Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
None

CIA Disebut Melakukan Interogasi Brutal Tertuduh Kasus Terorisme

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 10 Desember 2014 11:55 11:55 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 10 Desember 2014 08:26
Bagikan
ilustrasi
Bagikan

Hidayatullah.com—Lembaga intelijen Amerika CIA (The Central Intelligence Agency) disebut melakukan ‘interogasi brutal’ atas tersangka pelaku terorisme sepanjang tahun-tahun setelah serangan 11 September.

Sebuah laporan Komite Intelijen Senat Amerika Serikat menyatakan CIA menyesatkan masyarakat AS terkait efektifitas dari ‘interogasi canggih’.

Interogasi tersebut, menurut laporan Senat, dikelola dengan buruk dari tidak bisa diandalkan.

”Berdasarkan pengertian istilah yang umum, tahanan CIA disiksa,” kata anggota Ketua Komite Intelijen Senat, Dianne Feinstein, dari Partai Demokrat, saat menyampaikan ringkasan laporan, Selasa 9 Desember 2014 dikutip BBC.

Presiden Barack Obama sebelumnya juga mengatakan bahwa berdasarkan pandangannya, teknik yang digunakan sama dengan penyiksaan.
Program interogasi CIA dihentikan Obama ketika menjabat presiden tahun 2009.

Baca Juga

Tahun Baru Hijriah, Kini Punya Makna Perubahan Orientasi Hidup dan Kepedulian Sosial
Cegah Anak Obesitas, Inggris Larang Makanan Manis dan Gorengan di Sekolah
Iran Hujani Israel dengan Rudal Usai Trump Klaim Kemampuannya Melemah
200 Tentara AS Terluka, Iran Nyatakan Siap Perang Panjang
Jerman Penjarakan Seorang Pria Libanon Anggota Hizbullah

Laporan Komite Intelijen Senat yang tebalnya mencapai 6.000 halaman antara lain berisi banyak bukti-bukti namun sebagian tergolong rahasia dan hanya ringkasan 480 halaman saja yang diumumkan.

Pengumuman laporan ini sempat tertunda karena adanya perbedaan pandangan di Washington tentang apa yang bisa diumumkan.
Program interogasi CIA dihentikan oleh Presiden Obama ketika menjadi presiden pada tahun 2009.

Pada masa pemerintahan Presiden George W Bush, operasi CIA atas al-Qaida -yang secara internal dikenal dengan Pengiriman, Penanganan, dan Interogasi- mencakup 100 tersangka teroris yang ditahan di ‘lokasi-lokasi hitam’ di luar Amerika Serikat.

Lokasi hitam merujuk kepada tempat di negara-negara yang aturan hukumnya relatif lebih lemah dibanding Amerika Serikat.

Para tertuduh tindak pidana terorisme itu diinterogasi dengan menggunakan metode yang disebut waterboarding atau menyiram air ke wajah seseorang yang ditutup kain sehingga orang tersebut seperti tenggelam, maupun tamparan, penghinaan antara lain dengan dengan ditelanjangi, maupun dibuat merasa kedinginan dan kekurangan tidur.

Menjelang pengumuman laporan Senat AS itu, pengamanan di berbagai fasilitas Amerika di seluruh dunia ditingkatkan.*

 

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:teroris
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ekonom Rizal Ramli: Naikkan Harga LPG 3 Kg, Kok Tega?
Tulisan selanjutnya Pindah Internet, Jumlah Kepemilikan TV di Inggris Menurun

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pakistan Jadi Tuan Rumah Konferensi Menteri Perempuan OKI, Bahas Sosial Ekonomi dan Politik

Berita
13 Juli 2026 17:00
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif
Matinya Lindsey Graham, Senator AS Paling Vokal Bela ‘Israel’
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaNone

Kurma Israel Beredar di Eropa dengan Label Palsu

20 Februari 2026 07:00
BeritaNone

Video: Pria Disabilitas di Nepal Viral Menjaga Masjid dari Serangan Kelompok Radikal

11 Februari 2026 05:26
None

“Kemunafikan Barat Terbongkar”: Celah Hukum Pernikahan Anak di AS Disorot Aktivis HAM

2 Februari 2026 19:30
None

Tolak Gabung ‘Dewan Perdamaian’, Jerman: Penyimpangan Sistem Internasional

23 Januari 2026 09:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?