Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Konsultasi Syariah

Mengapa Niat Puasa dalam Madzhab Syafi’i Harus Disebutkan Secara Detail?

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 1 Maret 2025 15:52 3:52 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 1 Maret 2025 18:00
Bagikan
Bagikan

Wajibnya ta’yin niat puasa Ramadhan karena puasa ibadah yang bersandar pada waktu, maka wajib ditentukan niatnya, sebagaimana sholat 5 waktu  

Hidayatullah.com | DALAM Madzhab Syafi’I, niat puasa Ramadhan wajib dita’yinkan. Yaitu diharuskannya seseorang meniatkan puasa Ramadhan di setiap malamnya dengan detail bahwasanya ia berniat puasa besok. 

At-Ta’yin berasal dari kata bahasa Arab ayyana-yuayyinnu yang artinya menentukan, yaitu menjadikan suatu hal menjadi tertentu. Bisa juga diartikan dengan pengkhususan. Adapun penyebutannya dalam fikih Syafi’i, kata Ta’yin dimaksudkan untuk menentukan niat tatkala hendak beramal.     

Dalam kitab panduan utama Madzhab Syafi’i, Minhaj ath-Thalibin, Imam Nawawi menyebutkan tentang wajibnya Ta’yin pada ibadah wajib. 

ويجب التعيين في الفرض

Baca Juga

Antara Qadha dan Syawal: Bolehkah Satu Kali Puasa Menggabungkan Dua Niat?
Masjid dan Mushalla menurut Al-Quran dan Hadis
Inilah Tempat-Tempat Terlarang untuk Shalat  
Tidak Sholat dan Membayangkan Porno di Bulan Ramadhan Apakah Membatalkan Puasa?
Hukum Membuka Aib Pasangan di Media Sosial

“Dan wajib hukumnya Ta’yin (penentuan niat) dalam ibadah fardhu.” (Minhaj ath-Thalibin: 75)

Dalam kitabnya yang lain, Raudhah ath-Thalibin, Imam Nawawi menambahkan bahwa yang dimaksudkan ta’yin adalah penentuan niat pada puasa wajib, termasuk di dalamnya puasa Ramadhan. 

وَيَجِبُ تَعْيِينُ النِّيَّةِ فِي صَوْمِ الْفَرْضِ، سَوَاءٌ فِيهِ صَوْمُ رَمَضَانَ، وَالنَّذْرُ، وَالْكَفَّارَةُ، وَغَيْرُهَا.

“Dan diwajibkan Ta’yin (penentuan) niat pada puasa fardlu, baik itu puasa Ramadhan, puasa nadzar, puasa kafarat, dan lainnya.” (Raudhah ath-Thalibin: 2/350).

Baca:  Niat Puasa Ramadhan Tiap Malam atau Sekali

Lalu mengapa ta’yin niat puasa itu wajib dalam Madzhab Syafi’i?

Mengenai pertanyaan tersebut, Imam Khatib Asy Syirbini dalam Mughni al-Muhtaj, menjawab dengan argumen bahwa wajibnya ta’yin niat puasa itu dikarenakan puasa adalah ibadah yang bersandar pada waktu, maka wajib ditentukan niatnya, sebagaimana sholat 5 waktu yang bersandar pada waktu wajib juga ditentukan niatnya. 

(ويجب) في النية (التعيين في الفرض) بأن ينوي كل ليلة أنه صائم غدا من رمضان أو عن نذر أو عن كفارة لأنه عبادة مضافة إلى وقت فوجب التعيين في نيتها كالصلوات الخمس.

“Dalam dalam niat diwajibkan Ta’yin pada ibadah yang besifat wajib. Yaitu dengan berniat seseorang setiap malamnya bahwa ia akan berpuasa Ramadhan besok, atau puasa nadzar, atau puasa kafarat. Kerena ia (puasa) adalah ibadah yang bersandar pada waktu. Maka wajib dita’yin dalam niatnya sebagaimana sholat 5 waktu”. (Mughni al-Muhtaj: 1/424).

Dari referensi di atas dapat dijabarkan bahwa puasa Ramadhan sebagaimana yang diketahui dilakukan di waktu tertentu dan bulan tertentu.

Artinya puasa Ramadhan adalah ibadah wajib yang bersandar pada waktu. Dan setiap ibadah wajib yang bersandar pada waktu itu bermacam-macam, seperti: puasa nadzar, kafarah, qadha.

Baca: Tata Cara Niat Puasa Puasa Ramadhan menurut Empat Madzab

Memaksudkan Niat Puasa secara Jelas

Disebutkan dalam kitab Hasyiyah Bājūrī Imam Ibrāhim Bājūrī bahwa paling minimalnya niat puasa itu sebagai berikut.

