Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Inspirasi Ramadhan

Bantuan Allah selalu Datang Saat Pasrah

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 11 Juli 2013 08:06 8:06 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 11 Juli 2013 08:06
Bagikan
Masjid Sunda Kelapa
Bagikan

“BANGUN dek, nasi kotak-nya habis,” demikian suara seorang perempuan yang sejak awal malam berada di belakang shaf sholat saya.  

Hari ini, panitia Masjid Agung Sunda Kelapa (MASK) menyediakan  kotak nasi makan sahur hanya 150 kotak. Siapa sangka, jumlah jamaah yang datang lumayan banyak membuat sebagian tidak kebagian.

Melihat jatah nasi makan sahur kurang, beberapa wanita dan pria yang rata-rata berumur paruh baya segera lari menuju warung  di luar masjid.

“Katanya, yang gak kebagian nasi korak ke warung sebelah saja, gratis,” jelas seorang ibu sambil mengangkat kain mukena bagian bawahnya sampai ke bahunya.

Saya sendiri yang tidak mendapat nasi kotak ikut ngantri bersama puluhan jemaah mengantri. Warung makan satu-satunya yang melayani pembelian mulai dipenuhi jemaah yang berbaris panjang.

Baca Juga

Jubah 1.000 Dirham: Totalitas Tamim Ad-Dary Menjemput Lailatul Qadar
Bulan Puasa Melatih Pola Hidup Sederhana
Dapur Ramadhan Hammad: 500 Ifthar Harian Plus 50.000 Dirham Lebaran
Kisah Jenaka Bulan Puasa 5 : Cara Unik Membangunkan Warga untuk Sahur
Teladan Keteguhan Imam Ahmad dan Kasman Singodimedjo pada Bulan Ramadhan

Dari wajah mereka, tampak ekspresi  resah. Jarum jam sudah bergerak hampir melampaui 10 menit dari jam 4 pagi. Itu berarti tersisa waktu sekitar 30 menit lagi sebelum waktu Shubuh..  

Melihat pemandangan itu, saya memutuskan untuk tidak ikut mengantri. Kembali kedalam masjid, mengambil air wudhu dan bergabung dengan jamaah lainnya yang sudah makan sahur untuk segera shalat Subuh.

“Sudah makan?” ujar seorang ibu paruh baya bertanya kepada temannya.

“Sudah, tapi belum kenyang. Makan nya bareng-bareng sama lainnya, soalnya,” ujarnya menjawab pendek.

Tiba-tiba wanita yang paruh baya  mengeluarkan nasi bungkus. Ia menyerahkannya pada temannya tadi. Keduanya tampak akrab dan sepertinya sudah menjadi jemaah tetap MASK. Sang tema kontan kegirangan.

Entah, apa dia tahu saya belum sahur atau tidak, tiba-tiba, ia membalikkan tubuhnya hingga kedua wajah kami berhadapan sambil meletakkan sebungkus nasinya di hadapan kami.

“Ini mbak, kita makan sama-sama, yuk,” ucapnya riang.

Subhanallah. Rasanya tepat sekali makanan ini dihadirkan Allah untuk saya.

“Ayo, buruan. nanti keburu Imsyak,” tuturnya sambil tersenyum.

Akhirnya nasi bungkus kami buka.  Isinya nasi putih yang pulen, di dalamnya tercampur satu cumi bumbu kuning dan gulai nangka.

Amboi, ini luar biasa. Bahkan isi lauk pada nasi kotak sebelumnya, berbeda dari yang ada dihadapan saya lihat.

Akhirnya kami makan berdua dengan sang ibu baik hati. Sang ibu yang saya belum sempat menanyakan namanya itu, mencuil cumi dan gulai nangka.  

Alhamdulillah. Awalnya, ketika saya mendapat kabar bahwa tidak dapat jatah makan sahur, sudah pasrah.

“Mudah-mudahan Allah kuatkan badan ini untuk tegak berdiri di atas kedua kaki,” demikian batin saya.

Teringat ucapan seorang ustadz bahwa tubuh ini akan mengikuti ruhnya. Jika ruhnya kuat, maka si tubuh mulai menyesuaikan dengan kebiasaan baru.

“Bismillah, asalkan minum air putihnya banyak, InsyaAllah aman,” ujar bisikan di hati.

Kondisi terjepit seringkali membuat kita mampu melampaui batas kemampuan normal. Situasi yang tidak nyaman atau bahkan menyudutkan, menjadi alat pendorong untuk bangkit dan bergerak. Situasi pasrah hanya kepada Allah satu-satunya tempat bergantung, barangkali yang segera membuat Allah menurunkan bantuan dan rezekinya.

Nasi bungkus yang berada di depan saya, memberikan pelajaran bahwa rezeki setiap orang sudah diatur oleh Allah. Ada saatnya kita perlu mengerahkan sekuat tenaga untuk mencapai tujuan . Tapi Allah tidak pernah tidur.

Dalam kehidupan, Allah seringkali memberikan “hadiah-hadiah” secara kontan, tanpa diduga.

Inilah rezeki Allah yang tidak disangka-sangka.

Nasi bungkus untuk sahur pagi ini adalah bagian dari rezeki yang diberikan Allah pada saya hari ini.

Terimakasih Ya Allah, pagi ini Engkau mengajarkan kami  untuk selalu mensyukuri nikmat dan berperasangka baik pada-Mu. */kiriman Rias Andriati

 

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Sujud Awal Ramadhan Balita Strasbourg
Tulisan selanjutnya Koptik Mesir Mulai Kecewa dengan Pemerintah Sementara Mesir

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara

Berita
31 Mei 2026 05:45
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Inspirasi RamadhanRamadhan

Seribu Dirham Ramadhan dan Ujian Keikhlasan

8 Maret 2026 17:00
5 Tips Mendidik Anak agar Cinta Ramadhan
Inspirasi Ramadhan

5 Tips Mendidik Anak agar Mencintai bulan Ramadhan

25 Maret 2022 06:00
Sejarah perang di bulan ramadhan
Inspirasi Ramadhan

9 Perang Kaum Muslimin di Bulan Ramadhan

16 April 2021 07:00
Takjil Sehat Kacang Hijau Almond
Inspirasi Ramadhan

5 Resep Takjil Sehat Untuk Berbuka Puasa

14 April 2021 14:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?