Hidayatullah.com– Wakil Ketua Umum MUI, KH Muhyiddin Junaidi menyampaikan, pada Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VII di Bangka Belitung, MUI akan mengundang negara-negara sahabat yang tergabung dalam Organisasi Kerjasama Islam (OKI).
“Pada KUII lima tahun yang lalu di Yogyakarta itu memang tidak mengundang duta-duta besar dari negara sahabat, berdasarkan pengalaman tersebut kami memutuskan untuk mengundang pada kongres kali ini,” ujar Kiai Muhyiddin kepada hidayatullah.com saat ditemui di kantor MUI, Jakarta, Selasa (11/02/2020).
“Jadi untuk KUII ke-7 di Bangka Belitung kita sudah menyepakati untuk mengundang hanya saja membatasi tamu-tamu asing terutama para duta besar dari negara-negara sahabat, terutama dari OKI,” ujarnya.
Dia mengatakan pentingnya terus menjalin hubungan baik dengan negara-negara tersebut, untuk menunjukkan persahabatan.
“Kami mengundang, karena ini menunjukkan persahabatan kita dengan negara-negara OKI. Dan terus menjalin hubungan baik dengan negara tetangga juga di ASEAN,” tambahnya.
Sementara sebelumnya, Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk Indonesia mengirim surat ke Majelis Ulama Indonesia (MUI). Lewat surat itu, Dubes AS meminta diundang oleh MUI agar ikut di acara Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VII yang akan digelar MUI di Bangka Belitung penghujung bulan ini.
Baca: Minta Diundang, MUI Tak Penuhi Permintaan Amerika ‘Ikut’ di Acara Kongres Umat Islam
Adanya kiriman surat dari Dubes AS itu dibenarkan oleh pihak MUI. Tapi untuk saat ini, MUI belum bisa memenuhi permintaan undangan tersebut. Karena, menurut Wakil Ketua Umum MUI KH Muhyiddin Junaidi, terbatasnya fasilitas di daerah tempat kongres.
“Iya, permintaan itu kita tampung, tapi untuk saat ini kita belum membuka ruang untuk mengundang negara-negara lain. Seperti negara adidaya, karena kegiatannya juga di daerah, dan fasilitasnya terbatas,” ujar Kiai Muhyiddin pada kesempatan yang sama.
Muhyiddin tidak tahu menahu alasan permintaan Dubes AS untuk hadir pada kongres di Babel itu.
“Mereka minta mungkin karena mereka ingin mengetahui, kami tidak tahu, alasan mereka ingin hadir,” ungkapnya.
KUII VII akan membahas beragam persoalan yang dihadapi umat Islam di Indonesia, meliputi politik, keagamaan, media, ekonomi, dan pendidikan.
Wakil Ketua Umum MUI, Ustadz Zaitun Rasmin mengatakan, kongres ini tidak semata-mata hanya kepentingan umat Islam saja, melainkan kepentingan bangsa dan negara.
“Kongres ini tidak semata-mata berpikir untuk urusan umat, tapi urusan bangsa dan negara, jadi dari umat untuk bangsa dan negara kita,” terangnya pada konferensi pers menyambut KUII ke-7 di Gedung Pusat MUI, Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat, Jumat (07/02/2020).
KUII ke-7 akan digelar di Bangka Belitung pada tanggal 26-29 Februari 2020. MUI mengambil tema besar yaitu “Strategi Perjuangan Umat Islam Indonesia dalam Mewujudkan NKRI yang Maju, Adil, dan Beradab”.
Rencananya Presiden RI Joko Widodo dijadwalkan membuka kongres, sementara Wakil Presiden RI, KH Ma’ruf Amin, akan diagendakan menutup perhelatan KUII ke-7.* Azim Arrasyid