Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Surat Pembaca

Burkini dan Islamophobia Akut

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 26 Agustus 2016 10:36 10:36 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 26 Agustus 2016 10:36
Bagikan
Bagikan

Seperti diberitakan dailymail.co.uk (23/08/2016), sebuah foto menggambarkan empat aparat kepolisian Prancis berbadan kekar mendatangi muslimah di Pantai Nice dan meminta melucuti burkini nya, sebuah paradoks bagi negara yang mengaku sekuler.

Burkini dilarang akibat kebijakan rasis Wali Kota Cannes, David Lisnard. Tidak kali ini saja, pada tahun 2011, Prancis adalah negara pertama di Eropa yang melarang burka, kain yang menutup seluruh wajah, selain niqab yang menutup sebagian muka.

Kebijakan ini konon lahir pasca sejumlah peristiwa di Prancis yang memicu peningkatan Islamophobia, seperti serangan truk pada bulan Juli di dekat Nice.

Mengapa Islamophobia semakin menjangkiti negara semacam Prancis, dan Amerika Serikat yang juga memicu penembakan Imam Masjid New York yang diduga dipicu maraknya kampanye anti Islam oleh Donald Trump dan beberapa komunitas disana?

Standar Ganda Eropa: Burkini Dilarang, Baju Biarawati Bebas

Agaknya, Islam menebarkan aroma ketakutan luar biasa, hingga menimbulkan kebijakan dan kampanye yang paranoid, yang mencederai semangat demokrasi dan sekulerisme yang justru diagung-agungkan oleh kedua bangsa itu.

Baca Juga

22 Tahun Wahdah Eksis jadi Ormas
Harga Telur Melambung Tinggi, Bagaimana Islam Mengatasi?
Lemahnya Agama, Penyebab Munculnya Pergaulan Bebas
Uang Kripto sebagai ‘People Money’
Hari HAM Sedunia, Muslim Thailand Selatan Masih dalam Tekanan dan Diskriminasi

Upaya mendiskreditkan Islam melalui standar ganda HAM dan liberalisme, hanyalah secuil upaya untuk mencegah kesadaran umat untuk kembali pada syariatNya.

Bangsa Barat pasca keruntuhan Khilafah Turki Utsmani, sadar betul, bahwa musuh utama demokrasi adalah ketika Islam muncul menjadi kekuatan politik, dan bisa berawal dari kesadaran akan penerapan segala aturanNya. Bahwa menghancurkan Islam tak cukup dengan fisiknya, namun hingga pada sendi-sendi segala aturannya, hingga lepaslah aturan Islam satu per satu, dari aturan negara hingga individu.

Maka kini, ketika negara yang menerapkan syariat dalam bingkai Khilafah tak ada lagi, aturan yang bisa dipegang umat tinggal tatanan keluarga dan individu. Namun ternyata, sekulerisme pun tidak rela, jika tatanan keluarga dan individu masih dipegang erat.

Bagi Barat, sekulerisme adalah untuk selain Islam, maka jika ada yang masih menggunakan simbol-simbol, aturan-aturan dan pemikiran Islam, bersiaplah untuk mendapat serangan bertubi-tubi, dari stigmatisasi, opini hingga undang-undang.

Lalu, mengapa kita masih berlama-lama dengan demokrasi dan sekulerisme? Jika anak-anak Suriah dan Palestina yang hidup ala kadarnya saja tak putus asa dengan perjuangan menggulingkan sistem dan rezim kufur, mengapa kita masih berdiam diri?

Mari jalin ukhuwah untuk menegakkan Islam, dengan dakwah dan tegaknya syariah di muka bumi. Amin.*

Tari Admojo | Balai Penelitian Getas, Jl. Pattimura km 6 Salatiga

 

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya ACT dan Bukalapak Adakan Kerjasama Penjualan Qurban Online
Tulisan selanjutnya Pemerintah India Usulkan Larangan Surogasi Komersial

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Berita
3 Juni 2026 06:00
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha

Terbaru

  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Mungkin Anda Juga Suka

Surat Pembaca

Racun LGBT Makin Meluas, Jaga Ketahanan Keluarga Indonesia

28 Mei 2022 12:30
cerita
Surat Pembaca

Pentingnya Memilih Cerita Sebagai Hiburan

26 November 2021 13:37
Surat Pembaca

Tanggapan atas Pernyataan Bahwa Semua Agama itu Benar

22 September 2021 15:00
Surat Pembaca

Nasyid untuk Wahdah Islamiyah

8 September 2021 07:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?