Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Perundingan Afghanistan dan Taliban Dimulai di Moskow

Ahmad
Terakhir diupdate: 11 November 2018 17:02 5:02 pm
Ahmad
Dipublikasikan 9 November 2018 11:13
Bagikan
[Ilustrasi] Pertemuan Taliban Afghanistan
Bagikan

Hidayatullah.com–Anggota delegasi pemerintah Afghanistan Habiba Sarabi mengatakan mereka datang untuk menghadiri pembicaraan tingkat tinggi langsung pertama dengan Taliban.

Putaran kedua dari Konferensi Moskow tentang Perdamaian Afghanistan akan dimulai pada Jumat di Ibu Kota Rusia.

Pertemuan itu secara khusus menandai pertama kalinya Taliban dan pemerintah Afghanistan bertemu untuk pembicaraan langsung di tingkat tinggi.

Konferensi ini diadakan di tingkat wakil menteri luar negeri dan perwakilan khusus yang terkait.

Baca:  Afghanistan: Sekjen NATO Kembali Tawarkan Dialog ke Taliban 

Berbicara kepada para peserta pada konferensi tersebut, Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov mengatakan pertemuan itu dimaksudkan untuk mencari jalan menuju rekonsiliasi nasional di Afghanistan.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Sebelum pertemuan, Habiba Sarabi, anggota delegasi Dewan Perdamaian Tinggi Afghanistan, mengatakan delegasi pemerintah Afghanistan datang ke Moskow untuk berbicara dengan Taliban.

“Harapan kami adalah bisa berbicara dengan semua anggota pada pertemuan ini,” kata dia.

“Kami datang ke sini untuk solusi politik. Kami menghargai upaya negara manapun yang mencoba berkontribusi untuk perdamaian Afghanistan,” tambah dia.

Invasi Amerika

Sebagaimana diketahui, Taliban (yang artinya murid) adalah gerakan nasionalis Islam Sunni yang secara efektif menguasai hampir seluruh wilayah Afganistan sejak 1996 sampai 2001, sebelum diinvasi AS dan sekutunya.

Taliban dibentuk pada September 1994, berhasil menguasai Afghanistan dan sempat menerapkan hukum Islam terlalu ketat, misalnya mewajibkan wanita menggunakan niqab.

Namun dengan alasa ‘Perang Melawan Teror’ AS memburu tokoh ulama Afhanistan Syeikh Mullah Mohammad Omar, yang merupakan kepala negara Afganistan dari 1996 sampai 2001.

Baca: Taliban Jamin Masa Depan Cerah jika Amerika Keluar dari Afghanistan

Mullah Omar adalah komandan tertinggi Mujahidin Afghan yang mendirikan Imarah Islam Afghanistan tahun 1996. Taliban mengenalinya sebagai Pemimpin Tertinggi Muslim digantikan oleh Mullah Akhtar Mansour pada 2015.  Mullah Omar adalah salah satu tokoh yang berhasil memimpin pengusiran Uni Sovyet  dari Afghanistan.

AS memulai invasi pada bulan Oktober sampai dengan bulan November 2001 yang menyebabkan pihak Taliban keluar dari Ibu Kota Afganistan, Kabul.

AS kemudian menyiapkan presiden baru dari pangasingan bernama Hamid Karzai. Hamid Karzai dipilih  Washington untuk menjadi presiden Afghanistan dan menjatuhkan Taliban.  Persiapan pemimpin baru Afghanistan ini disusun lama setelah serangan WTC. Puncaknya pertemuan Desember 2001 di Bonn, Jerman.

Baca: Trump Frustrasi, Akan Serahkan Perang Afghanistan pada Tentara Bayuran

Di bawah Kesepakatan Bonn 5 Desember 2001, mereka membentuk sebuah Pemerintahan Transisi sementara dan mengangkat Karzai sebagai ketua dari komite pemerintahan dengan 29 anggota.

Loya Jirga (DPR di Afghanistan) pada 19 Juni 2002 menunjuk Karzai sebagai penjabat sementara presiden dari Pemerintahan Transisi Afgan. Tak lama kemudian, ia ditunjuk bersama Hedayat Amin Arsala sebagai salah satu wakil presidennya.

Pencalonannya pada pemilu presiden 9 Oktober 2004 mengungguli 16 calon presiden termasuk Yunus Qanooni. Ia terpilih dengan suara mayoritas dengan meraih 55,4% suara berbanding 39,1% dari saingan terdekatnya (Yunus Qanooni). Ia dilantik pada tanggal 7 Desember 2004 sebagai Presiden Afganistan hingga 2014. Sejak kehadiran AS dan NATO, Afghanistan terus bergolak hingga hari ini.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:AfghanistanAmerika SerikatkonflikNATOperangTaliban
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Sejarawan: AR Baswedan Patut Diteladani Visi dan Keberaniannya
Tulisan selanjutnya Tim Prabowo-Sandi Apresiasi Jokowi Terapkan DP 0 %

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Berita
3 Juni 2026 12:30
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?