Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Ragam

Nama Lain Kota Makkah Sesuai Al-Quran dan Hadits [1]

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 14 September 2015 09:05 9:05 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 14 September 2015 08:59
Bagikan
Foto Masjidil Haram dan Ka'bah bercahaya diambil dari udara
Bagikan

DI DUNIA ini terdapat dua daerah yang mendapat sebutan khusus berupa Tanah Haram, yaitu kota Makkah dan Madinah. Tak ada wilayah Tanah Haram selain kedua tempat tersebut.

Makkah adalah kota kelahiran Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam. Di dalamnya terdapat bangunan Masjidil Haram dan Ka’bah, kiblat seluruh umat Islam di dunia.

Sedang Madinah sebagai tempat wafat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassallam. Ia sekaligus pusat peradaban Islam yang dibangun oleh Nabi setelah hijrah dari kota Makkah.

Khusus untuk penyebutan Tanah Haram Makkah, ia memiliki banyak nama dan julukan dalam ayat al-Qur’an. Sedang dalam literatur bahasa Arab, ketika ada sesuatu yang memiliki ragam nama dalam penyebutan, niscaya hal itu menunjukkan keistimewaan dan kemuliaan sesuatu tersebut. Berikut ini beberapa nama lain dari tanah yang diharamkan sekaligus disucikan langsung oleh Allah Ta’ala tersebut:

1. Makkah

Baca Juga

Abu Ubaidah Peringatan Setahun Perang Gaza
Siapa Abu Ubaidah, Sosok Misterius yang Jadi Simbol Perlawanan Palestina?
Toko Buku Tertua di London Berjuang Melawan Waktu
Mengapa Umat Muslim Tidak Boleh Memiliki Bom Atom?
Di Balik Janji Kemakmuran dan “Bisnis Ayat-Ayat Suci”
Tinta Penyesalan: Ketika Tato jadi Beban Seumur Hidup

Inilah nama yang paling masyhur di kalangan umat Islam. Allah berfirman;

وَهُوَ الَّذِي كَفَّ أَيْدِيَهُمْ عَنكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ عَنْهُم بِبَطْنِ مَكَّةَ مِن بَعْدِ أَنْ أَظْفَرَكُمْ عَلَيْهِمْ وَكَانَ اللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيراً

“Dan Dia-lah yang menahan tangan mereka dari (membinasakan) kamu dan (menahan) tangan kamu dari (membinasakan) mereka di tengah kota Makkah sesudah Allah memenangkan kamu atas mereka, dan adalah Allah Maha melihat apa yang kamu kerjakan.” (QS: al-Fath [48]: 24).

Tanah Haram disebut sebagai Makkah, sebab Makkah secara bahasa berasal dari kata ‘makka-yamukku’ yang bermakna mengeluarkan isi otak dari kerangka kepala manusia. Secara historis, dengan iklim dan keadaan alam yang sangat sulit, penduduk kota Makkah dahulu harus berjuang keras untuk bisa survive dalam penghidupan yang sulit. Dalam riwayat lain, Tanah Haram disebut Makkah sebab ia akan mengeluarkan dan menghancurkan siapa saja yang berbuat dzhalim di dalamnya.

2. Bakkah

Firman Allah:

إِنَّ أَوَّلَ بَيْتٍ وُضِعَ لِلنَّاسِ لَلَّذِي بِبَكَّةَ مُبَارَكاً وَهُدًى لِّلْعَالَمِينَ

“Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadat) manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Makkah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia.” (QS: Ali Imran [3]: 96).

Imam Mujahid, mufassir dari kalangan Tabi’in menjelaskan, Bakkah adalah nama lain kota Makkah. Senada, ad-Dhahhak menambahkan, Bakkah berasal dari turunan kata al-bakku yaitu sesak atau ramai. Ia disebut demikian karena jumlah manusia yang meruah ke Tanah Haram untuk beribadah dan thawaf mengelilingi Ka’bah.

Dalam riwayat lain, Bakkah bermakna menghancurkan tulang belakang. Sebab keberadaan Tanah Haram menjadi jaminan bagi siapa saja yang menentang di dalamnya niscaya akan terusir keluar dari wilayah kota Makkah atau mengalami kehancuran dengan sendirinya akibat perbuatan dzhalim tersebut.

3. Umm al-Qura

Allah berfirman:

وَكَذَلِكَ أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ قُرْآناً عَرَبِيّاً لِّتُنذِرَ أُمَّ الْقُرَى وَمَنْ حَوْلَهَا وَتُنذِرَ يَوْمَ الْجَمْعِ لَا رَيْبَ فِيهِ فَرِيقٌ فِي الْجَنَّةِ وَفَرِيقٌ فِي السَّعِيرِ

“Demikianlah Kami wahyukan kepadamu al-Quran dalam bahasa Arab, supaya kamu memberi peringatan kepada Umm al-Qura (penduduk Makkah) dan penduduk (negeri-negeri) sekelilingnya serta memberi peringatan (pula) tentang hari berkumpul (Kiamat) yang tidak ada keraguan padanya. Segolongan masuk surga, dan segolongan masuk Jahannam.” (QS: asy-Syura [42]: 7).

