Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
None

Uni Emirat Arab Batasi Khutbah Jumat dan Shalat 10 Menit

Ama Farah
Terakhir diupdate: 28 Juni 2024 07:02 7:02 am
Ama Farah
Dipublikasikan 28 Juni 2024 07:00
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Pihak berwenang Uni Emirat Arab (UEA) meminta para imam di seluruh negeri untuk memangkas durasi khutbah Jumat dan shalat jamaah menjadi paling lama 10 menit. Arahan ini mulai berlaku sejak hari Jumat 28 Juni sampai bulan Oktober.

Ekspatriat asal Suriah Mohammed Yaseen, yang biasanya mengikuti shalat Jumat di Dubai Sports City, menyambut baik arahan tersebut.

“Belum lama ini saya terlambat ke masjid dan terpaksa shalat di bawah terik matahari,” katanya. “Rasanya rambut saya mau terbakar disebabkan sengatan panas. Saya berharap imam juga akan membacakan surat-surat pendek saja untuk memudahkan semua orang,” kata Yassen seperti dikutip Khaleej Times Kamis (27/6/2024).

Khutbah Jumat biasanya disampaikan selama 10-20 menit, tergantung khatib.

Ayaz Housee, pendakwah yang berbasis di Dubai, mengatakan banyak orang bersemangat untuk mengikuti shalat Jumat dan mereka berusaha untuk menghadiri shalat berjamaah sekali sepekan itu meskipun masjid penuh.

Baca Juga

Tahun Baru Hijriah, Kini Punya Makna Perubahan Orientasi Hidup dan Kepedulian Sosial
Cegah Anak Obesitas, Inggris Larang Makanan Manis dan Gorengan di Sekolah
Iran Hujani Israel dengan Rudal Usai Trump Klaim Kemampuannya Melemah
200 Tentara AS Terluka, Iran Nyatakan Siap Perang Panjang
Jerman Penjarakan Seorang Pria Libanon Anggota Hizbullah

Pekerja migran asal Sudan Mohammed al Hassan juga senang dengan arahan tersebut.

“Terlebih suhu udara mencapai lebih dari 40 derajat, saya melihat banyak orang kesulitan untuk shalat di luar ruangan di bawah sengatan panas matahari,” ujarnya.

“Pengurangan waktu shalat menjadi hanya 10 menit akan sangat membantu terutama bagi mereka yang tidak mendapatkan tempat di dalam ruangan masjid… Ini merupakan perubahan kecil yang membuat perbedaan besar dalam hal kenyamanan dan kesejahteraan jamaah,” imbuhnya.

Kurun beberapa hari terakhir UEA mencatat suhu udara berkisar 48 dan 50 derajat Celsius. Temperatur panas di negara itu memecahkan rekor setengah abad pada 26 Juni. Puncak musim panas di negara itu biasanya antara Juli dan Agustus. Secara ilmu astronomi, musim panas berlangsung antara Juni sampai September.

Yaseen mengatakan jamaah tidak dapat langsung mengenakan alas kaki atau sepatu usai shalat apabila cuacanya panas.

“Ketika Anda meninggalkan sepatu di luar masjid atau tenda, sepatunya terpapar panas,” kata Yaseen. “Selesai shalat, Anda harus menunggu beberapa waktu untuk dapat mengenakan sepatu, terutama yang berbahan kulit. Jadi bisa dibayangkan bagaimana kesusahan orang yang shalat di bawah panas matahari. Menurut saya mempersingkat khutbah merupakan keputusan yang bijaksana.”

Arab Saudi pekan lalu mengeluarkan arahan serupa, mempersingkat khutbah Jumat dan shalat yang digelar di Dua Masjid Suci menjadi paling lama 15 menit sepanjang musim panas.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:jumatkhutbahshalatUEA
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ribuan Dokter di Inggris Mogok Kerja Sepekan Menjelang Pemilu
Tulisan selanjutnya Lima Negara Ini Minta Warganya Segera Tinggalkan Lebanon

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

Berita
15 Juli 2026 21:36
Mantan Pemimpin Qatar Sheikh Hamad bin Khalifa Wafat
Matinya Lindsey Graham, Senator AS Paling Vokal Bela ‘Israel’
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaNone

Kurma Israel Beredar di Eropa dengan Label Palsu

20 Februari 2026 07:00
BeritaNone

Video: Pria Disabilitas di Nepal Viral Menjaga Masjid dari Serangan Kelompok Radikal

11 Februari 2026 05:26
None

“Kemunafikan Barat Terbongkar”: Celah Hukum Pernikahan Anak di AS Disorot Aktivis HAM

2 Februari 2026 19:30
None

Tolak Gabung ‘Dewan Perdamaian’, Jerman: Penyimpangan Sistem Internasional

23 Januari 2026 09:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?