نَوَيْتُ صَوْمَ رَمَضَانَ

Nawaitu shauma Ramadhāna

Artinya, “Aku berniat puasa bulan Ramadhan.” (Hasyiyah Bājūrī: 1/633).

Lalu dalam Fathul Qarīb Syarah Ghāyah wa Taqrīb  Imam Ibnu Qasim menerangkan tentang niat puasa Ramadhan secara lengkap.

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانِ هذِهِ السَّنَةِ لِلهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin ‘an adā’i fardhi syahri Ramadhāni hādzihis sanati lillāhi ta‘ālā

“Saya berniat puasa besok, yang mana ia (merupakan bagian) dari kewajiban Ramadhan pada tahun ini karena Allah ta’ala.” (Fathul Qarīb: 194).

Adapun Imam Baramāwi yang dikutip dalam I’ānah Thõlibīn, ia menganjurkan untuk membaca beberapa kalimat pengganti lafadz “lillahi ta’ala”.

وقوله : (لله تعالى) : ويسن أن يقول إيمانا واحتسابا لوجه الله الكريم

“Dan pada lafadz ‘lillahi ta’ala’ disunnahkan untuk mengucapakan ucapan ‘imānan wa ihtisāban li wajhillāhi al-karīm’.” ( I’ānah Thõlibīn: 2/1228).

Maka wajib niatnya ditentukan agar apa yang seseorang amalkan tepat dengan apa yang ia niatkan, tidak bercampur dengan puasa wajib lainnya.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa niat puasa Ramadhan wajib hukumnya dita’yin, yaitu disebutkan secara jelas dan detail. Wallahu a’lam bi ash-shawab.*/Dzulfikar, LC, mahasiswa pascasarjana di Al-Azhar, Mesir

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Headlinemengucapkan niatniat puasa ramadhanRamadhanRamadhan 2024ta’yin
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Hamas Serukan Warga Palestina untuk Padati Masjid Al-Aqsha Selama Ramadhan
Tulisan selanjutnya China Peringatkan Tokoh Industri AI Tidak Bepergian ke Amerika Serikat

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Mayoritas Orang Amerika Menentang Perang AS-Iran, Menurut Jajak Pendapat Reuters/Ipsos

Berita
7 Agustus 2026 08:54
Bertemu Medikdasmen, MUI Dorong Budaya Hidup Halal Masuk Lingkungan Sekolah
Suriah akan Ubah Pangkalan Militer Rusia Jadi Pusat Pelatihan Bersama
Buku Pemikiran KH Ma’ruf Amin Diluncurkan, Ajak NU Tetap Berpegang pada Fikrah, Manhaj, dan Harakah
Trump Tuntut Iran Bayar “Kompensasi” dalam Setiap Kesepakatan Damai di Masa Depan

Terbaru

  • ‘Israel’ Masih Tahan Ratusan Syuhada Palestina untuk Dijadikan “Alat Tawar”
  • Ratusan Warga Yunani Gelar Demo Dukung Palestina, ‘Israel’ Minta Warganya Sembunyi
  • Dukung Rakyat Gaza yang Bertahan di Utara, Bulan Sabit Merah Palestina Buka RS Lapangan
  • Lawan Polisi, Aktivis Akar Rumput Amerika Merusak Kamera Pengawas Flock Satu Per Satu
  • Kolombia Diguncang Gempa Magnitudo 7,4 di Hari Pemberian Pengakuan Klaim Israel atas Dataran Tinggi Golan
  • Pengadilan Suriah Jatuhkan Hukuman Mati Atas Bashar al-Assad
  • Bahtsul Masail Pra Muktamar NU, Pajak Harus Berpihak pada Keadilan Masyarakat
  • Ratusan Orang Kurdi Suriah Kembali ke Kampungnya Setelah Bertahun-tahun Mengungsi
  • Bertemu Medikdasmen, MUI Dorong Budaya Hidup Halal Masuk Lingkungan Sekolah
  • LPPOM Raih Indonesia Public Relations Awards 2026 Kategori Corporate Reputation

Mungkin Anda Juga Suka

Konsultasi Syariah

Tata Cara Niat Puasa Puasa Ramadhan menurut Empat Madzhab  

1 Maret 2025 16:00
Konsultasi Syariah

Hukum Mencium Mushaf, Bolehkah?

4 Februari 2025 12:47
Konsultasi Syariah

Hukum Nyanyian, Bagaimana Ulama Menyikapinya?

26 Januari 2025 04:57
Makna Ipar adalah Maut menurut Islam
Konsultasi Syariah

Hukum Pernikahan Pria Murtad dengan Muslimah, Ini Kata MUI

6 Januari 2025 15:25
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?