Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kolom

Teror ‘Israel’ terhadap Sepak Bola Palestina dan Absennya Sanksi FIFA

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 25 Maret 2023 09:34 9:34 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 25 Maret 2023 09:15
Bagikan
ilustrasi Ahmad Atef Daraghama
Bagikan

Tidak lama setelah Pialada Dunia Qatar 2022, pasukan penjajah ‘Israel’ menembak mati pesepak bola Palestina berusia 23 tahun, Ahmad Atef Daraghama

Oleh: Pizaro Gozali Idrus

Hidayatullah.com | BAGI kebanyakan orang, sepak bola merupakan olahraga hiburan yang bebas dinikmati siapa pun. Tapi di Palestina, sepak bola tidak sekedar menjadi pertandingan tapi juga sasaran kekerasan dan teror dari penjajahan ‘Israel’.

Ironisnya, Tanah Air Palestina bukanlah tempat yang tepat untuk mendapatkan keadilan FIFA. 

Masih belum hilang dari ingatan menjelang akhir Desember 2022. Di saat dunia baru menikmati lambaian bendera Palestina oleh pemain Maroko di Qatar, pasukan ‘Israel’ menembak mati pesepak bola Palestina berusia 23 tahun, Ahmad Atef Daraghama.

Baca Juga

Membangun Peradaban dari Rumah: Ketahanan Keluarga sebagai Jalan Kebangkitan Umat
Iman, Ilmu, dan Amal: Tiga Pilar Kebangkitan Umat
Waspada Akhir Zaman: Merebaknya Ulama Sū’
Fenomena Salju Akhir Zaman di Jazirah Arab dan Kedatangan Imam Mahdi
Burung ‘Al-Bukht’: Pasukan yang Diutus Allah untuk Membersihkan Bangkai Ya’juj dan Ma’juj

Peristiwa itu terjadi saat pasukan penjajahan itu menyerang Kota Nablus, di wilayah pendudukan Tepi Barat.  Daraghama tewas oleh pasukan ‘Israel’ ketika warga Palestina turun ke jalan untuk menghadapi serangan pemukim Yahudi yang dilindungi tentara ke situs religi Makam Nabi Yusuf.

“Sementara seluruh dunia masih menikmati kemeriahan Piala Dunia 2022 yang luar biasa dan bersiap untuk merayakan musim dan menyambut tahun baru, sepak bola Palestina telah berduka oleh pembunuhan terhadap salah satu pesepakbola topnya,” ujar pernyataan Asosiasi Sepak Bola Palestina (PFA).

Daraghama adalah seorang pemain sepak bola profesional yang bermain sebagai gelandang serang di klub Thaqafi Tulkarm. Di klubnya, Daraghama adalah pemain bintang. Ia menjadi pencetak gol terbanyak bagi Thaqafi Tulkarm di West Bank Premier League 2022/2023 dengan enam gol.

Israeli forces kill 23-year-old Palestinian footballer Ahmed Daraghmeh during a military incursion into the city of Tubas, northern West Bank pic.twitter.com/2QRDNAxlnY

— Palestine in the UK (@Palestine_in_UK) December 22, 2022

Ahmed Rajoub, yang merupakan rekan Daraghama, menatap kematiannya sebagai hari yang menyedihkan bagi olah raga Palestina. Menurut Rajoub, impian dan harapan bintang sepak bola Palestina itu telah direnggut oleh pendudukan yang rasis dan fasis.

Thaqafi Tulkarm memberikan penghormatan kepada pesepakbola tersebut dalam sebuah unggahan Facebook. Sabah, manajer tim, mengatakan pemain sepak bola dihormati dan dirayakan di seluruh dunia. Namun di Palestina, mereka dibunuh oleh pasukan pendudukan ‘Israel’.

Merespons kejadian ini, Perdana Menteri Palestina Mohammad Shtayyeh meminta FIFA untuk mengutuk ‘Israel’ atas tewasnya Daraghma. Alih-alih ada tindakan tegas dari FIFA, badan sepakbola dunia itu tidak melakukan sanksi apapun terhadap ‘Israel’.

Jauh sebelum Daraghama, legenda sepak bola Palestina Ahed Zaqout juga tewas pada 2014 setempat setelah rudal ‘Israel’ menghantam rumahnya di Gaza ketika dia tengah tertidur. Mantan gelandang berusia 49 tahun itu bekerja sebagai pelatih dan menjalankan program olahraga Palestina di Gaza dan diyakini tidak terlibat politik dengan Hamas.

Atas kematian Zaqout, jurnalis olahraga di Gaza, Khaler Zaher, mengatakan Palestina telah kehilangan salah satu pemain terbaiknya, dia mungkin adalah gelandang terbaik yang pernah Palestina miliki.

Jalan Terjal Pesepakbola Palestina

Pada 2017, ‘Israel’ juga melarang 10 pesepakbola asal Palestina yang akan menuju ke Tepi Barat dari Gaza untuk melakoni laga final leg kedua Palestine Cup.

Laga tersebut sedianya mempertemukan antara Shabaab Rafah yang telah unggul 0-2 melawan Ahly al Khalil asal Hebron pada leg pertama di kota Gaza.

Namun, hanya 15 pemain yang diizinkan melakukan perjalan untuk melakoni laga kedua. Mereka yang dilarang termasuk seorang striker dan dua penjaga gawang.

“Melarang kiper akan berdampak negatif terhadap penampilan tim bila penjaga gawang yang tersisa mengalami cedera,” kata Presiden klub Khaled Kwaik.

