Hidayatullah.com– Misi utama setiap Mukmin menjalani Ramadhan agar menjadi orang bertaqwa. Allah Subhanahu Wata’ala telah menggariskan itu dalam Surat al-Baqarah ayat 183. Cara mencapai taqwa pun telah Dia sampaikan dalam Surat al-Maidah ayat 35.
“Kata Allah, ambillah wasilah-wasilah, jalanilah saran-sarana yang bisa menyampaikan kita kepada derajat taqwa,” ujar Nashirul Haq, Lc, MA, Ketua Umum DPP Hidayatullah.
Ulama tafsir, lanjutnya, telah menjelaskan, al-wasilah yang dimaksud di situ adalah segala bentuk amal shaleh, kebaikan, dan taqarub kepada Allah.
“Maka dalam konteks Ramadhan ini, ada tiga sasaran yang akan kita capai,” ujarnya dalam acara Tarhib Ramadhan 1437 Garda Kota di Depok, Jawa Barat, beberapa waktu lalu. Ketiga misi itu adalah sukses ibadah, sukses tarbiyah, dan sukses dakwah.
“Ramadhan yang berulang kali kita jalani, kita ikuti, setiap tahun… tetapi karena dijalani secara alamiah tanpa satu visi yang jelas, maka juga hasilnya tidak begitu nampak. Baik secara pribadi, keluarga, apalagi secara keumatan,” ungkapnya dalam acara bertema “Menjadi Pemenang di Palagan Ramadhan” itu.
Sukses Ibadah
Nashirul Haq menjelaskan, dalam misi pertama, setiap Mukmin sebaiknya memasang target-target ibadah yang seharusnya sejak sebelum Ramadhan. Misalnya, selama sebulan, targetnya khatam membaca al-Qur’an 3 kali plus 1 kali dengan makna dan tadaburnya.
“Mari kita bertekad warga Hidayatullah minimal 3 kali khatam (al-Qur’an),” serunya disambut kesiapan jamaah.
Tiga kali khatam al-Qur’an itu sederhana, sebab 1 hari cukup membaca 3 juz. Yang itu, menurutnya, bisa dilakukan hanya sekitar 1,5 jam bagi yang sudah lancar bacaannya.
Strategi membacanya, setiap usai Shubuh minimal 1 juz. Jangan beranjak dari tempat duduk sebelum baca 1-2 juz. Maka siang-malamnya tinggal dilanjutkan, ungkapnya.
“Pengalaman kita, kalau satu hari itu target tidak tercapai, pada hari berikutnya tentunya sudah susah kita kejar. Oleh karenanya, jangan sampai ada lewat 1 hari kemudian kurang dari 3 juz. Maka target susah,” ungkap mantan Ketua STISHid Balikpapan ini.
Contoh lainnya, memasang target shalat tahajud minimal 1 jam tiap malam. Selain tahajud, bisa juga tarawih. Agar target ini tercapai, ia memberikan tips khusus. “Jangan terlalu banyak makan dan jangan terlalu lama begadang,” ungkap lulusan Universitas Islam Madinah ini.
Sebaliknya, jika kedua hal itu dilakukan, maka, menurut dia, target tahajud akan terasa berat dan sulit tercapai.
Begitu pula dengan target lain seperti membayar zakat, infaq, dan sedekah (ZIS), agar ditekadkan dengan kuat untuk bisa tercapai optimal selama Ramadhan.
Sukses Tarbiyah
Pada misi kedua ini, Nashirul Haq berpesan agar umat Islam menggiatkan berbagai bentuk kegiatan keilmuan, sepertian kajian, halaqah, dan sebagainya.
Tujuannya untuk mentarbiyah diri, demi peningkatan pemahaman terhadap al-Qur’an, Islam, dan sebagainya. Dengan tarbiyah, insya Allah bisa memperbaiki akhlak serta meningkatkan amal shaleh.
“Kita manfaatkan Ramadhan ini untuk mengaktifkan halaqah kita. Baik itu halaqah rutin di masjid, maupun halaqah-halaqah kader yang sudah dibentuk. Kita pastikan halaqah tetap aktif ini selama bulan Ramadhan,” serunya.
Misi ketiga ini juga harus ditargetkan. “Kita manfaatkan Ramadhan ini sebagai bulan dakwah juga,” pesan Nashirul Haq.
Berdakwah, jelasnya, tidak harus dengan ceramah. Bisa dengan bersilaturahim ke berbagai kalangan masyarakat, berdiskusi mencari solusi atas permasalahan di negeri ini. Termasuk bersinergi dengan pemerintah.
Sukses dakwah juga terkait penggalangan dana umat terutama bagi lembaga-lembaga ZIS. Apalagi, kata dia, di bulan Ramadhan ini, setiap hati kaum Muslimin dibuka.
“Kalau di luar Ramadhan, orang itu mikir-mikir untuk berinfaq. Tapi di bulan Ramadhan itu kalau disentuh sedikit saja (hatinya), masya Allah, pasti (memberi. Red),” paparnya.
Jadi, baik secara pribadi maupun berkelompok, kata dia, “Dakwah ini sangat efektif kita lakukan di bulan Ramadhan.”
Istiqamah
Memungkasi nasihat panjangannya, Nashirul Haq berpesan agar misi-misi itu dijalankan secara istiqamah, simultan, beriringan, dan proporsional. Agar umat Islam menjadi pemenang atas pertarungan melawan hawa nafsu selama Ramadhan.
Ada tips darinya agar bisa istiqamah beramal shaleh. Di antaranya dengan menghukum diri sendiri apabila melakukan kesalahan atau lalai melakukan kebaikan (mu’aqabah).
“Satu contoh, kalau di bulan Ramadhan ini ternyata gara-gara gadget yang telah menyibukkan kita, kemudian tidak tembus (baca al-Qur’an) 3 juz setiap hari, maka salah satu bentuk mu’aqabah-nya, kita infaqkan gadget kita ke takmir Masjid Ummul Quraa,” ungkapnya pada acara di halaman masjid tersebut. Siap?!*