Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Ragam

Beratnya Mahasiswi Muslim Belajar di Universitas Amerika (1)

Insan Kamil
Terakhir diupdate: 3 Februari 2015 20:55 8:55 pm
Insan Kamil
Dipublikasikan 3 Februari 2015 17:22
Bagikan
Islamophobia di Amerika Serikat. Insert: Katelyn Picard.
Bagikan

CUKUP berat menjadi mahasiswa Muslim di sebagian universitas di Amerika Serikat, terutama bagi mahasiswi. Mereka sering menghadapi intimidasi, serangan verbal, dan bahkan fisik.

Tetapi bagi mahasiswi Muslim di University of Central Florida, mengatasi ketakutan atas serangan dan sikap Islamophobia itu dengan pemahaman dan pendidikan.

“Kunci memerangi kasus kebencian dengan kedamaian,” kata Amirah Mathin, mahasiswi ilmu-ilmu biomedis, kepada Central Florida Future, belum lama ini.

“Hal terbaik yang bisa kita lakukan, adalah menunjukkan kepada mereka, bagaimana kita tidak berbuat seperti mereka.”

Mathin mengalami kasus diskriminasi saat membantu seorang laki-laki yang terlibat dalam tabrakan kendaraan ketika bertugas sebagai seorang tenaga medis darurat (EMT).

Baca Juga

Abu Ubaidah Peringatan Setahun Perang Gaza
Siapa Abu Ubaidah, Sosok Misterius yang Jadi Simbol Perlawanan Palestina?
Toko Buku Tertua di London Berjuang Melawan Waktu
Mengapa Umat Muslim Tidak Boleh Memiliki Bom Atom?
Di Balik Janji Kemakmuran dan “Bisnis Ayat-Ayat Suci”
Tinta Penyesalan: Ketika Tato jadi Beban Seumur Hidup

Saat berupaya keras dan cepat untuk memindahkan pria itu dari kendaraan, sang pria berteriak pada dirinya untuk tidak menyentuh dirinya. Ia pun mengumpat berbau rasial berkenaan dirinya yang menggunakan jilbab.

Tetapi yang menarik saat ia masih menjadi pelajar di SMA bereputasi milik Katolik. Ia yang telah mengambil keputusan mengenakan jilbab tiga tahun lalu itu, tidak mendapatkan tentangan atau pandangan negatif.

Katelyn Picard, yang baru lulus dari UCF, juga menghadapi pelecehan yang mendekati ke arah fisik saat dia dan empat wanita lainnya yang memakai jilbab berjalan di kampus.

Wanita yang masuk Islam tiga tahun lalu ini ketika itu baru saja meninggalkan gym bersama teman-temannya, pada saat ada satu mobil van berisi banyak laki-laki mengikuti mereka dari tempat parkir sampai ke tempat lainnya. Para pria itu melemparkan penghinaan pada mereka. Picard bersama teman-temannya lantas menjauh dari mereka dan segera menuju ke mobil meninggalkan lokasi.

“Yang mengherankanku kejadiannya di kampus UCF,” kata Picard.

“Saya harap kejadian ini, di mana aku tinggal [di Kissimmee], tidak ada di sini.”

Picard pernah mendapat pandangan tajam, diolok-olok, dan bahkan diserang dalam satu debat politik ketika ia mencoba memperbaiki penggunaan kata “jihad” dari seorang pemateri.

“Dia bersikap kasar kepada saya sehingga asistennya datang ke saya untuk mencoba menghibur saya,” katanya.

“Setiap orang memandang saya. Rasanya begitu merendahkan, dan ketika pulang menuju mobil, aku menangis. ” (Bersambung)*

Redaktur: Insan Kamil
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Amerika Serikat
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Warga Gaza Pawai Mendukung al-Qassam, Kecam Mesir
Tulisan selanjutnya Beratnya Mahasiswi Muslim Belajar di Universitas Amerika (2)

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran

Berita
30 Mei 2026 10:28
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

buzzer muhammadiyah
Ragam

Industri Buzzer Sudah jadi Lahan Bisnis Politik di Indonesia

28 Agustus 2025 10:23
Ragam

Logika Muhammad Ali: “Mengapa Tarzan Berkulit Putih?”

23 Agustus 2025 17:22
Enam Hal yang Bisa Dilakukan untuk Baitul Maqdis Masjidil Aqsha
Ragam

Enam Hal yang Bisa Dilakukan untuk Baitul Maqdis

17 Agustus 2025 18:29
Ragam

“Cracka”: Remaja Peretas CIA dan Bela Palestina

11 Agustus 2025 16:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?