Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Biden dan Trudeau Setuju Tutup Lubang Kesepakatan Keimigrasian AS-Kanada

Ama Farah
Terakhir diupdate: 25 Maret 2023 10:13 10:13 am
Ama Farah
Dipublikasikan 25 Maret 2023 10:12
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Presiden Amerika Serikat Joe Biden dan Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau, hari Jumat (24/3/2023), setuju untuk menutup lubang dalam kesepakatan keimigrasian yang dimanfaatkan ribuan migran pencari suaka untuk memasuki wilayah AS di negara bagian New York dan wilayah Kanada di Provinsi Quebec.

Beribu-ribu migran sejak awal 2017 berjalan kaki memasuki wilayah Kanada di Roxham Road di dekat Champlain, New York, di mana Royal Canadian Mounted Police menempatkan personelnya di sebuah pusat resepsi untuk memproses para migran, kurang dari 8 kilometer dari pintu perlintasan perbatasan resmi.

Polisi Kanada senantiasa memperingatkan para migran yang melintasi Roxham Road – jalan dua arah yang berbatasan dengan hutan dan lahan pertanian – bahwa mereka akan ditangkap jika menyeberangi perbatasan. Namun, begitu mereka berada di tanah Kanada, mereka diperbolehkan tinggal dan mengajukan suaka yang prosesnya bisa memakan waktu bertahun-tahun.

Kebijakan baru tersebut mengatakan bahwa pencari suaka tanpa kewarganegaraan AS atau Kanada yang tertangkap dalam waktu 14 hari setelah melintasi perbatasan sepanjang 3.145 mil (5.061 kilometer) akan dikirim kembali. Itu termasuk orang-orang yang berjalan kaki di Roxham Road.

Kesepakatan tersebut mulai diberlakukan Sabtu pukul 12:01 dini hari. Pemberlakuan segera sengaja diterapkan agar tidak terjadi lonjakan jumlah migran yang berusaha melintasi perbatasan, menurut seorang pejabat Kanada yang tidak bersedia disebutkan identitasnya, lapor Associated Press Jumat (24/3/2023).

Baca Juga

Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah

Sejumlah migran terakhir berhasil menyebrang perbatasan sebelum kesepakatan Biden-Trudeau itu diumumkan, termasuk di antaranya delapan orang dari dua keluarga, satu asal Haiti dan satunya asal Afghanistan. Mereka tiba di ujung wilayah AS di Roxham Road tepat setelah fajar pada hari Jumat. 

Gerson Solay, 28, membawa putrinya Bianca sampai ke perbatasan. Dia mengaku tidak memiliki dokumen lengkap untuk dapat tinggal di Amerika Serikat. “Itu kenapa Kanada menjadi pilihan terakhir saya,” ujarnya sebelum dia dibawa ke tempat penahanan untuk diproses.

Tidak jelas  bagaimana Roxham Road menjadi rute favorit para migran. Mungkin disebabkan jaraknya yang bisa dijangkau dengan menumpang taksi dari jalan Interstate 87 yang mengarah ke perbatasan Kanada. Bagi migran yang ingin menuju ke selatan (AS), jalan itu relatif tidak jauh dari New York City.

Para migran tersebut memanfaatkan kejanggalan yang ada dalam kesepakatan tahun 2002 antara AS dan Kanada. Menurut ketentuan tersebut, pencari suaka harus mengajukan aplikasi di negara di mana mereka pertama kali tiba. Migran yang pergi ke tempat perlintasan perbatasan resmi Kanada akan dikembalikan ke AS dan diminta mengajukan suaka di sana. Namun, mereka yang sudah berhasil memasuki wilayah Kanada di luar dari pintu masuk resmi – seperti sebuah pusat keimigrasian di dekat Roxham Road – mereka akan diperbolehkan tinggal di Kanada dan meminta suaka.

Kesepakatan itu muncul saat US Border Patrol menanggapi peningkatan tajam penyeberangan ilegal menuju selatan di sepanjang perbatasan Kanada yang terbuka lebar. Hampir semuanya terjadi di bagian utara New York dan Vermont di sepanjang perbatasan dekat dua kota terbesar Kanada, Toronto dan Montreal.

Sebagai bagian dari kesepakatan, Kanada juga setuju untuk memperbolehkan 15.000 migran dari Western Hemisphere untuk meminta suaka atas dasar kemanusiaan sepanjang tahun ini.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Amerika SerikatJoe BidenJustin TrudeaukanadakeimigrasianRoxham Road
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Teror ‘Israel’ terhadap Sepak Bola Palestina dan Absennya Sanksi FIFA
Tulisan selanjutnya Sabar, Puasa di Indonesia Tidaklah Lama

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Arab Saudi Batalkan Hukuman Mati Pria Sri Lanka Penghina Nabi Muhammad

Berita
14 Oktober 2026 16:55
PBB Catat Kenaikan Angka Kemiskinan Dunia, 1 Miliar Orang Terdampak
Tiga Pria Mengaku Merencakan Serangan Terhadap Masjid Maryam di Galway
Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera

Terbaru

  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
  • Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
  • IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang
  • Majelis Ulama Indonesia Tetap Tegas Tolak Konser Andrea Bocelli

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat

15 Oktober 2026 18:48
Berita

IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

15 Oktober 2026 16:32
Berita

Majelis Ulama Indonesia Tetap Tegas Tolak Konser Andrea Bocelli

15 Oktober 2026 14:10
Berita

Zionis Sebut Belanda Sarang Anti-Semit usai Suporter ‘Israel’ Dilarang Tandang

13 Oktober 2026 17:01
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?