Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Gadis Afghan yang Kini Hidup di Inggris Dapat Beasiswa di Kampus Oxford

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 18 Agustus 2017 16:14 4:14 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 18 Agustus 2017 15:49
Bagikan
Malala Yousafzai daat diundang ke PBB
Bagikan

Hidayatullah.com–Malala Yousafzai wanita Afghan yang diberi Hadiah Nobel Perdamaian akhirnya mendapat tempat melanjutkan pelajaran ke Universiti Oxford, lapor BBC.

Malala yang kini tinggal di Birmingham, membenarkan berita itu  melalui satu tweet ucapan selamat yang ditujukan kepada semua orang yang mengetahui keputusan pada Kamis.

Gadis yang berusia 19 tahun yang dikabarkan hampir dibunuh Taliban di Pakistan mengkampanyekan hak asasi anak-anak perempuan terhadap pendidikan pada tahun 2012 itu akan melanjutkan studi dalam bidang falsafah, politik dan ekonomi.

Baca: Dianggap Antek Barat Sekolah Swasta Pakistan Larang Buku Malala

Malala pernah tertembak di kepala dalam perjalanan pulang dari sekolah selepas menulis catatan tanpa nama mengenai kehidupan di bawah pemerintahan Taliban di barat laut Pakistan.

Pasca jadi korban penembakan, gadis dari keluarga bersuku Pusthun ini segera dirawat oleh lembaga-lembaga HAM di Barat.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Malala mulai berbicara di depan publik dengan isu hak atas pendidikan pada tahun 2008.

Pada 12 Juli 2013, bertepatan dengan ulang tahunnya yang ke 16, diberi panggung dan berpidato di depan Forum Majelis Kaum Muda di Markas Besar PBB di New York, Amerika Serikat.

Selanjutnya, pada bulan Oktober 2014, ia bersama Kailash Satyarthi mendapatkan hadiah Nobel untuk bidang perdamaian 2014 untuk perjuangan mereka melawan penindasan anak-anak dan pemuda serta untuk mendapatkan hak pendidikan dan banyak bekerja untuk Barat.

Baca:  Etnis Wakhi: Tak Kenal Perang dan Tak Kenal Taliban

Malala pernah menulis memoarnya berjudul “I am Malala” yang ditulis bersama jurnalis Inggris Christina Lamb.

Namun warga Pakistan melarang buku itu dimasukkan ke perpustakaan karena menganggap gadis ini sekarang banyak menjadi jurubicara Barat.

Kashif Mirza, ketua Federasi Sekolah Swasta Seluruh Pakistan, pernah mengatakan organisasinya melarang buku Malala itu di sekolah-sekolah yang berafiliasi dengan lembaganya.

Malala “merupakan contoh bagi anak-anak, tetapi buku itu menjadikannya kontroversial,” kata Mirza dikutip Aljazeera. *

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:AfghanistanbaratbeasiswaHAMinggrisMalala YousafzaiPakistanTalibanUniversitas Oxford
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Komite Fatwa Singapura Bolehkan Bayi Muslim Terima Sumbangan Bank Susu
Tulisan selanjutnya Arab Saudi Sangkal Ingin Berunding dengan Iran

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura

Berita
15 Juli 2026 20:18
Korban di Gaza Capai 73.223, Barghouthi: Penjajah Jalankan Perang Pembersihan Etnis
Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?