Hidayatullah.com – Bukalapak kembali bekerja sama dengan Global Qurban – Aksi Cepat Tanggap (ACT) dalam menyediakan jasa pembelian hewan qurban secara online.
Brand Maneger Bukalapak, Oci Ambrosia mengatakan, pihaknya mengaku senang dengan program tersebut karena hadirnya teknologi juga mampu digunakan untuk mempermudah masyarakat dalam melaksanakan ibadah.
“Ini bisa mempermudah banyak orang yang tidak punya waktu karena sibuk atau lainnya untuk keliling mencari sendiri hewan qurban,” ujarnya di Kantor Bukalapak, Plaza City View, Jakarta, Kamis (25/08/2016).
Lebih dari itu, sambung Oci, banyak manfaat lain yang dirasakan jika berqurban lewat platform online seperti Bukalapak, diantaranya secara ekonomi akan berdampak langsung ke lapak-lapak peternak yang menjadi jaringan untuk menyebarkan hewan qurban.
“Ekonominya bergerak, dan juga bermanfaat buat penerima yang berada di pelosok yang mungkin jarang sekali makan daging,” jelasnya.
Senior Vice President ACT, Imam Akbari menjelaskan, pendistribusian hewan qurban akan menjangkau seluruh wilayah di Indonesia dan 27 negara lainnya seperti wilayah konflik di Timur Tengah.
Khusus di dalam negeri, Imam menambahkan, pihaknya tidak melakukan pengiriman hewan qurban dari pusat, melainkan melalui peternak binaan yang ada di daerah-daerah.
“Kita punya program yang namanya Lumbung Ternak Masyarakat (LTM), makanya kenapa harganya bisa lebih murah, karena memang kambingnya sudah lama disiapkan sejak lama dan lokasinya dekat dengan sasaran,” paparnya.
Sementara itu, Ustadz Bobby Herwibowo mengungkapkan, berqurban untuk daerah lain yang membutuhkan hukumnya boleh, dan justru akan lebih maslahat. Meskipun, kata dia, sang pequrban tidak menyaksikan proses pemotongan secara langsung.
“Karena fiqih mengikuti perkembangan zaman. Selagi tidak bertentangan dalil yang mengharamkan itu boleh,” tukasnya.
Bahkan, terang Bobby, jika semua orang perkotaan berqurban di masjid setempat saja, pendistribusian daging tidak akan luas, sehingga kurang dirasakan manfaatnya.
Padahal, lanjutnya, di hari raya Idul Qurban harusnya semua umat Islam bersukacita, termasuk dengan menyantap hidangan daging.
“Kalau orang perkotaan sudah biasa (makan daging), sedangkan di pelosok berbeda,” tandas Bobby.
Meski pequrban tidak menyaksikan langsung hewan qurbannya disembelih, Imam menegaskan, pihaknya sangat memperhatikan soal pelaporan.
“Selain ada sertifikat akan mendapatkan laporan sebagaimana umumnya berkurban. Ini bagian dari transparansi dan akuntabilitas,” pungkasnya menutup.*