Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
None

Muslim Kuba yang Menggeliat [3]

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 19 Oktober 2016 20:34 8:34 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 19 Oktober 2016 20:34
Bagikan
Minoritas Muslim Kuba
Bagikan

Sambungan artikel KEDUA

 

Meskipun begitu, Shabana mengatakan bagi dia “permasalahan seperti itu semakin rumit” dan dia meninggalkan pekerjaannya. Saat ini dia memberi pelayanan anak di rumahnya bagi anak-anak pelajar Muslim.

Dia agak segan membicarakan tentang apa yang terjadi di pekerjaan lamanya “Itu hanya tidak kepedulian,” kata dia.

Shabana, seperti sejumlah Muslim Kuba, merasa harus ada peran aktif para Muslim yang dapat dimainkan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat Kuba tentang apa itu Islam.

Baca Juga

Tahun Baru Hijriah, Kini Punya Makna Perubahan Orientasi Hidup dan Kepedulian Sosial
Cegah Anak Obesitas, Inggris Larang Makanan Manis dan Gorengan di Sekolah
Iran Hujani Israel dengan Rudal Usai Trump Klaim Kemampuannya Melemah
200 Tentara AS Terluka, Iran Nyatakan Siap Perang Panjang
Jerman Penjarakan Seorang Pria Libanon Anggota Hizbullah

“Ketika saya keluar hal itu juga baik, mereka selalu bertanya tentang jilbab dan dengan menjawab pertanyaan mereka, mereka belajar sesuatu tentang Islam dan dengan cara itu mereka mulai beradaptasi. Sehingga mereka mengetahui apa Islam itu, tidak seperti yang mereka dengan dari orang-orang,” katanya.

Bisnis-bisnis kecil yang memberi pelayanan pada masyarakat setempat memainkan peran dalam menghasilkan diskusi tentang Islam di Kuba.

Jorge Miguel Garcia, yang nama Muslimnya Khaled, merupakan seorang pemilik Kafe di Santiago yang menjadi tempat bertemu baik bagi masyarakat Muslim ataupun bagi penduduk non Muslim Kuba.

Khaled berpindah dari Baptisme ke Islam, dan istrinya selama 20 tahun masih tetap seorang Baptis.

Dia dulunya bekerja di obat-obatan forensik, tetapi ketika pemerintah mengizinkan penduduk Kuba untuk membangun bisnis kecil dia mengambil kesempatan itu.

“Tidak seperti Kafe lain, kami tidak menjual alkohol dan hal itu tidak pernah menjadi masalah.”

Jorge Miguel Garcia, yang juga dikenal dengan nama Khaled, pemilik kafe.

Dia awalnya memiliki ide untuk mengimpor peralatan motor, tetapi bisnis import saat ini bukan bisnis yang diperbolehkan di Kuba, dia lebih memilih membangun Kafe Sport dengan teman non-Muslimnya.

Mereka menjual makanan termasuk juga daging babi, tetapi Khaled berharap suatu hari dia dapat menjalankan Kafe yang sepenuhnya berdasarkan ajaran Islam. Dia percaya hal itu masih dapat menjadi bisnis yang menguntungkan.

“Memang benar bahwa masyarakat Kuba sangat menyukai makanan berbahan daging babi,” katanya, “tetapi keadaan sedang berubah dan orang-orang lebih menginginkan mencoba makanan-makanan baru. Saya sudah menjual pizza vegetarian, yang tidak kalian temukan dimanapun, dan tidak seperti kafe lain, kami tidak menjual alkohol dan itu tidak pernah menjadi masalah.”

Bagi dia, kafe berpengaruh, meskipun tidak secara sengaja, menjadi cara meningkatkan pemahaman masyarakat Kuban tentang Islam.

“Orang-orang yang datang pertama kalinya selalu menanyakanku tentang Islam dan saya menyukai itu, bahwa mereka tertarik. Banyak yang kembali khususnya karena mereka melihat kafe ini sebagai tempat yang menyehatkan di mana semua orang dilayani dengan hormat. Itu merupakan prinsip Islam: damai, cinta dan berserah diri pada Allah.”

