Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Oxfam: Kesenjangan Miskin Kaya Makin Lebar

Ama Farah
Terakhir diupdate: 17 Januari 2017 08:08 8:08 am
Ama Farah
Dipublikasikan 17 Januari 2017 08:08
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Di malam menjelang pertemuan World Economic Forum di Swiss, di mana tokoh-tokoh keuangan kelas berat bertemu guna membahas ketidaksetaraan finansial, Oxfam menyoroti kesenjangan antara dunia kaya dan miskin yang semakin lebar, lapor Euronews Senin (16/1/2017).

Kesenjangan itu, yang menurut lembaga sosial tersebut terus melebar, mengungkap dan mengkritisi apa yang disebut Oxfam sebagai konsentrasi kekayaan “tak patut” di tangan segelintir minoritas, yang mana total kekayaan milik hanya 8 orang sama jumlahnya dengan total kekayaan yang dimiliki setengah populasi miskin dunia.

“Kita memiliki sistem perekonomian yang sedemikian rupa membuat hanya 1% saja yang menikmati keuntungan,” kata Direktur Kampanye dan Kebijakan Oxfam Matthew Spencer.

“Sistem itu dirancang untuk menguntungkan yang 1% saja dan bukan yang 99%. Itu mengapa kita mendapati satu kelompok yang terdiri beberapa miliuner saja bisa memiliki jumlah kekayaan setara dengan setengah populasi dunia dalam satu kantong golf,” imbuhnya.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Kedelapan miliuner itu saat ini adalah pendiri Microsoft Bill Gates, jagoan bisnis dan pendiri Inditex Amancio Ortega, investor Warren Buffett, pengusaha telekomunikasi kawakan Carlos Slim, pendiri Amazon Jeff Bezos, bos besar-CEO-pendiri Facebook Mark Zuckerberg, CEO dari Oracle Larry Ellison dan Michael Bloomberg pendiri serta CEO Bloomberg LP.

Kekayaan mereka jika digabungkan maka jumlahnya sama dengan harta benda yang dimiliki 3,6 juta miliar orang miskin di dunia.

Organisasi kemanusiaan itu menyeru agar diambil tindakan keras terhadap pengemplangan pajak dan pemilik modal kapitalisme “berlebihan” yang menjadikan si kaya makin kaya dan si miskin tetap miskin.

Penasihat kebijakan di Oxfam, Max Lawson, berkata, “Banyak, banyak sekali miliuner yang hampir tidak membayar pajak sama sekali, menggunakan surga pajak untuk menyembunyikan uang mereka jauh-jauh … Kita menghadapi situasi di mana sering kali para miliuner membayar (secara proporsional) pajak lebih sedikit dibanding tukang bersih-bersih (pembantu) atau sekretaris mereka. Ini gila. Kita melihat kekayaan disalurkan ke atas.”

Sementara banyak pekerja harus bertahan hidup dengan gaji yang tidak naik-naik, harta orang-orang super kaya naik rata-rata 11 persen setahun sejak 2009.

Di Kenya, contohnya, efek dari kesenjangan antara si kaya dan si miskin kentara sekali.

Sementara orang terkaya di negara itu memiliki harta senilai $700 juta, sebanyak 42 persen penduduk Kenya hidup di bawah garis kemiskinan.

Meskipun 2 juta orang terpaksa bekerja tanpa kontrak yang jelas, tanpa ada jaminan dan perlindungan apapun, ironisnya perekonomian Kenya tumbuh, yang disebabkan oleh kedatangan ke Nairobi pemodal-pemodal kelas kakap yang ingin menikmati insentif pajak, yang justru menggerogoti salah satu sumber pemasukan vital keuangan negara itu sendiri.

“Ketidaksetaraan jelas sekali semakin memburuk di banyak negara dan kita melihat orang-orang kaya, khususnya, menjauh dari masyarakat sekitar dan itu sungguh membahayakan,” kata Spencer.

Meskipun demikian, menurut Lawson, ketimpangan tidak bisa dihindari, tetapi bisa “diperbaiki”, dan caranya relatif mudah yaitu dengan “menyuruh si kaya membayar pajaknya.”*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Menunda Berkunjung Hingga Dua Tahun Sampai Memiliki Niat Lurus
Tulisan selanjutnya Anies Mengaku akan Larang Prostitusi di Jakarta

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Mahkamah Agung Tunisia Tolak Kasasi Puluhan Lawan Politik Presiden Kais Saied

Berita
12 September 2026 16:49
Pameran Kaligrafi Internasional 2026 di Semarang Hadirkan 250 Karya dari 50 Negara
Didepak dari Tur Ed Sheeran, Macklemore Donasikan 1 Juta Dolar untuk Palestina
‘Israel’ Dikabarkan Bagikan Intelijen Terkait Houthi ke Arab Saudi
Erdogan: Pakta Pertahanan Makkah adalah Sinyal Persatuan bagi Dunia Islam

Terbaru

  • Bertemu Mahmoud Abbas Presiden Mesir Menolak Pengusiran Warga Palestina dari Jalur Gaza
  • Wanita Afghanistan Dideportasi dari Amerika Serikat oleh Pengadilan ‘Alien Terrorist’
  • Didepak dari Tur Ed Sheeran, Macklemore Donasikan 1 Juta Dolar untuk Palestina
  • Sejumlah Negara Muslim Kecam Serangan Drone ke Mekkah
  • Tingkatkan Publikasi Internasional, Unhan RI Tekankan Integritas dan Etika Pemanfaatan AI
  • Texas Sahkan Kurikulum Sejarah Anti-Muslim, Kaitkan Islam dengan Perang dan Perbudakan
  • Peringatan Hari Kematian Mahsa Amini Pertokoan Tutup, Pasukan Keamanan Iran Bersiaga
  • Para Pemimpin Libanon, Prancis dan Yordania akan Bahas Masalah Militer Libanon di Paris
  • Maroko dan Zionis ‘Israel’ Sepakat untuk Buka Kedubes di Masing-Masing Negara
  • LPPOM dan Balai POM DKI Dorong Industri Kosmetik Siap Hadapi Regulasi BPOM dan Halal

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?