Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Palestina Terkini

Dibebaskan Israel, Syeikh Raed Salah: Tak Ada Negosiasi dalam Urusan Masjidil Aqsha

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 19 Januari 2017 08:20 8:20 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 19 Januari 2017 08:20
Bagikan
Syeikh Raed Salah
Bagikan

Hidayatullah.com–Ketua Harakah Islam di Palestina yang terjajah Syeikh Raed Salah (Raid Shalah) akhirnya ibebaskan setelah 9 bulan ditahan oleh rezim Zionis-Israel.

Setelah bebas dari penjara Syeikh Raed Saleh mengungkapkan dirinya menolak tawaran Otoritas Pemerintahan Zionis untuk mengadakan pertemuan dengan PM Benyamin Netanyahu atau Menteri Dalam Negeri Aryeh Deri.

Ulama yang dijuluki “Syeikhul Aqsha”  ini menolak tawaran tersebut karena tidak mau bernegosiasi dalam persoalan Baitul Maqdis (Masjidil Aqsha). Tawaran tersebut diberikan dalam sidang terakhir, Kamis (12/01/2017) lalu, sebelum ia bebas. Hal ini ia ungkapkan dalam acara penyambutan kebebasannya di Umm Al-Fahm.

Israel Kembali Penjarakan Syeih Raed Salah

“Telah saya sampaikan kepada penjajah ‘Israel’ beserta badan intelijen mereka bahwa persoalan Baitul Maqdis (Masjidil Aqsha) tidak akan tunduk di bawah negosiasi, karena urusan Baitul Maqdis lebih mulia ketimbang itu semua. Saya sampaikan bahwa mereka tidak berhak, dalam konteks ini, hanya bernegosiasi dengan saya, tetapi dengan Islam dan Al-Quran,” tegasnya dalam pidato yang disampaikan pada acara penyambutan di Kota Umm Al-Fahm dikutip sahabat al Aqsha.

Ia menegaskan, penyekapan atas dirinya sama sekali tidak memperlemah dirinya, bahkan justru semakin menguatkan konsistensi dalam membela asas-asas persoalan Palestina dimana persoalan Baitul Maqdis menjadi yang paling utama.

Baca Juga

Al-Aqsha Ditutup untuk Muslim, Para Rabi Berdoa di Tembok Al-Buraq Picu Sorotan
Gelombang Protes Tolak UU Hukuman Mati Israel bagi Tahanan Palestina
Menteri Penjajah Tuangkan Miras Rayakan Disahkannya Hukuman Mati untuk Warga Palestina Terjajah
Zionis Sahkan Undang-Undang Hukuman Mati bagi Warga Palestina Terjajah, Picu Kritik Internasional
Babak Baru Pendudukan: ‘Israel’ Resmikan Pencaplokan Tepi Barat

“Sebelum penangkapan sama-sama kita teriakkan, ‘Dengan ruh dan darah kami bela kau, wahai Aqsha.’ Dan hari ini setelah saya dibebaskan kita masih meneriakkan syiar ini. Dan syiar yang paling membuat penjajah ketakutan adalah syiar yang saya teriakkan: ‘Al-Aqsha dalam bahaya!’”

Syeikh Raed Salah Anggap Enteng Penjara

Syeikh Raed Salah juga mengirimkan pesan kepada penjajah, “Meskipun kalian terus menerus berusaha menghancurkan, ketahuilah, asas pendirian kami tidak akan bisa kalian hancurkan. Kami akan teguh berdiri dengan asas keislaman, kearaban dan kepalestinaan.”

Syeikh Raed dihukum penjara sejak Mei 2016 dengan tuduhan menghasut dan membenci Israel.

Selasa pagi, Syeikh Raed dibebaskan dari Penjara Eshel, Beersheba disambut oleh ibu, anggota keluarga dan teman-teman mereka dari Gerakan Islam Palestina 1948.

Selama embilan bulan, Syeikh Raed Salah khatam membaca 80 buku, menulis empat buku, dan menggubah 23 syair perjuangan. Menurut Syeikh Raed Salah, salah satu buku yang ia tulis berbicara tentang rincian pengalaman hidupnya selama di penjara Zionis. Sedangkan 23 syair gubahannya hampir semua berbicara tentang persoalan Palestina, yakni Baitul Maqdis, Masjidil Aqsha dan para tawanan di penjara zionis. Ada pula beberapa yang berisikan munajat kepada Allah Rabb semesta alam.

Liga Arab dan OKI Kecam Penahanan Syeikh Shalah

Kepada PIC,  pejuang Hamas menilai penahanan Syeikh Raed Shalah membuktikan kegagalan penjajah Zionis Israel dalam merealisasikan rencan-rencana terhadap Masjid Al-Aqsha dan bahwa pembebasannya merupakan kemenangan tekad dan kegigihan warga Palestina yang berjaga di masjid Al-Aqsha dan semua pejuang yang membela Al-Quds dan masjid suci ketiga itu.

Hamas berharap kepada Allah agar Syeikh Raid tetap menjadi suara keras membela Al-Quds dan Masjidil Aqsha.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Baitul Maqdis Penjara EshelBeershebaGerakan Islam Palestina 1948Harakah Islam PalestinaMasjidil AqshaMenteri Dalam Negeri Aryeh DeriPM Benyamin NetanyahuRaid ShalahSyeikh Raed SalahSyeikhul AqshaZionis-Israel
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Muhammadiyah: Pidato Megawati Ahistoris dan Berbahaya bagi NKRI
Tulisan selanjutnya Sekjen OKI Puji Peran Malaysia dalam Kasus Rohingya

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak

Berita
1 Juni 2026 13:00
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Palestina Terkini

Khaled  Misy’al: Senjata Bagi Hamas adalah Alat Pertahanan Diri dari Penjajahan

10 Februari 2026 06:48
Palestina Terkini

Netanyahu Tegaskan Tak Akan Ada Lagi Palestina dan Gaza

9 Februari 2026 11:14
Palestina Terkini

Serangan Baru ‘Israel” Menunjukkan Penjajah Tak Peduli “Dewan Perdamaian”

1 Februari 2026 18:43
Palestina Terkini

Dosen Fakultas Ushuluddin Ungkap Kesaksian Akademik tentang Abu Ubaidah 

3 Januari 2026 19:52
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?