulian terhadap Palestina

“Maka bagaimanakah (halnya orang kafir nanti), apabila Kami mendatangkan seseorang saksi (Rasul) dari tiap-tiap umat dan Kami mendatangkan kamu (Muhammad) sebagai saksi atas mereka itu (sebagai umatmu).”

Persis di ayat ini, Abdullah bin Mas’ud diminta untuk berhenti membacanya. “Cukup,” ujar Nabi ﷺ. Ibnu Mas’ud menyaksikan, mata Nabi ﷺ bercucuran air mata.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Menangisnya Nabi, bisa disaksikan oleh para sahabatnya, manakalah di antara kerabatnya ada yang wafat. Ibnu Abbas mengkisahkan, Suatu kali Nabi ﷺ membawa cucunya, anak dari putrinya Zainab yang kala itu sedang berjuang menjemput ajalnya. Nabi meraih cucunya itu dan meletakkan di hadapannya. Cucunyapun akhirnya wafat di hadapannya.

Menghadapi kenyataan itu, Ummu AIman menaingis dan berteriak. “Engkau menangis seperti  ini di hadapan Rasulullah ﷺ? Tegus Nabi ﷺ saat melihat Ummu Aiman menangis dengan tangisan yang dilarang agama disertai dengan teriakan. Tangis yang menunjukkan ketidakrelaan terhadap takdir kehidupan seseorang.

“Aku tidak menangis, tetapi itu adalah rasa kasih sayang. Sesungguhnya seorang mukmin itu selalu dalam kebaikan di setiap keadaan, ruhnya dicabut dari jasadnya dan dia dalam keadaan memuji Allah.“ (HR:  Ahmad, an Nasai, dan Tirmidz dalam Asy-Syamail).

Rasulullah ﷺ merupakan manusia yang paling sayang dan kasih kepada ummatnya. Nabi ﷺ sering menangis, ketika ingat atau mengetahui ummat-Nya berbuat durhaka. Diriwayatkan dari Abdullah Ibn Amr Ibn al-Ash ra, Rasulullah ﷺ bersabda:

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَلاَ قَوْلَ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ فِي إِبْرَاهِيْمَ : رَبِّ إِنَّهُنَّ أَضْلَلْنَ كَثِيْرًا مِنَ النَّاسِ فَمَنْ تَبِعَنِي فَإِنَّهُ مِنِّي. وَقَالَ عِيْسَى: إِنْ تُعَذِّبْهُمْ فَإِنَّهُمْ عِبَادُكَ وَإِنْ تغْفِرْ لَهُمْ فَإِنَّكَ أَنْتَ العِزِيْزُ الحَكِيْم. فَرَفَعَ يَدَ يْهِ. وَقَالَ: أُمَّتِي …أُمَّتِي … وَبَكى فَقَالَ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ : يَا جِبْرِيْلُ إِذْهَبْ إِلَى مُحَمَّدٍ وَرَبُّكَ أَعْلَمُ فَسَلْهُ : مَا يَبْكِيْكَ ؟. فَأَتَاهُ جِبْرِيْلُ عَلَيْهِ السَلاَمُ فَسَأَلَهُ فَأَخْبَرَهُ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِمَا قَالَ وَهُوَ أَعْلَمُ ؟ فَقَالَ اللهُ : يَا جِبْرْيلُ إِذْهَبْ إِلَى مُحَمَّدٍ. فَقُلْ : إِنَّا سَنُرْضِيْكَ فِي أُمَّتِكَ وَلاَ نَسُؤُكَ

“Sesungguhnya Nabi Muhammad ﷺ membaca firman Allah ‘Azza wa Jalla tentang do’a Nabi Ibrahim: “Ya Tuhan-ku, sesungguhnya berhala-berhala itu telah menyesatkan kebanyakan dari manusia, maka barang siapa yang mengikutiku, maka sungguh orang itu termasuk golonganku.” (dalam QS: Ibrahim : 14). Dan Nabi ﷺ (membaca firman Allah Swt tentang doa Nabi ‘Isa : Jika Engkau (Allah) menyiksa, maka sesungguhnya mereka adalah hamba-hamba-Mu. Dan jika Engkau mengampuninya, sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS: al-Maidah : 118).