Ibnu Katsir menjelaskan, Makkah disebut Umm al-Qura sebab ia adalah kota yang paling mulia di seluruh dunia dan paling dicintai oleh Nabi Shallallahu alaihi wasallam.

Imam Ahmad meriwayatkan dari Abdurrahman bin Abdullah bin Adi az-Zuhri, ia menceritakan: Suatu hari di tengah pasar kota Makkah, Nabi bersabda, “Demi Allah! Engkau (Makkah) adalah sebaik-baik bumi Allah, tanah yang paling dicintai Allah. Sekiranya bukan karena saya diusir maka saya tidak akan pernah meninggalkan kota ini.” Imam at-Tirmidzi menyatakan hadits tersebut hasan shahih.

Dalam riwayat lain, Tanah Haram Makkah disebut Umm al-Qura sebab ia menjadi induk bagi seluruh wilayah di dunia ini. Makkah menjadi pusat kota yang setiap tahunnya didatangi oleh jutaan manusia dari seluruh penjuru dunia. Bahkan ada pula yang menyebutnya sebagai kota tertua di dunia.

4. Al-Balad al-Amin

Firman Allah:

وَهَذَا الْبَلَدِ الْأَمِينِ

“Dan demi kota (Makkah) ini yang aman.” (QS: at-Tin [95]: 3).

Ketika menafsirkan ayat ini, Ibnu Abbas berkata, al-balad al-amin adalah kota Makkah. Secara tersurat Allah bersumpah dengan menggelari kota Makkah sebagai kota aman. Selain menunjukkan kemuliaan kota Makkah, hal ini sekaligus garansi langsung dari Allah menjadikan Makkah sebagai kota aman. Sebuah garansi kepada siapa saja yang memasukinya baik sebagai penduduknya ataupun pendatang di sana niscaya merasakan keamanan yang merata.

Keamanan tersebut mencakup keamanan seluruh makhluk hidup dan benda mati. Kota Makkah sebagai Tanah Haram melarang adanya peperangan dan saling membunuh sesama manusia. Di sana juga berlaku larangan berburu binatang dan memotong pohon bahkan duri tumbuh-tumbuhan. Termasuk di dalamnya larangan mengambil luqathah (barang temuan yang bukan sebagai miliknya).

Sahabat Abdullah bin Abbas menceritakan, suatu hari Nabi Shallallahu alaihi wasallam bersabda ketika Futuh Makkah (penaklukan Makkah), “Sesungguhnya negeri ini telah diharamkan oleh Allah sejak hari penciptaan langit dan bumi. Ia adalah Tanah Haram dengan kehormatan Allah hingga hari Kiamat. Tidak boleh memotong sepotong duri (pohon), tidak boleh memburu binatang, tidak boleh mengambil (luqathah) barang temuan kecuali ia hendak mengumumkannya, dan tidak boleh dicabut rerumputannya.” (Riwayat Muslim).

Dalam hadits yang lain, Tanah Haram Makkah juga aman dan terbebas dari kedatangan Dajjal menjelang Hari Kiamat nanti. Anas bin Malik meriwayatkan, Nabi bersabda:

“Tidak ada satupun negeri atau kota yang nantinya tidak dimasuki oleh Dajjal kecuali Makkah dan Madinah. Setiap jalan masuk kedua kota tersebut dijaga oleh para malaikta yang berbaris-baris. Kemudian Madinah akan mengguncang penghuninya sebanyak tiga kali guncangan, sehingga semua orang munafik dan kafir keluar dari wilayah itu.” (Riwayat al-Bukhari dan Muslim).*/Masykur Abu Jaulah (BERSAMBUNG)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Dajjalhari kiamatKota SucimakkahTanah Haram
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Iran Mengatakan Menemukan Sumber Uranium Baru dalam Jumlah Besar
Tulisan selanjutnya Warga Lima Kota Dukung Aksi Kemanusiaan untuk Suriah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Berita
4 Juni 2026 11:00
‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center

Terbaru

  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Mungkin Anda Juga Suka

buzzer muhammadiyah
Ragam

Industri Buzzer Sudah jadi Lahan Bisnis Politik di Indonesia

28 Agustus 2025 10:23
Ragam

Logika Muhammad Ali: “Mengapa Tarzan Berkulit Putih?”

23 Agustus 2025 17:22
Enam Hal yang Bisa Dilakukan untuk Baitul Maqdis Masjidil Aqsha
Ragam

Enam Hal yang Bisa Dilakukan untuk Baitul Maqdis

17 Agustus 2025 18:29
Ragam

“Cracka”: Remaja Peretas CIA dan Bela Palestina

11 Agustus 2025 16:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?