Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Mereka Memilih Berani

Puluhan Warga Suku Toguti Masuk Islam, Butuh Sentuhan Dai

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 24 Maret 2017 08:25 8:25 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 24 Maret 2017 08:20
Bagikan
Nurhadi (34), dai hidayatullah yang ditugaskan di Halmahera mengunjungi suku-suku pedalaman yang sebagian besar belum beragama
Bagikan

Hidayatullah.com—“Barang siapa diberi petunjuk oleh Allah,  dialah yang mendapat petunjuk (dalam semua kebaikan dunia dan akhirat), barangsiapa disesatkan Allah, maka merekalah orang-orang yang merugi (dunia dan akhirat),” demikan salah satu kutipan Surat al A’raf.

Kutipan ini nampaknya cocok dengan kabar yang terjadi pada 10 orang Suku Toguti yang enam bulan lalu telah menyatakan memeluk agama Islam.

Nurhadi bersama warga Suku Togutil di Halmahera Tengah yang sudah memeluk Islam (hidayatullah.com/Nurhadi)

Suku Togutil (artinya primitif) banyak tinggal di Kecamatan Weda Timur, Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara. Atau dalam bahasa Halmahera pongana mo nyawa, suku yang hidup di hutan dengan cara hidup berpindah-pindah di dalam hutan Wasile, di  timur Ternate.

Suku yang memiliki rumpun seperti Suku Tobelo ini  hidup dalam kondisi primitif,  suka hidup berkelompok dan tidak mengenal huruf. Mereka tidak mengenal kebersihan bahkan untuk buang air yang benar saja belum bisa.

Baca:  Ratusan Warga Suku Anak Dalam Jambi Masuk Islam atas Kesadaran Sendiri

Kisahnya berawal saat mereka bertemu dengan orang  kampung beragama Islam. Mereka mengaku sudah 3 hari tidak mendapatkan makanan di hutan. Bersyukur orang kampung tesebut bisa berbahasa suku dengan mereka dan akhirnya memberi makan dan pakaian.

Baca Juga

Kisah Dai Pedalaman Membina Iman di Kota Tepian
Membina Iman di Kota Tepian
Jalan Panjang Dai Tempaan Alam
Berpacu melawan Misionaris
Kisah Lulusan Al-Azhar Membina Kader Da’i di Kaki Gunung Penanggungan
Jangan Takut Berdakwah di Wamena

Atas izin Allah Subhanahu Wata’ala, setelah terjadi komunikasi, sekitar 10 orang Suku Togutil ingin keluar dari hutan dan kehidupan seperti di kampung/desa. Dari sinilah akhirnya mereka ingin memeluk Islam.

“Alhamdulillah mereka sekarang sudah masuk Islam dan dalam proses pembinaan. Mereka sedang diajari masyarakat berpakaian, memasak, kebersihan, menulis dan membaca. Dan yang lebih penting lagi adalah pembelajaran ibadah seperti shalat,”  demikian dikisahkan Nurhadi, seorang dari Hidayatullah di Halmahera.

Baca:  Setelah Bersyahadat, Ratusan Anak Suku Wana Dikhitan Massal Gratis

Ia berharap ada dari kelompok Muslim atau dermawan ikut berpartisipasi dalam proses pembinaan Suku Togutil ini.

“Kita masih butuh pakaian biasa/shalat, biaya logistik dapur dan pembuatan rumah papan sederhana,” tambah Nurhadi.

“Alhamdulillah baru kali ini orang Suku Togutil masuk Islam, biasanya orang suku ini yang turun ke kampung masuk Kristen. Mari kita sama-sama bina mereka,” ujar Habib, Imam Masjid Al Munawar, Ternate, Halmahera setelah prosesi syahadat mereka.

Butuh banyak dai

Di Halmahera sendiri masih banyak orang suku pedalaman yang belum punya agama. Hidup mereka nomaden, satu dua tahun kadang pindah tempat. Hidupnya tergantung hasil hutan alam sekitar. Sebagian kecil mereka sudah berpakaian sementara lainya belum banyak yang berpakaian.

Bulan  Januari 2017 bulan lalu da’i Hidayatullah sempat menelusuri dan masuk ke hutan. Perjalanan dilakukan menggunakan kapal kayu 8 jam dilajutkan jalan darat dengan naik motor darat sekitar 1/2 hari. Masih dilanjutkan jalan kaki menulusuri sungai sepanjang 10 KM.

“Kadang kita melewati sungai  yang penuh dengan pulahan buaya di dalamnya,” ujar Nurhadi kepada hidayatullah.com.

Anak-anak dari Suku Togutil sedang belajar shalat (hidayatullah.com/Nurhadi)

Di sana kita ia mengaku bertemu suku pedalaman yang belum punya agama sekitar 30 orang.

“Kata mereka di tengah hutan seperti ini masih ada ratusan lagi orang suku yang belum punya agama.”

Baca:  Berbekal Janji Allah, Feri Rela Hidup Bersama Masyarakat Kumbe

Di daerah ini, ujar Nurhadi, agama lain terus bergerak. Para misionaris,  terus bekerja di mendekati orang-orang suku pedalaman. Bahkan mereka punya lapangan terbang pesawat-pesawat kecil di sekitar daerah suku pedalaman.

Di tempat penuh tantangan ini, ujar Nurhadi, dibutuhkan dai-dai yang siap bertugas tanpa pujian kecuali pujian dari Allah Subhanahu Wata’ala.

“Kita ingin mendekati dan memberikan dakwah Islam kepada mereka. Semoga Allah memudahkan langkah ini,” ujar Nurhadi yang kini merintis pendidikan Islam dan pondok pesantren  di Kecamatan Maba Utara, Kabupaten Halmahera Timur.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:daiDai Hidayatullahdakwahdakwah pedalamanHalmahera TengahkristenMaluku Utaramasuk islammemeluk IslammisionarisnomadenprimitiveSuku PedalamanSuku TobeloSuku Toguti
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya 8 Orang Ditangkap atas Serangan London, Pelaku Dipercayai Bertindak Pribadi
Tulisan selanjutnya Tsaqâfah Islam ; Kunci Sukses Mengembalikan Kegemilangan Islam

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Bom di terowongan tewaskan tentara Israel
Berita

Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan

Berita
1 Juni 2026 15:00
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
Masjid Al Aqsha BSD Sembelih 198 Hewan Qurban, Distribusi hingga Aceh dan NTT
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak

Terbaru

  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Mungkin Anda Juga Suka

Mereka Memilih Berani

Kemewahan di Kampung Mualaf Selat Kongki setelah Kehadiran Laznas Ini

13 Juli 2022 08:33
Mereka Memilih Berani

Kisah Dai Diadang Pedang Terhunus Saat Mau Khutbah Jumat

28 Juni 2022 08:00
Mereka Memilih Berani

Ketika Ustadz Hasyim HS Kaget Ditugaskan KH Abdullah Said

21 Mei 2022 15:00
Mereka Memilih Berani

Dakwah Tak Kenal Lelah “Dai Non-Subsidi”

3 Mei 2022 16:49
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?