Mantan pelatih tim nasional Palestina Noureddine Ould Ali menuturkan nasib orang-orang di Palestina yang tidak dapat bebas bergerak. Mereka harus melalui pemeriksaan berlapis oleh pasukan ‘Israel’.

Hal ini sebagaimana dialami  anak-anak Palestina yang dicegat ‘Israel’ saat hendak memainkan si kulit bundar di kawasan Maale Adumim, Jerusalem, yang merupakan kawasan rampasan ‘Israel’.

Untuk menekankan adanya ketimpangan dan diskriminasi, anak-anak Palestina yang berdemonstrasi tadi meninggalkan tempat sambil bernyanyi-nyanyi, “Infantino, biarkan kami bermain.”

Bermain di Tanah Curian

Meski pesepakbola Palestina mendapatkan hambatan dan teror, kondisi itu sangat kontras dengan keseharian para pesepakbola ‘Israel’ yang bebas memasuki tanah Palestina secara ilegal.

PFA berulang kali meminta FIFA menindak enam klub ‘Israel’ yang berbasis di wilayah pendudukan Tepi Barat. Mereka antara lain Kiryat Arba, Givat Zeev, Maale Adumim, Ariel, Oranit and Tomer.

PFA mengatakan tindakan tersebut bertentangan dengan undang-undang FIFA yang menyatakan bahwa tim negara anggota tidak dapat memainkan pertandingan di wilayah asosiasi lain tanpa izin.

Mereka menunjuk pada larangan yang dikeluarkan Asosiasi Sepak Bola Eropa (UEFA) yang melarang tim dari Krimea bermain di Liga Rusia sesudah negara itu menduduki semenanjung Krimea pada tahun 2014.

PFA juga mengeluhkan bahwa ‘Israel’ menghambat aktivitasnya, termasuk membatasi pergerakan pemain antara Tepi Barat dan Gaza, dan melarang beberapa perjalanan internasional.

Alih-alih mengecam ‘Israel’, Presiden FIFA Gianni Infantino mengaku tidak akan campur tangan dalam masalah ini dan menganggap persoalan itu sudah selesai.

“FIFA telah memutuskan untuk menahan diri dari menjatuhkan sanksi atau tindakan lain baik pada Asosiasi Sepak Bola ‘Israel’ (IFA) maupun PFA. Wilayah ini menjadi perhatian otoritas hukum publik internasional dan FIFA harus tetap netral,” ujar Infantino dalam konfrensi pers tahun 2022.

Sari Bashri, Direktur Human Rights Watch (HRW) untuk ‘Israel’ dan Palestina, mengatakan dengan menyelenggarakan pertandingan di tanah curian, FIFA ikut mengotori keindahan permainan sepakbola.

Dalam laporan yang berjudul Israel/Palestine: FIFA Sponsoring Games on Seized Land, HRW menegaskan dengan mengizinkan IFA mengadakan pertandingan di dalam tanah Palestina, FIFA terlibat dalam aktivitas bisnis yang mendukung pemukiman ‘Israel’ dan bertentangan dengan komitmen hak asasi manusia yang diutarakan Ifantino.

Kita tentu sepakat sepak bola harus dipisahkan dengan politik. Tapi sepak bola juga tidak boleh berdiri di atas penjajahan. Ia harus ikut bersuara memperjuangkan nilai-nilai keadilan dan kemanusiaan.

Untuk menutup tulisan ini, izinkan penulis mengutip kata-kata Presiden Soekarno dalam pidato anti kolonialismenya di Kairo pada tahun 1964.

“Kita tidak boleh lupa bahwa kita berjuang untuk seluruh umat manusia. Kita sekalipun tidak boleh lupa tentang penderitaan-penderitaan yang telah lampau yang dialami rakyat kita, sehingga kita kehilangan pandangan tentang tujuan kita semula.”

Penulis anggota Palestine Media Forum

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Ahmad Atef DaraghamaFIFAHeadlineisraelpalestinaPilihan Redaksisepakbola
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ponsel Kerja ASN Prancis Dilarang Dipasangi Aplikasi Rekreasi TikTok
Tulisan selanjutnya Biden dan Trudeau Setuju Tutup Lubang Kesepakatan Keimigrasian AS-Kanada

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Dua Anggota Basij Tewas Dalam Serangan di Mashhad Iran

Berita
12 Juli 2026 09:49
Mantan Pemimpin Qatar Sheikh Hamad bin Khalifa Wafat
Trump Bilang 1.000 Rudal akan Memusnahkan Iran Apabila Presiden AS Dibunuh
Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital
Rusia Kirim Kembali Pekerjanya ke Pembangkit Nuklir Bushehr Iran

Terbaru

  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital
  • Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura
  • Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo
  • MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda
  • INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap
  • Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar
  • MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif
  • Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI
  • Matinya Lindsey Graham, Senator AS Paling Vokal Bela ‘Israel’

Mungkin Anda Juga Suka

Akhir ZamanKolom

Kendaraan Dajjal di Akhir Zaman

25 Maret 2026 20:00
Akhir ZamanKolom

70.000 Pengikut Dajjal dari Iran? Baca Hadits Berikut!

9 Maret 2026 22:00
Analisa Dunia IslamArtikel

Betulkah Gabung Board of Peace merupakan Tindakan Realistis?

4 Februari 2026 11:43
Analisa Dunia Islam

Masjid Dikepung, Ulama Dipenjara: Jejak Panjang Diskriminasi di Tajikistan

22 Juli 2025 08:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?