Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Ghazwul Fikr

“Habisi” Bahasa Arab untuk Musnahkan Peradaban Islam

Thoriq
Terakhir diupdate: 27 Januari 2017 11:13 11:13 am
Thoriq
Dipublikasikan 27 Januari 2017 10:21
Bagikan
Bagikan

PASCA dihapusnya kekhalifahan Al Utsmani Turki,  Musthafa Kamal Ataturk pemimpin baru Turki saat itu mengambil beberapa langkah dalam melakukan proses “baratisasi” untuk menghapus secara total peninggalan kekhalifahan Al Utsmani. Salah satu langkah yang ditempuh adalah dengan pelarangan penggunaan bahasa Arab, bahkan untuk shalat. Bahasa Turki sebagai gantinya. Demikian juga melarang penulisan bahasa Turki dengan huruf Arab. Ketika ditanya poleh para ulama mengenai langkahnya itu, Musthafa Kamal menjawab,”Apakah Allah tidak paham bahasa Turki?”

Musthafa Kamal pada3 November tahun 1929 merumuskan  bahwa bahasa Turki ditulis dengan huruf latin, setelah sebelumnya dengan huruf Arab, lalu mengirim para utusannya hingga ke desa-desa dengan membawa papan tulis untuk mengajari tata cara penulisan baru itu. (lihat, Turkiya Min Ataturk ila Erbakan, hal. 74,75)

Penghapusan pengguanaan bahasa Arab cukup penting bagi Ataturk dalam melakukan “baratisasi” Turki. Apa yang dilakukan Ataturk adalah jawaban dari upaya negara-negara Eropa dalam melakukan penjajahan.

Memerangi bahasa Arab juga dilakukan pihak Inggris ketika ia menjajah Mesir. Tatkala Muhammad Ali Pasha berkuasa, ia menjadikan bahasa Arab sebagai resmi negara dan merupakan bahasa pengantar dalam pengajaran. Saat itu juga didirikan  sekolah pendidikan kedokteran yang menggunakan bahasa Arab, demikian juga pengajaran ilmu-ilmu modern, dengan menggunakan bahasa Arab.

Namun ketika Inggris melakukan penjajahn terhadap Mesir pada tahun 1883, mereka memaksa pengajaran di sekolah kedokteran dengan bahasa Inggris.

Baca Juga

SPI: Feminisme Hanya Melestarikan Konflik!
Tuduh Islam Kaku, Dokter Muda Kristen Ini Terbungkam saat Dengar Hujjah Buya Hamka
Syubhat Seputar Al-Qur’an: Benarkah Ada 2 Surah yang “Hilang”?
Pluralisme dan Sekularisme: Sebuah Proyek (Seri 2)
Pluralisme dan Sekularisme: Sebuah Proyek (Seri 1)

Dari awal penjajahan Inggris terhadap Mesir, terungkap bahwa salah satu tujuan penjajah adalah pemusnahan bahasa Arab. Dimana Lord Duffrin yang menerima mandat Inggris atas Mesir berkata,”Sesungguhnya harapan untuk memperoleh kemajuan di Mesir lemah, selama warganya berbicara bahasa Arab secara fasih.” (lihat, Madhal ila Fiqh Al Lughah Al Arabiyah, hal. 154,155)

Bukan hanya Mesir, pada waktu itu pengajaran di negeri-negeri Arab yang dijajah menggunakan bahasa asing. Untuk Mesir, Sudan dan Iraq menggunakan bahasa Inggris dan untuk Suriah, Aljazair, Tunis dan Maroko menggunakan bahasa Perancis.

Bahasa Arab Pilar Peradaban

Penjajah manejadikan bahasa Arab sebagai “target” karena mereka amat memahami, bahwa bahasa Arab memiliki peran kunci dalam tegak dan bangkitnya peradaban Islam. Karena peradaban Islam sendiri tegak di atas dua hal, bahasa Arab dan syariat Islam. Dimana ketika ajaran Islam menyebar luas, maka bahasa Arab segera mengganti posisi bahasa Latin, Koptik, Yunani, Suryani dan lainnya. (lihat, Muhadharah fi Tarikh Al Aslami wa Al Hadharah Al Islamiyah, hal. 7)

Bahasa Arab sendiri telah menjadi bahasa ilmu pengetahuan, lebih-lebih ketika Khalifah Al Ma’mun Baghadad mencetuskan gerakan penerjemahan buku-buku keilmuan dari Bizantium ke bahasa Arab, dan akhirnya para ilmuwan Muslim bermunculan hingga pusat keilmuwan pun berpindah ke kota-kota Muslim, seperti Baghdad, Damaskus, Kairo atau Qairawan dan lainya.

Selanjutnya para ilmuwan Eropa pun berbondong-bondong ke Andalusia untuk mempelajari bahasa Arab, dan melakukan gerakan penerjemahan ke bahasa Latin, hingga ilmu yang sekianl lama”dijaga” oleh bahasa Arab akhirnya mulai menerangi Eropa dari masa kegelapan.

Dengan demikian, umat Islam perlu waspada terhadap segala perendahan atau pelecehan terhadap pahasa Arab. Juga umat Islam sendiri perlu untuk mempelajari dan menghidupkannya.*

Redaktur: Thoriq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Imperialisme Modern dan Kriminalisasi Umat Islam
Tulisan selanjutnya Barcode Media Dinilai Bukan Solusi Tangkal Hoax

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Berita
2 Juni 2026 19:00
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Terbaru

  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Mungkin Anda Juga Suka

ArtikelGhazwul Fikr

Populernya Hamas, Meredupnya Otoritas Palestina dan Mahmoud Abbas

22 November 2023 12:10
ArtikelGhazwul Fikr

6 Narasi Sinisme Perjuangan Palestina = Propaganda Zionis

10 November 2023 16:45
Ghazwul FikrTsaqafah

Sekularisme dan Liberalisme  

2 Desember 2022 12:55
Ghazwul FikrTsaqafah

Membangun Peradaban Bermartabat

13 November 2022 09:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?