Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Opini

Anak Penguasa

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 11 Juli 2017 13:34 1:34 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 11 Juli 2017 13:34
Bagikan
Salah satu vlog-nya, anak Presiden Joko Widodo, Kaesang yang menyebabkan kontoversi
Bagikan

Oleh: Henri Shalahuddin

 

Ndeso!

Kata yang identik melekat pada diri seorang komedian, Tukul Arwana, mendadak fenomenal kembali setelah diucapkan oleh anak orang nomor satu di NKRI.

Sikap masyarakat pun pro-kontra, karena di samping diucapkan oleh anak presiden, kata tersebut dilontarkan untuk konteks yang berbeda. Jelas, ada yang membela, ada yang mencela. Yang membelanya beropini pada tampilannya yang apa adanya, sederhana dan umumnya anak muda yang bebas berekspresi. Tidak aji mumpung, meskipun dia anak presiden, tapi tidak minta-minta proyek ke bapaknya. Demikian kata sebagian mereka yang pro dan membelanya.

Baca Juga

Mendudukkan Kasus Kejahatan Seksual di FHUI
Flotilla Indonesia to Gaza 2.0: Peluang, Tantangan, Transparansi
Menyikapi Fenomena ‘Cocoklogi’: Mengaitkan Peristiwa Kontemporer dengan Nubuat Akhir Zaman
Board of Peace dan International Stabilization Forces: 5 Tanda Bahaya bagi Diplomasi Indonesia
Prabowo Tidak Peduli dengan Palestina

Bagi yang mencelanya berpandangan, anak presiden kok gitu! simplistik banget; kurang ningrat; tidak menjaga wibawa bapaknya; mengkampanyekan kontroversi; cenderung berpihak kedalam masalah yang sudah diputuskan oleh pengadilan; memberi stigma sosial & stereotype bagi sekelompok masyarakat yang berseberangan pandangan/keyakinan, dll. Bahkan ada yang mempolisikannya segala.

Baca: Presiden Jokowi Diminta Segera Berhentikan Sementara Ahok, agar tak Terkesan Pilih Kasih

Saya tidak hendak menceburkan diri kedalam golongan yang pro maupun kontra. Karena saya yakin yang bersangkutan masih sangat belia, masih dalam menapaki pembelajaran hidup, termasuk belajar mengekspresikan apa yang patut dan yang tidak patut sebagai pemuda muslim, anak bangsa, terlebih sebagai anak penguasa. Agama menganjurkan agar yang tua menyayangi yang lebih muda, dan yang muda menghormati yang lebih tua. Termasuk dalam hal nasehat. Jangan sampai nasehat kebenaran tidak diiringi dengan kesabaran dan kasih sayang. Wa tawashau bil haq, wa tawashau bishshobr. Begitu Firman Dzat Yang Maha Benar.

Berkaca dari sejarah

Adalah Abdul Malik, salah satu anak khalifah Umar bin Abdul Aziz r.a. Dikisahkan ketika sang ayah, Umar bin Abdul Aziz baru menjabat sebagai Amirul Mukminin sedang kelelahan setelah mengubur kerabatnya, Khalifah Sulaiman. Kondisi yang capek ini membuat khalifah Umar bin Abdul Aziz ingin beristirahat sejenak. Lalu anaknya, Abdul Malik, datang dan berkata:

“Wahai ayahku, tidakkah engkau ingin menyelesaikan hak-hak rakyat yang belum engkau selesaikan? Tidakkah engkau ingin menyelesaikan perkara orang-orang yang dizalimi, orang-orang yang diambil haknya yang belum engkau selesaikan?

Baca:  Kasus Ahok: Apa Suara Jokowi?

Lalu sang khalifah menjawab: “Wahai anakku, biarlah aku istirahat sejenak, nanti sehabis zuhur aku akan selesaikan semua perkara itu”.

Si anak pun berkata: “Wahai ayahku! Adakah jaminan bahwa setelah zuhur nanti Allah masih menghidupkanmu? Adakah jaminan bahwa setelah zuhur engkau masih bisa bernafas?

Umar bin Abdul Aziz kemudian mencium kening anaknya dan berkata: “Wahai anakku, engkau adalah laki-laki yang baik! Demi Allah! Aku tidak tahu apakah aku masih bisa bangun dan bernafas setelah zuhur nanti. Lalu ia bangkit dan menunaikan tugasnya sebagai khalifah meskipun dalam keadaan yang sangat letih.

Nasehat anak penguasa untuk bapaknya

Wahai ayahku, tegakkanlah kebenaran walau sesaat dari waktu siang! (ya abi, aqim al-haqq walau sa’atan min nahar)

Apakah engkau yakin bahwa kematian tidak menghampirimu, sementara rakyatmu menunggumu, dan engkau jauh dari mereka? Lalu ia [khalifah] segera bangkit dari kondisinya [istirahat sejenak] dan keluar bertugas untuk hajat rakyatnya. (awa aminta al-maut an ya’tiyaka wa ra’iyyatuka yantazhirunaka wa anta muhtajabun ‘anhum? Fa qoma min sa’atihi wa kharaja ilannas)

Baca: Kepada Presiden Jokowi, GNPF: Selama ini Hukum Seakan Tajam atas Umat Islam

Demikianlah sekelumit kisah tentang keluarga yang dianugerahi kekuasaan tetapi dibalut dengan sikap zuhud. Zuhud adalah orang yang memiliki harta dan kuasa, tapi tidak menjadi tawanannya. Inilah beda antara zuhud dan miskin. Maka bukanlah sikap zuhud yang sempurna jika orang belum mempunyai, lalu menjauhi dunia dengan menyibukkan diri sembahyang di kuil. Berzuhud di usia senja mungkin saja, tetapi di kala belia jarang terjadi.

Bangsa Indonesia tengah menanti karakter anak-anak penguasa yang saleh dan zahid, sebagaimana kita semua pun menanti pertumbuhan anak-anak kita yang saleh dan berani mengingatkan khilaf dan salah orang tuanya dengan penuh adab dan cinta.*

Peneliti senior INSISTS, doktor bidang Pemikiran Islam dari Universiti Malaya Kuala Lumpur

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Joko widodoJokowiKaesangKhalifahKhilafahndesoTukur Arwana
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Erdogan Rancang Kunjungan Regional Bantu Atasi Krisis Qatar
Tulisan selanjutnya Surat untuk Mufti Saudi terkait Dukungan Blokade Qatar Beredar

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya

Berita
30 Mei 2026 11:16
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Opini

Dampak Genosida Gaza, Ekspor Produk Pertanian ‘Israel’ Terancam Kolaps

22 Januari 2026 07:40
Opini

Zohran Mamdani, Venezuela, dan Ingatan Panjang Kekerasan Amerika

5 Januari 2026 11:00
Opini

Zohran Mamdani dan Paranoia Primitif di Jantung Amerika

11 November 2025 16:00
Opini

Ketika Bertanya Dianggap Bersalah: Membaca Logika Polisi atas Kasus Roy Suryo Cs

10 November 2025 10:19
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?