Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Wawancara

LPPOM MUI: “Status Halal-Haram Tidak Sederhana”

Ahmad
Terakhir diupdate: 7 Oktober 2013 05:58 5:58 am
Ahmad
Dipublikasikan 7 Oktober 2013 05:58
Bagikan
Direktur LPPOM-MUI Ir. Lukmanul Hakim
Bagikan

Hidayatullah.com–Pasca Idul Fitri lalu, umat dihebohkan dengan pesan sporadis tentang keharaman sejumlah restoran beken di negeri ini. Di antaranya restoran Solaria, Starbucks, J&Co, Coffee Beans, Baskin Robins Ice Cream, dan lainnya. Restoran-restoran tersebut memang belum tersertifikasi halal oleh Lembaga Pengkajian Pangan Obat-obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM-MUI). Tapi, apakah serta-merta status mereka menjadi haram?

Berikut penjelasan Direktur LPPOM-MUI Ir. Lukmanul Hakim yang hidayatullah.com wawancarai Kamis, (03/10/2013) lalu.

Apakah LPPOM  telah mengeluarkan vonis haram terhadap sejumlah restoran?

Sebetulnya MUI tidak pernah mengeluarkan vonis haram. Tapi, bahwa restoran-restoran itu belum tersertifikat halal itu betul. Kalau dicek di situs kami, restoran-restoran itu memang belum tersertifikasi halal.

Tapi kalau dipastikan haram, kita belum tahu. Artinya status restoran-restoran itu syubhat, atau tidak jelas. Konsumen harusnya menghindari. Karena kalau kita jatuh kepada hal yang syubhat, kita bisa jatuh kepada hal yang haram.

Baca Juga

Pengamat Politik Internasional UI Sofwan Al-Banna Menampik Adanya Hubungan Kuat Hamas dengan Syiah
Kisah Hafizh Belajar Menghafal Qur’an: “Pahitnya” Bambu, Manisnya Pisang Goreng [2]
Kisah Hafizh Belajar Menghafal: Al-Qur’an Dieja Pakai Bahasa Latin [1]
Sinyo Egie, Pendiri Peduli Sahabat:  Pelaku LGBT Harus Punya Niat dan Keinginan Sembuh
Kisah Ustadz Hasan Ibrahim Bergabung Hidayatullah: Masuk Hutan, Batalkan Kuliah Madinah

Apakah boleh mengatakan restoran-restoran itu haram?

Memastikan status halal-haram itu bukan suatu yang sederhana. Tidak bisa dengan mudah mengatakan yang tidak disertifikasi langsung haram. Jadi kami di MUI mengatakan, yang bersertifikat halal itu yang jelas kehalalannya. Yang belum disertifikat, belum jelas statusnya. Kecuali dengan jelas dia mengumumkan produknya mengandung babi, alkohol, atau zat-zat yang jelas keharamannya.

Berapa banyak restoran besar yang belum tersertifikasi halal?

Saya tidak tahu, karena banyak sekali. Tapi yang sudah kita sertifikasi sekitar tiga puluhan. Itu restoran-restoran besar yang sebarannya nasional.

Apakah LPPOM sudah menyurati restoran-restoran tak bersertifikat halal itu?

Yang pasti, sejak isu itu muncul usai Lebaran lalu kita mengadakan pertemuan dengan restoran-restoran itu yang difasilitasi Kementerian Perdagangan. Dan akan ada pertemuan-pertemuan berikutnya.

Restoran apa saja yang diundang?

Waktu yang kita undang khusus yang kena isu, Solaria, Starbucks, J & Co, Coffe Beans, kami persilahkan kepada mereka (untuk urus sertifikasi). Karena sertifikat halal di Indonesia masih bersifat sukarela. Kita siap pendampingan sistem dan manajemen halal dan lainnya. Kita tunggu saja.

Apa respons mereka?

Ada yang merespon ada yang belum merespon ada yang mengaku belum jelas soal masalah sertifikasi karena pada pertemuan pertama itu kita masih belum detil menjelaskan. Solaria sudah masuk (mengurus sertifikasi halal).

Kabarnya Bread Talk pernah punya sertifikat halal, tapi tidak diperpanjang?

Bread Talk pernah punya sertifikat halal, tapi tidak diperpanjang. Tapi kini mereka sudah mensertifikasi bahan-bahan yang mereka pakai. Tapi restorannya belum tersertifikasi. Sertifikasi halal baru untuk bahan-bahan (roti). Yang mereka pakai saja, menu-menu lain di gerai dan resto mereka belum tersertifikasi halal. Soalnya kita tidak tahu apakah bahan-bahan yang sudah tersertifikasi itu juga mereka gunakan untuk yang mereka jual di restoran.

Bagaimana dengan restoran-restoran kecil seperti rumah makan Padang atau Warteg?

Selama belum disertifikasi status mereka syubhat. Sama saja dengan restoran-restoran besar.

Karena teknolongi pangan sangat kompleks. Zat-zat haram bisa saja datang dari penyedap, perasa, dan lainnya yang mereka beli secara curah dan tidak jelas status halalnya.

Kalau diberlakukan untuk restoran-restoran kecil, apakah tidak memberatkan?

Biaya sertifikasi sangat terjangkau mulai dari 300 ribu hingga 5 juta rupiah tergantung besar-kecilnya restoran tersebut.

Kita juga sudah punya template sistem jaminan halal untuk berbagai skala restoran. Soal, biaya sertifikasi kita selalu ada solusi. Bahkan ada rumah makan kecil yang kita gratiskan biaya sertifikasinya.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Bread TalkCoffee BeanshalalharamMUIsertifikasiSolariaStarbucksm J & Co
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Menag: Penyelenggaraan Haji Berjalan Baik
Tulisan selanjutnya MUI tak Keluarkan Vonis Haram, beberapa Restoran Belum Bersertifikasi Halal

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Bendera Palestina dan Bendera Irlandia di Balai Kota Dublin
Berita

Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli

Berita
1 Juni 2026 11:20
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Wawancara

Pakar Anti Feminisme Dr Norsaleha Mohd Salleh: Liberalisme dan Feminisme Itu Satu Paket

24 Juli 2021 17:03
baitul maqdis
Wawancara

Dr. Khalid el-Awaisi: “Kini Banyak Orang Islam Berhati Zionis”

11 Juni 2021 09:55
Masjid Al-Aqsha
Wawancara

Akademisi Gaza: “Dihujani Berton-ton Bom, Kami akan Tetap Bersandar pada Allah untuk Perjuangkan Masjid Al-Aqsha”

22 Mei 2021 10:45
Wawancara

Ahmad Sarwat: Salafi Termasuk Ahlus-Sunnah wal-Jama’ah

15 April 2021 11:06
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?