Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Balas Belanda, Turki Larang Masuk Dubes dan Pesawat Belanda

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 14 Maret 2017 17:33 5:33 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 14 Maret 2017 17:33
Bagikan
Massa pro-Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan berdemo di depan kantor Konsulat Belanda di Istanbul, pada 12 Maret 2017, sebagai buntut perseteruan diplomatik kedua negara
Bagikan

Hidayatullah.com–Pemerintah Presiden Recep Tayyip Erdogan telah menutup sementara kantor Kedutaan dan Konsulat Belanda di Turki dan menolak pendaratan pesawat yang mengangkut Duta Besar Belanda, Kees Cornelis van Rij, serta membekukan diskusi politik tingkat tinggi dengan Belanda.

Tindakan ini dilakukan Turki sebagai tindakan balasan atas keputusan Belanda yang dianggap mengusir dua menteri Turki sebelumnya.

Wakil Perdana Menteri Turki Numan Kurtulmus mengatakan, selain melarang masuk Duta Besar dan penerbangan Belanda ke Turki, Ankara juga menangguhkan pertemuan diplomatik tingkat tinggi.

“Kami tidak mengizinkan pendaratan pesawat-pesawat yang membawa para diplomat atau utusan Belanda di Turki atau penggunaan wilayah udara kami,” cetus Wakil Perdana Menteri Turki, Numan Kurtulmus dikutip BBC, Selasa (14/03/2017).

Baca: Turki Bekukan Hubungan dengan Belanda

Karena Dubes Van Rij tidak diizinkan masuk Turki, kedutaan besar Belanda di Ankara untuk sementara dipimpin kuasa usaha.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Kurtulmus juga menambahkan, semua diskusi politik tingkat tinggi akan dihentikan dan parlemen akan diimbau untuk menarik diri dari kelompok persahabatan bilateral Turki-Belanda.

Langkah tersebut akan terus diberlakukan sampai Belanda mengambil tindakan untuk “menganulir aksi-aksinya”, kata Kurtulmus.

Sebagaimana diketahui, krisis bermula ketika pemerintah Turki mengirim Menteri Luar Negeri Mevlut Cavusoglu ke Belanda dengan menggunakan jalur udara tetapi pesawatnya dilarang mendarat.

Setelah itu, Menteri urusan keluarga dan sosial Turki, Fatma Betul Sayan Kaya, mencoba ke Belanda menggunakan jalur darat.

Tapi ketika dia tiba di Belanda, pemerintah Belanda menolak memberikan izin kepada sang menteri untuk memasuki kantor konsulat Turki di Rotterdam. Dia akhirnya dikawal oleh polisi Belanda untuk meninggalkan lokasi dan menuju ke perbatasan Jerman.

Baca: Bela Ikhwanul Muslimin Mesir, Erdogan Sebut IM Organisasi Ideologi

Dua menteri Turki itu semula dijadwalkan akan menggalang dukungan dari kalangan warga Turki yang bermukim di Belanda untuk referendum perluasan wewenang presiden yang dijadwalkan akan digelar pada bulan depan.

Pemerintah Belanda berasalan kampanye-kampanye referendum Turki di dalam wilayah Belanda akan memicu ketegangan hanya beberapa hari sebelum Belanda menggelar pemilihan umum.

Menlu Cavusoglu sedianya ingin pidato kampanye di hadapan massa pro-Erdogan di Rotterdam untuk mencari dukungan referendum konstitusi Turki yang digelar 16 April mendatang.

Pemerintah Erdogan marah atas sikap Belanda ini. Menurut Turki, tindakan Belanda itu sebagai pengusiran, karena dia delegasi resmi yang memiliki kekebalan diplomatik.

”Kami melakukan apa yang mereka lakukan pada kami. Kami tidak mengizinkan pesawat yang membawa diplomat atau Duta Besar Belanda mendarat di Turki atau menggunakan wilayah udara kami,” ucap Kurtulmus, seperti dikutip Russia Today, Selasa (14/3/2017).

”Mereka yang menciptakan krisis ini bertanggung jawab untuk memperbaikinya,” lanjut dia. Kurtulmus mengatakan bahwa pemerintahnya direkomendasikan Parlemen untuk mencabut perjanjian persahabatan resmi antara Turki dan Belanda.
 
Menurut Kurtulmus, tindakan Belanda yang mencegah pesawat Menlu Cavusoglu  mendarat di Rotterdam pekan lalu memperlakukan Menteri Urusan Keluarga Turki di negara itu merupakan tanda runtuhnya Eropa.*/RM Utama

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:BelandaFatma Betul Sayan Kayahubungan Turki dan BelandaNuman KurtulmusPresiden Turki Recep Tayyip ErdoğanRecep Tayyip ErdoganReferendum TurkiTurkiTurki dan EropaUni Eropa
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ribuan Warga Ramallah Pawai Tuntut Mahmoud Abbas Diadili
Tulisan selanjutnya People Power Melawan Megakorupsi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Berita
3 Juni 2026 09:20
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?