Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Serangan Bom Mobil Tewaskan 23 Tentara Mesir di Sinai

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 10 Juli 2017 10:06 10:06 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 10 Juli 2017 10:06
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Serangan sebuah bom mobil dan menembaki pos militer Mesir di timur laut Semenanjung Sinai hari Jumat, menyebabkan 23 tentara terbunuh dan 33 lainnya terluka, petugas keamanan Mesir mengatakan.

Serangan itu dimulai ketika sebuah pengebom bunuh diri menabrakkan mobilnya ke pos di komplek militer di selatan desa El-Barth, Rafah, disusul dengan tembakan senjata berat dari lusinan militan bertopeng.

Korban terbunuh termasuk seorang perwira tinggi pasukan khusus, Kolonel Ahmed el-Mansi, dan sekitar 20 lainnya terluka dalam serangan itu. Sirine ambulans dapat terdengar dari kejauhan ketika mereka dikirim ke tempat itu. Pejabat keamanan berbicara dalam kondisi anonim karena mereka tidak diperbolehkan berbicara pada media.

Pada halaman resmi Facebook-nya, juru bicara angkatan darat Tamer el-Rifai mengkonfirmasi serangan tersebut dan mengatakan bahwa 26 personel angkatan darat terbunuh atau terluka dalam serangan, tanpa memberikan rincian lainnya.

Dia juga mengatakan bahwa angkatan darat menggagalkan beberapa serangan yang menarget sejumlah pos lainnya di Rafah selatan dan mengatakan 40 militan telah terbunuh.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas serangan itu. Namun, Mesir pada tahun-tahun terakhir ini telah bertempur dalam pemberontakan yang meningkat di Sinai utara, kebanyakan dengan militan dari kelompok yang berafiliasi dengan ISIS.

Baca: Manuskrip Medis dari Abad Ke-6 Ditemukan di Biara St Catherine Sinai Mesir

Para petugas keamanan mengatakan mengatakan para militan tiba di pos tersebut – yang bertempat di lokasi terpencil, wilayah gurun – dengan 24 SUV Land Cruiser.

Para penyerang melepaskan tembakan pada tentara dengan senapan mesin selama hampir satu setengah jam, kata mereka. Pasukan yang saat itu berada di kompleks tersebut diperkirakan berjumlah 60 tentara.

Setelah serangan, para militan menjarah pos tersebut, mengambil senjata dan amunisi. Belum jelas apakah mereka juga mengambil kendaraan bersenjata.

Saksi mata mengatakan mereka melihat helikopter Apache melancarkan serangan udara di sepanjang Rafah setelah serangan itu, tulis dailysabah.com.

Kompleks militer lain yang paling dekat berjarak satu jam perjalanan mobil, yang menyebabkan tentara tidak dapat menerima dukungan pasukan selain dari warga setempat, suku bersenjata dari Tarabeen yang memiliki pos keamanan mereka sendiri yang tidak jauh dari tempat insiden.

Baca: AS Kirim 75 Pasukan Tambahan ke Semenanjung Sinai

Wilayah terjadinya serangan itu merupakan benteng ISIS dan lokasi pertempuran sengit pada musim semi antara anggota suku dan militan.

Sumber pemerintah mengatakan pada AP bahwa beberapa pejabat senior militer telah menyatakan ketidaksetujuan mereka terhadap lokasi pos tersebut, yang kata mereka tidak memiliki cukup perlindungan.

Meskipun gagal menduduk wilayah-wilayah tersebut, anggota ISIS di Sinai banyak bertempat di Rafah barat dan selatan, pinggiran Sheikh Zueweid, dan di dalam wilayah pemukiman kota terbesar Sinai, El-Arish.

Selama beberapa bulan terakhir, ISIS telah memfokuskan serangannya pada kelompok minoritas Kristen Mesir dan melancarkan setidaknya empat serangan mematikan yang membunuh lusinan, mendorong Presiden Abdul Fattah al-Sisi mendeklarasikan keadaan darurat sejak Oktober 2014 setelah ISIS membunuh lebih dari 30 tentara dalam sebuah serangan tunggal.

Kelompok ISIS cabang Sinai nampak sebagai yang paling tangguh di luar Iraq dan Suriah. Cabang kelompok itu di Libya telah terpecah belah dalam pertempurang yang berlangsung berbulan-bulan di Kota Sirte.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:bom mobilDaeshISISKristen KoptikMesirperbatasan rafahPresiden Abdul Fattah Al-SisiSemenanjung Sinaisinaitentara mesir
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya MUI Mengutuk Keras Penyerangan Terhadap Hermansyah
Tulisan selanjutnya Ombudsman RI Mengaku Masih Temukan Pungli PPDB Online

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Berita
2 Juni 2026 19:00
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?