Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Surat Pembaca

INSISTS Gelar Seminar ‘Fenomena Transnasionalisme Islam Liberal di Dunia Akademik’

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 17 September 2019 19:04 7:04 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 15 September 2019 14:03
Bagikan
Seminar sehari tentang Warisan Intelektual dan Keulamaan Buya Hamka, di aula INSISTS, Jakarta, Sabtu (10/06/2017).
Bagikan

Hidayatullah.com-Institute for the Study of Islamic Thought and Civilizations  (INSISTS) pada hari Ahad 15 Sepetember 2019 atau 15 Muharram 1441, menggelar seminar sehari seputar ideologi transnasionalisme di Aula Imam al-Ghazali.

Bila pada umumnya di kalangan publik tema yang sering dibahas tentang ideologi transnasionalisme adalah tentang ideologi terorisme, radikalisme dan semacamnya, INSISTS justru membahas fenomena transnasionalisme lain yang jarang dibahas dan tak kalah berbahaya, yaitu: liberalisme di duia akademik.

Liberalisme di Indonesia sudah banyak menjangkiti berbagai kalangan. Ideologi ini bukan saja diaplikasikan dalam budaya dan ekonomi saja, namun juga dunia akademik. Salah satu yang menjadi sasaran empuk para pengasong ideologi ini adalah studi Islam.

Kasus yang baru-baru ini terjadi mengenai penghalalan zina dalam disertasi di salah satu perguruan tinggi Islam Indonesia misalnya, juga terpengaruh dengan ideologi tansnasionalisme, liberalisme. Sangat tampak sekali bahwa disertasi itu dipengaruhi oleh tokoh liberal bernama Muhammad Syahrur (Damaskus), seorang insinyur yang dikenal banyak menulis kajian kontroversial Islam berbau liberal.

Rupanya, di banyak perguruan tinggi Indonesia, ide-ide semacam itu banyak digandrungi. Sebut misalnya para pemikir liberal dunia Arab semacam Nasr Hamid Abu Zaid (Mesir), Abid Al-Jabiri (Maroko), Khaled Abou Fadl (Kuwait), Mohamed Arkoun (Aljazair), Abdullah Ahmad an Naim (Sudan) dan Farid Esack (Afrika Selatan) adalah sederet contoh yang menghiasi banyak pemikiran studi perguruan Islam di tanah air.

Baca Juga

22 Tahun Wahdah Eksis jadi Ormas
Harga Telur Melambung Tinggi, Bagaimana Islam Mengatasi?
Lemahnya Agama, Penyebab Munculnya Pergaulan Bebas
Uang Kripto sebagai ‘People Money’
Hari HAM Sedunia, Muslim Thailand Selatan Masih dalam Tekanan dan Diskriminasi

Bertolak dari fenomena tersebut, INSISTS berupaya menghelat kajian yang cukup mumpuni dengan tajuk “Fenomena Transnasionalisme Islam Liberal di Dunia Akademi.”

Yang dibahas pada seminar ini di antaranya praktik liberalisasi berkedok akademis, motif, tokoh-tokoh di baliknya, apa saja yang menjadi diskursus, muatan ideologis, basis epistimologis, serta tantangan dan dampak serius dari liberalisasi ini.

Seminar pada acara yang diadakan dari jam 08.30-16.30 ini, diisi oleh empat pakar muda muslim yang otoritatif, yaitu: Dr Nirwan Syafrin Manurung, M.A (Pemikiran Liberal di Dunia Arab); Dr. Syamsuddin Arif, M.A, (Shahrour dan Diabolisme Ilmiah); Dr. Zahrul Fata, MIRKH (Corak Liberal dalam Studi Islam); dan Dr. Henri Shalahuddin, MIRKH (Nasr hamid dan Liberalisasi Studi Islam di Perguruan Tinggi).

Dengan mengikuti seminar ini, para peserta diharapkan tidak gampang terpengaruh dengan ideologi tansnasionalisme-liberalisme; utamanya di dunia kampus. Di samping itu, supaya lebih memperdalam kajian Islam sesuai world view-nya dan tetap menggunakan nalar kritis dalam menghadapi fenomena tersebut. Terlebih, akan lebih bagus jika turun aktif dalam menghadapi banjirnya serangan liberalisme baik melalu lisan maupun tulisan ilmiah.

Saya jadi teringat perkataan Jabir bin Abdullah Ra., “Jika ada (generasi) akhir umat Islam melaknat (mencela) pendahulunya (generasi awal atau Islam secara khusus; baik secara terang maupun tersembunyi), maka bagi orang yang memiliki ilmu hendaknya melawannya (dengan menunjukkan ilmu yang benar), karena orang yang menyembunyikan ilmu pada waktu itu seperti orang yang menyembuyikan apa yang diturunkan Allah kepada Muhammad ﷺ (al-Qur`an).”*/Mahmud B Setiawan

 

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Dunia AkademikDunia ArabINSISTSislam liberalliberalismperguruan tinggi islamSePILISStudi IslamTransnasionalisme
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Afrika Barat Sepakat Kumpulkan Dana $1 Miliar untuk Perangi “Jihadis”
Tulisan selanjutnya Pesantren Terdampak Asap Kebakaran di Kalbar

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Berita
3 Juni 2026 12:30
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Surat Pembaca

Racun LGBT Makin Meluas, Jaga Ketahanan Keluarga Indonesia

28 Mei 2022 12:30
cerita
Surat Pembaca

Pentingnya Memilih Cerita Sebagai Hiburan

26 November 2021 13:37
Surat Pembaca

Tanggapan atas Pernyataan Bahwa Semua Agama itu Benar

22 September 2021 15:00
Surat Pembaca

Nasyid untuk Wahdah Islamiyah

8 September 2021 07:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?