Sebuah komunitas yang sedang dibangun

Pada 2015, sebuah museum di Calle Oficios di Old Havana diubah menjadi tempat ibadah dengan dukungan dari Office of the Historian, badan yang bertanggung jawab atas pembangunan di Havana pusat.

Tempat itu merupakan tempat yang paling mendekati sebuah masjid yang saat ini dimiliki Kuba dan merupakan tempat di mana Muslim Havana dapat melaksanakan sholat Jumat.

Di kota lain, solusinya lebih informal, orang-orang membangun sebuah tempat ibadah di rumah mereka sendiri.

Hassan dan Shabana memiliki ruangan kecil yang dipasangi karpet di rumah mereka di mana Muslim lain di wilayah itu dapat datang untuk beribadah.

“Kami tidak punya hal lain untuk ditawarkan pada mereka,” kata Shabana, “tetapi saudara dan saudari selalu diterima.”

Jamal mengatakan ruang ibadah umum bagi Muslim di Santiago merupakan sebuah prioritas.

Belum ada persetujuan, atau pendanaan, bagi masjid.

“Kami sedang membangun sebuah ruangan kecil, sekitar 12 meter persegi, untuk beribadah. Harapannya di masa depan – Insya Allah – mereka akan membolehkan kami membangun sebuah masjid yang layak. Dengan cara itu kami dapat berinteraksi sebagai sebuah masyarakat, saling mempelajari satu sama lain – selalu menyenangkan bertemu dan mempelajari orang-orang dari negara lain.”

Beberapa dukungan datang dari luar. Arab Saudi telah mendanai laboratorium bahasa baik di Havan dan Santiago dan pada 2014 telah mempunyai stan di Havana Book Fair di mana literatur tentang Islam dan al-Quran berbahasa Spanyol dibagikan. Raja Abdullah dari Arab Saudi, yang meninggal pada Januari tahun lalu, mendanai lima penduduk Kuba untuk melakukan ibadah Haji pada 2014. Mimpi yang hampir mustahil bagi kebanyakan Muslim Kuba, yang pendapatan pekerja pemerintah hanya sekitar $20 setiap bulannya.

Jamal dan Isa termasuk dalam lima orang yang beruntung itu.

“Saya tidak pernah berharap akan berangkat Haji secepat itu,” kata Jamal.

“Ketika saya tiba di Jeddah, di bandara, hal pertama yang saya dengar merupakan panggilan adzan, dan saya mulai menangis,” kenangnya.

“Kuba pastinya telah berubah,” kata Jamal. “Tetapi bagiku hal-hal akan benar-benar berubah ketika kami diperbolehkan membangun masjid kami sendiri, pusat belajar kami sendiri – untuk mempunyai hak-hak yang dimiliki agama lain. Ketika para wanita dapat menggenakan hijab mereka tanpa adanya masalah. Hal itu akan menjadi perubahan yang sesungguhnya.”/sambung Nashirul Haq AR

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:arab saudihavanaKomunis Kubamuslim Kuba
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kemunculan Donal Trump, AS Mendadak Dibanjiri Pesan Anti-Yahudi
Tulisan selanjutnya Akui Matikan Internet Assange, Ekuador Bantah Ditekan Amerika

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Berita
15 Juli 2026 21:25
Pakistan Jadi Tuan Rumah Konferensi Menteri Perempuan OKI, Bahas Sosial Ekonomi dan Politik
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaNone

Kurma Israel Beredar di Eropa dengan Label Palsu

20 Februari 2026 07:00
BeritaNone

Video: Pria Disabilitas di Nepal Viral Menjaga Masjid dari Serangan Kelompok Radikal

11 Februari 2026 05:26
None

“Kemunafikan Barat Terbongkar”: Celah Hukum Pernikahan Anak di AS Disorot Aktivis HAM

2 Februari 2026 19:30
None

Tolak Gabung ‘Dewan Perdamaian’, Jerman: Penyimpangan Sistem Internasional

23 Januari 2026 09:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?