Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Inspirasi Ramadhan

Waspada! Beribadah tapi Melupakan Allah

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 12 Juni 2016 21:19 9:19 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 12 Juni 2016 21:15
Bagikan
[Ilustrasi] Shalat berjamaah di masjid.
Bagikan

Hidayatullah.com– Ini kisah spiritual Ihsan, bukan nama sebenarnya. Di shubuh keenam Ramadhan, kegalauan menimpanya. Berbagai macam rasa berkecemuk dalam hatinya; sesal dan marah tapi entah kepada siapa. Ada apa dengannya?

Ihsan, sebagaimana sebagian Muslim lainnya dalam menyikapi Ramadhan, memasang target ibadah harian. Sebelum masuk Ramadhan, ibadah wajib kadang dilalaikan, ibadah sunnah banyak ditinggalkan.

Maka di bulan suci, ia berazam memperbaiki diri dan ibadahnya. Salah satunya shalat berjamaah. Di luar Ramadhan, ia kerap masbuk shalat berjamaah. Kadang sampai lima waktu shalat dalam sehari.

Targetnya di bulan penuh rahmat, tidak akan tertinggal lagi shalat jamaah. Ia mengharuskan diri selalu ikut takbir pertama imam. Dan kenyataannya, ia memang mampu setelah memanajemeni waktunya dengan baik.

Hari pertama, alhamdulillah lancar tertunaikan. Hari kedua juga demikian. Demikian seterusnya hingga hari kelima. Shalatnya tidak lagi ketinggalan.

Baca Juga

Jubah 1.000 Dirham: Totalitas Tamim Ad-Dary Menjemput Lailatul Qadar
Bulan Puasa Melatih Pola Hidup Sederhana
Dapur Ramadhan Hammad: 500 Ifthar Harian Plus 50.000 Dirham Lebaran
Kisah Jenaka Bulan Puasa 5 : Cara Unik Membangunkan Warga untuk Sahur
Teladan Keteguhan Imam Ahmad dan Kasman Singodimedjo pada Bulan Ramadhan

Cobaan datang pada 6 Ramadhan 1437, Sabtu (11/06/2016). Shubuh itu, entah ada apa, takmir masjid dekat rumahnya memutuskan mengumandangkan iqamat lebih cepat dari biasanya. Padahal biasanya iqamat berkumandang 10 menit selepas azan. Dan, nahas, bagi Ihsan.

Baru saja ia selesai shalat sunnah fajar di rumah, iqamat sudah berkumandang. Jarak rumahnya ke masjid di sebuah kota di Jawa Timur itu memang dekat, 200-an meter. Ia shalat sunnah di rumah untuk mengamalkan hadits mengenai keutamaan amalan ini.

Walau sedekat itu jaraknya, dia tidak sempat mengikuti takbir pertama imam. Lemaslah dia. Semangatnya tiba-tiba menurun ke titik mengkhawatirkan. Asa yang ia pupuk selama 5 hari, hancur berkepingan.

“Ya Allah!” rintihnya tiba-tiba ingat kepada Allah, “gagal saya,” lanjutnya meratapi nasib.

Jangan Merasa Bisa

Selepas shubuh itu, ia memuhasabah diri. Berbagai pertanyaan ia ajukan untuk dijawab sendiri. Apa yang terjadi? Apa yang hendak Allah tunjukkan?

Ia tidak mungkin marah kepada takmir yang mengumandangkan iqamat di luar jadwal. Ia tidak mungkin meluapkan emosi kepada imam yang barangkali minta iqamat disegerakan. Ia hanya bisa menyesalkan keadaan. Yang paling ia sesali adalah terlalu sombongnya dirinya karena tak meminta pertolongan Allah.

Ya, ia teringat akan doa yang diajarkan Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam. Doa kerendahan diri yang diucap sebelum salam. Mungkin ia tidak lupa, hanya kurang sungguh-sungguh dalam memintanya. Hanya sebatas formalitas sebagai doa penutup tahiyat sebelum salam.

اللهم أعني على ذكرك وشكرك وحسن عبادتك

Allahumma ‘ainnii ‘ala dzikrika wa syukrika wa husni ‘ibadatik.

“Ya Allah, tolonglah aku dalam berdzikir kepada-Mu, mensyukuri segala nikmat-Mu, dan membaguskan ibadah kepada-Mu.” [Hadits Riwayat Ahmad, Abu Dawud, dari shahabat Muadz bin Jabal]

Doa ini mengajarkan bahwa kita bukanlah apa-apa dan siapa-siapa. Segala yang kita lakukan adalah karena sifat Ar-Rahim, Ar-Rahman, serta Rahmat Allah Subhanahu Wata’ala.

Kita sujud, tidak bisa kecuali karena bantuan-Nya. DIA-lah yang menggerakkan iman di hati untuk melakukannya. Kita berdoa, tidak bisa tanpa bimbingan-Nya. DIA-lah yang menggerakkan jemari terbuka untuk meminta kepada-Nya.

Kita menangis, tidak bisa kecuali karena taufik-Nya. DIA-lah yang melembutkan hati sehingga mata menangis karena-Nya.

Inilah yang Ihsan telat sadari. Bahwa dirinya ada, berusaha, dan bisa karena Allah semata. Bahwa ibadah-ibadah yang selama ini ia lakukan hanya karena bantuan-Nya. Ia merasa terlalu sombong; membuat target ibadah tinggi, tapi lupa meminta dibantu oleh Allah. Dirinya terlalu naif, merasa bisa melakukannya seorang diri.

Inilah yang (mungkin) Allah ingin Ihsan sadari lebih dini. Mumpung Ramadhan masih panjang. Hari-hari berikutnya, Ihsan bertekad terus meminta bantuan-Nya untuk memenuhi targetnya. Dan tentunya, juga, ibadah lainnya. Kalau selama ini merasa sudah meminta, berarti frekuensi meminta itu harus ditingkatkan. Kualitasnya pun harus maksimal. Allahu a’lam!* Dikisahkan kepada penulis, Ibnu Basyier

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Berjamaah di MasjiddoaibadahImanInspirasi Ramadhanistiqamahmenghidupkan sunnahRamadhan 1437 Hshalat shubuhtidak sombong
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ramadhan di Daraya, Warga yang Kelaparan ‘Disuguhi’ Bom Gentong Bashar al Assad
Tulisan selanjutnya Pemimpin IS al-Baghdadi Dikabarkan Lari ke Suriah setelah Terluka

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB

Berita
31 Mei 2026 19:39
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Inspirasi RamadhanRamadhan

Seribu Dirham Ramadhan dan Ujian Keikhlasan

8 Maret 2026 17:00
5 Tips Mendidik Anak agar Cinta Ramadhan
Inspirasi Ramadhan

5 Tips Mendidik Anak agar Mencintai bulan Ramadhan

25 Maret 2022 06:00
Sejarah perang di bulan ramadhan
Inspirasi Ramadhan

9 Perang Kaum Muslimin di Bulan Ramadhan

16 April 2021 07:00
Takjil Sehat Kacang Hijau Almond
Inspirasi Ramadhan

5 Resep Takjil Sehat Untuk Berbuka Puasa

14 April 2021 14:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?