Dalam hadits riwayat Bukhari dan Muslim, “Sesungguhnya ini adalah rahmat. Mata menangis, hati bersedih, dan kita tidak mengatakan kecuali yang membuat Tuhan kita ridha. Sesungguhnya saat berpisah denganmu, wahai Ibrahim kami sangat bersedih,” sabda Nabi.

Nabi juga tiba-tiba menangis, manakala mengkhawatirkan umat beliau. Diriwayatkan oleh Tirmidzi dalam Syama’il juga Ahmad dan Nasai pernah suatu terjadi gerhana matahari. Nabi lantas shalat dan menangis dengan bibir seakan meniup sesuatu. Beliau berkata, “ Wahai Tuhanku, tidaklah Engkau berjanji untuk tidak menghukum mereka sedang aku bersama mereka dan mereka pun memohon ampunanmu. Kami mohon ampunanMu, wahai Tuhan kami.*/ Akbar Muzakki

Redaktur: Insan Kamil
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Ibnu Mas’udNabi menangisNabi Muhammadtangisan nabi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kemenag Terbitkan Panduan Kurikulum Darurat bagi Madrasah selama Pandemi
Tulisan selanjutnya Anies: Tunda Dulu ke Jakarta

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Amerika Minta Libanon Formulasikan Rencana Perlucutan Senjata Hizbullah

Berita
12 September 2026 09:43
Turki akan Mengebor Minyak di Laut Hitam
900 Tahun Islam di Maladewa, Presiden Muizzu Resmikan Lembaga Investasi Wakaf untuk Makmurkan Rakyat
Pameran Kaligrafi Internasional 2026 di Semarang Hadirkan 250 Karya dari 50 Negara
Serangan Drone dari Iraq Merusak Pipa Minyak Arab Saudi, Melukai Sejumlah Orang

Terbaru

  • Ulama Sunni Iran Dibunuh, Pihak Berwenang Sebut Pelaku “Tentara Bayaran Zionis”
  • Arab Saudi Keluarkan Peringatan Serangan Udara, Mekkah dan Jeddah Siaga
  • Kemenhaj Luncurkan Layanan Pengaduan Bongkar Mafia Haji dan Umrah
  • Ketahanan Keluarga Harus Dibangun dengan Akidah, Syariat, dan Akhlak
  • MUI Sebut Danantara Syariah Harus Jadi Kekuatan Ekonomi Riil Umat
  • Pameran Kaligrafi Internasional 2026 di Semarang Hadirkan 250 Karya dari 50 Negara
  • MUI Tegaskan Peringatan Maulid Nabi Tak Semestinya Bernuansa Satanic
  • Hidayatullah: Umat Islam Harus Berpolitik dengan Tauhid
  • Al-‘Aqabah: Jalan Terjal Menuju Peradaban Fitrah
  • Erdogan: Pakta Pertahanan Makkah adalah Sinyal Persatuan bagi Dunia Islam

Mungkin Anda Juga Suka

Sejarah

Membungkam Suara Kritis: Kriminalisasi Ulama Masyumi di Orde Lama

8 Mei 2026 08:59
Sejarah

KH. Ahmad Dahlan dan Peran sebagai Jembatan Ukhuwah Islamiyah

6 Mei 2026 08:34
Sejarah

R.A Kartini: Latarbelakang Kehidupan dan Alam Pikirannya

25 April 2026 08:37
Sejarah

Salam al-Turjuman dan Ekspedisi Pencarian Tembok Ya’juj dan Ma’juj

14 April 2026 07:01
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?