Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Tazkiyatun Nafs

Mewaspadai Lima Jebakan Setan

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 23 Maret 2017 15:33 3:33 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 23 Maret 2017 15:33
Bagikan
Ilustrasi.
Bagikan

IBLIS berkata: “Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku menjadikan mereka memandang baik (perbuatan maksiat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba Engkau yang mukhlis di antara mereka.” (Al-Hijr: 39-40)

Dalam kitab Madarijus-Salihin, Ibnul Qayyim Al-Jauziyyah mengungkapkan lima strategi iblis dalam menyesatkan manusia. Jika stategi pertama tidak berhasil, maka iblis akan menggunakan jeratan kedua, begitu seterusnya. Berikut ini strategi setan.

Pertama, iblis menawarkan kekufuran, menolak otoritas agama, menolak keyakinan kepada Tuhan, menolak ajaran Nabi, dan menolak kebenaran kitab suci. Bersama orang-orang kafir, setan menghembuskan keragu-raguan kepada kaum muslimin terhadap agamanya sendiri, mereka menghembuskan bahwa agamalah yang menjadikan penganutnya terbelakang, terbelenggu, tidak modern, dan ketinggalan zaman.

Melalui strategi ini iblis dan barisan orang-orang kafir menghembuskan isu bahwa Islam bertentangan dengan hak asasi manusia (HAM). Islam melegalkan praktik diskriminasi jender dengan menempatkan perempuan pada posisi di bawah pria. Islam mengajarkan sikap tidak bersahabat terhadap perbedaan dan cenderung memaksa kehendak. Selain itu bersikap absolutisme.

Kedua, iblis membiarkan kita beragama, tapi dalam waktu bersamaan mereka menjadikan kita melakukan bid’ah (mengada-adakan agama). Iblis rela kita beragama tapi iblis menyelewengkan kita sehingga kita merasa seolah-olah beragama, padahal sesungguhnya kita sudah jauh melenceng dari ajaran Islam.

Baca Juga

Ali bin Abi Thalib: Wahai Dunia, Bujuklah Selainku!
Saat Kaki Menapak Surga, Itulah Istirahat Hakiki
Rezeki Lancar tapi Tambah Jauh dari Allah: Awas Istidraj!
Menyibukkan Diri dengan Aib Sendiri
Hari Raya Sejatinya untuk Siapa?

Kita merasa mendapat pahala dari amal-amal kita, padahal amalan itu adalah bid’ah. Sadisnya, iblis menanamkan sikap fanatik kepada kita sehingga setiap orang yang mengingatkan praktik bid’ah, maka orang tersebut kita lawan, sebagaimana orang yang melawan agama.

Di sini setan sangat lihai. Ia memainkan pedang bermata dua, sebagaimana kita dijadikan mudah untuk membid’ahkan yang lain. Sementara sebagian lagi dijadikan fanatik terhadap ajaran bid’ahnya. Masing-masing memutlakkan pendapatnya, dan masing-masing menganggap dirinya dalam kelompok paling benar. Perseteruan antar-umat Islam di sini menjadi sangat seru, bahkan tidak sedikit berakhir dengan meninggalkan korban.

Ketiga, setan menggoda kita lewat dosa-dosa besar, misalnya berzina, minuman keras, dan membunuh. Didukung oleh media cetak dan elektronik, kita dibuat gampang melakukan perbuatan maksiat, Informasi kemaksiatan sangat mudah kita peroleh, berikut tempat, cara dan transaksinya. Lewat media pula, nafsu syahwat kita dirangsang, dipupuk, dan dikobar-kobarkan setiap saat. Tidak heran jika sebagian kita terjebak, masuk dalam jurang yang mereka buat sendiri.

Keempat, setan menjebak kita melalui dosa-dosa kecil. Iblis meniupkan pikiran nakal dalam hati kita bahwa dosa kecil itu sangat manusiawi. Bukankah manusia itu tempatnya salah dan dosa? Bukankah dosa-dosa kecil bisa dihapus dengan air wudhu, dengan istighfar, dan perbuatan baik lainnya?

Banyak di antara kita yang sangat hati-hati terhadap dosa besar, tapi mereka lalai terhadap dosa kecil. Padahal, dosa kecil yng dilakukan terus menerus bisa berakibat fatal. Jika dikumpulkan akan menjadi besar. Ironisnya, pelakunya tidak menyadari tumpukan dosa yang menggunung itu.

Kelima, setan mempengaruhi kita agar sibuk melakukan hal-hal yang mudah, sampai kita melupakan pekerjaan yang lebih strategis, termasuk melakukan ibadah. Kita disibukkan tidur panjang, nongkrong di warung hingga larut malam, begadang tanpa tujuan, main musik, main catur atau olahraga yang melenakan. Ketika ada yang menegur, kita bisa berdalih, bukankan pekerjaan ini diperbolehkan? Wallahu a’lam bish shawab.*/Muhammad Zul Arifin (dikutip dari buku Kepemimpinan Syura, penulis Abdurrahman Muhammad)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:bid'ahbisikan setanperbuatan dosa
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pemuda Muhammadiyah Tagih KPK Usut Uang Pemberian Densus 88 pada Istri Siyono
Tulisan selanjutnya Dinilai Melanggar Kesepakatan, Warga Bekasi Akan Demo Gereja Santa Clara

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya

Berita
17 Juli 2026 15:23
INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap
Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI
Matinya Lindsey Graham, Senator AS Paling Vokal Bela ‘Israel’
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

KajianRamadhanTazkiyatun Nafs

Inilah 7 Penyebab Orang Gagal dalam Bulan Ramadhan

18 Maret 2026 13:00
KajianRamadhanTazkiyatun Nafs

Susah Payah Puasa cuma Dapat Lapar dan Dahaga

9 Maret 2026 17:00
KajianTazkiyatun Nafs

Menundukkan Nafsu di Bulan Suci: Belajar dari Muhammad bin ‘Amr al-Ghazzi

8 Maret 2026 11:13
Tazkiyatun Nafs

Kehidupan Mukmin dan Kafir Saat di Alam Kubur

28 April 2021 18:19
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?