Hidayatullah.com– Ketua Majelis Ulama Indonesia Jawa Timur (MUI Jatim), KH Abdusshomad Buchori, menyerukan umat Islam agar menyambut Ramadhan 1437 dengan sikap positif.
Di antaranya dengan menjauhkan diri dari berbagai perbuatan, ucapan, maupun sikap yang dapat merusak nilai atau pahala ibadah. Khususnya terkait dengan kemaksiatan mata, telinga, mulut, dan anggota badan lainnya.
Termasuk, kata Kiai Shomad dalam rilis yang diterima hidayatullah.com belum lama ini, mengenai kondisi hati yang harus dipelihara, agar tidak mengarah kepada kemaksiatan.
MUI Jatim pun menyerukan dan menganjurkan berbagai kalangan, terutama di lingkungan lembaga pendidikan, ormas Islam, serta takmir masjid, untuk berupaya menyelenggarakan kegiatan spesifik mengisi Ramadhan.
“Seperti pesantren Ramadhan, kursus keagamaan Islam, tausiyah sebelum atau sesudah shalat fardhu, shalat tarawih, dan sebagainya,” serunya.
Umat Islam pun diserukan menghindari sikap berbantah-bantahan dalam masalah-masalah yang bersifat khilafiyah furuiyah (cabang, bukan pokok). Seperti masalah jumlah rakaat shalat tarawih, masalah qunut dalam witir, dan sebagainya, yang dapat meretakkan ukhuwah Islamiyah.
Diberitakan media ini sebelumnya, MUI Jatim menyerukan umat Islam untuk menyambut bulan suci Ramadhan dengan memperbanyak amal ibadah. [Baca: Sambut Ramadhan, MUI Jatim Minta Pemerintah Larang Petasan dan Miras]*