Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

GIB: 3 Sila Pancasila Telah Dilanggar Ahok karena Ucapannya Soal Al-Maidah

Muhammad Abdus Syakur
Terakhir diupdate: 8 Oktober 2016 08:19 8:19 am
Muhammad Abdus Syakur
Dipublikasikan 8 Oktober 2016 07:00
Bagikan
Video Ahok bilang “Jangan Percaya Dibohongi Pakai Surat Al-Maidah”.
Bagikan

Hidayatullah.com– Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok telah melanggar setidaknya 3 sila dalam Pancasila. Demikian menurut Gerakan Indonesia Beradab (GIB) menyikapi kasus ucapan Ahok yang menyebut “jangan percaya dibohongi pakai Surat Al-Maidah ayat 51”.

“Pernyataan (Ahok) tersebut telah melanggar minimal 3 sila dari Pancasila. Yaitu, Ketuhanan Yang Maha Esa, karena melecehkan kitab suci agama Islam; Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, karena ucapan itu tidak pantas diucapkan; dan Persatuan Indonesia karena ucapan itu akan memicu perpecahan dalam masyarakat Indonesia,” ujar Ketua Presidium GIB Bagus Riyono dalam pernyataannya kepada hidayatullah.com di Jakarta, Jumat (07/10/2016).

Oleh karena itu, GIB menyampaikan sangat berkeberatan, menolak, dan menyayangkan pernyataan  Ahok tersebut.

GIB pun menuntut Ahok untuk mencabut dan meminta maaf atas pernyataannya.

“Meminta saudara Basuki Tjahaja Purnama untuk menghentikan ucapan, sikap, kebijakan dan/atau tindakan, baik disadari atau tidak disadari, yang telah dan dapat mengeskalasi perpecahan di antara anak bangsa, atau akibat-akibat buruk lainnya,” ujarnya.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

GIB pun meminta Ahok untuk berkomitmen dengan adab-adab, logika, dan kepatutan dalam berucap, bersikap, berkeputusan, dan bertindak, sebagai bangsa Indonesia dan sebagai manusia. Baik dalam kapasitas pribadi, maupun dan terutama sebagai pejabat publik.

Jika atas alasan karakter kepribadian, kebiasaan, dan keyakinannya, lanjut GIB, Ahok tak mampu melakukan 3 tuntutan dan permintaan itu, “Maka kami menyarankan agar saudara Basuki Tjahaja Purnama melepaskan jabatan publiknya, demi kehidupan berbangsa dan bernegara yang lebih baik,” ujarnya.

Pernyataan Ahok Menyesatkan

GIB menjelaskan, dalam keyakinan seorang Muslim adalah mustahil hati kecil dan nurani dapat dibohongi. Sehingga, pernyataan Ahok tersebut adalah salah secara logika dan menyesatkan secara agama.

Pernyataan Ahok itu, jelasnya, secara konotatif berpotensi menggeneralisir bahwa mereka yang tak memilih non-Muslim sebagai pemimpin berdasarkan al-Qur’an Surat Al-Maidah ayat 51 adalah terbohongi. Baik oleh ayat Al-Qur’an, oleh ulama yang menafsirkannya, atau oleh orang yang menyampaikannya.

Pada acara di Kepulauan Seribu itu, diketahui, Ahok juga mengatakan, “Jadi kalau bapak ibu perasaan ‘nggak bisa pilih (Ahok) nih karena saya takut masuk neraka’, dibodohin gitu ya, nggak apa-apa. Karena ini, kan, panggilan pribadi bapak ibu.”

Bagi GIB, “Bahwa ketakutan akan masuk neraka karena sebuah keputusan politik adalah bentuk pembodohan, merupakan sebuah kesimpulan yang sangat gegabah dan penghinaan yang sangat serius terhadap keyakinan dan keputusan pribadi maupun umat beragama, khususnya Muslim.”

GIB menegaskan, pernyataan-pernyataan Ahok yang disampaikan dalam forum publik terbuka serta disaksikan oleh kalangan dengan berbagai pemahaman, interpretasi dan keyakinan itu, dapat menimbulkan kebingungan, kegelisahan, kemarahan, dan penyesatan.

“Bahwa pernyataan-pernyataan tersebut dapat menyebabkan dan memicu perpecahan bermuatan SARA bagi keutuhan bangsa indonesia. Baik internal umat seagama, antar umat beragama dan antar golongan.

(Yang  mana perpecahan itu) sebagai sebuah kerugian sangat besar yang tak ternilai, serta tak sebanding dengan sehebat apapun sebuah prestasi pembangunan,” imbuh GIB.*

Redaktur: Muhammad Abdus Syakur
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:ahokahok menghina alquranAl-Maidah 51Basuki Tjahaja PurnamaGerakan Indonesia BeradabGIBGubernur DKI Jakartaminta maafpelecehan agamapelecehan al-Quranpemimpin kafirpenistaan agama
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Obama Cabut Sanksi Perdagangan Atas Myanmar
Tulisan selanjutnya Sejumlah Diplomat Turki Minta Suaka di Jerman

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center

Berita
30 Mei 2026 13:05
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara

Terbaru

  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?