Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Persatuan Ulama Muslim Se-Dunia Minta Saudi Bebaskan Ulama yang Ditangkap

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 14 September 2017 17:33 5:33 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 14 September 2017 17:27
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Persatuan Ulama Muslim Dunia atau International Union of Muslim Scholars (IUMS) , badan yang bermarkas di Doha, mengecam penangkapan puluhan ulama di Arab Saudi, dan mendesak Raja Salman bin Abdulaziz untuk pembebasan mereka, lapor Aljazeera pada Rabu 13 September 2017.

Syeikh Salman al-Audah, seorang penceramah Muslim terkemuka dan anggota dewan pengawas IUMS, dan lebih dari 20 orang lainnya ditangkap pada hari Ahad, menurut berbagai postingan di media sosial.

IUMS mengatakan dalam sebuah pernyataan pada Senin bahwa para ulama itu “seharusnya tidak digunakan sebagai pion dalam perselisihan politik”, merujuk pada krisis antara Qatar dan empat negara Arab lain – Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain dan Mesir.

“Terkait krisis [dengan] negara anggota Dewan Kerjasama Teluk (GCC), Syeikh Audah tidak melakukan apa-apa melainkan seruan untuk bersatu antara negara-negara bersaudara ini,” pernyataan itu terbaca, ditambahkan pula bahwa ciutan terakhirnya menyeru anggota-anggota GCC untuk “datang bersama-sama demi rakyat mereka”.

IUMS merupakan sebuah organisasi ulama Islam yang dikepalai oleh Syeikh Dr Yusuf al-Qaradhawi dan bermarkas di Qatar.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Sekitar 90.000 ulama Muslim terhubung dengan persatuan itu.

Ali al-Qaradaghi, sekjem IUMS, dikutip dalam dokumen yang mengatakan bahwa Syeikh al Audah dikenal karena “posisinya yang moderat”.

Meski demikian, Arab Saudi belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait laporan adanya penangkapan puluhan ulama tersebut.

Penangkapan pada Ahad itu terungkap di twitter setelah Khalid bin Fahd al-Audah mengatakan diciutannya  bahwa otoritas Saudi telah menangkap saudara laki-lakinya, Syeikh Salman al Audah.

Dia tidak menguraikan waktu penangkapan atau kemungkinan alasan dibalik itu.

Baca: Arab Saudi Dikabarkan Menangkap Syeikh Salman al Audah

Namun hari Senin, para aktivis melaporkan di media sosial bahwa otoritas Saudi telah menangkap lebih dari 20 ulama dan penceramah Muslim tanpa mengungkapkan alasan penangkapan.

Bersama Audah, mereka yang ditahan termasuk ulama terkemuka Saudi, Aaidh al-Qarni dan Ali al-Omari.

Para aktivis hari Selasa mengatakan Arab Saudi telah menahan puluhan ulama dan merupakan bagian dari ‘operasi keamanan’.

Para aktivis, yang mendedikasikan diri untuk memantau dan mendokumentasikan apa yang mereka sebut sebagai “tahanan hati nurani”, melaporkan di sosial media bahwa setidaknya delapan tokoh terkemuka, termasuk ulama, akademisi, presenter televisi dan penyair, telah “dipastikan” ditahan sejak Senin.

“[Salman] Al-Audah, [Aaidh] al-Qarni, Farhan al-Malki dan Mostafa Hassan [dipastikan],” kata Yahya al-Assiri, kepala pegiat hak asasi manusia Saudi, Human Rights Situation in Saudi Arabia  (ALQST), merujuk pada empat orang yang mereka laporkan telah ditahan.

“Sisanya juga benar, tetapi Saya tidak mempunyai informasi spesifik apapun.”

Pihak Saudi belum bisa dimintai komentar terkait penangkapan itu.

Baca: Raja Salman Perintahkan Tangkap Seorang yang Melakukan Kekerasan terhadap Warga

Seorang sumber di keamanan Saudi mengatakan pada kantor berita Reuters bahwa para tersangka dituduh melakukan “aktivitas mata-mata dan berhubungan dengan entitas eksternal termasuk Ikhwanul Muslimin”, dimana menjadi gerakan terlarang di Arab Saudi.

Krisis Teluk yang berhubungan dengan penangkapan itu bermula pada 5 Juni ketika empat Negara Arab (Arab Saudi, UEA, Bahrain dan Mesir) memutuskan hubungan diplomatik dan ekonomis dengan Qatar, menuduh negara itu mendukung “ekstrimis”,  meski Qatar berkali-kali menyangkal.

Tak cukup itu, empat negara itu menjatuhkan blokade udara, darat dan laut atas Qatar sebelum menyerahkan sebuah daftar berisi 13 permintaan pada Doha.

Langkah itu dilihat oleh Qatar sebagai serangan langsung terhadap kedaulatannya.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:arab saudidiplomasi QatarEmir QatarJenderal al SisiKerajaan Saudikrisis QatarKSAKudeta MesirNegara telukPangeran Muhammad bin Salmanpenangkapan ulamaPutra MahkotaQatarSyeikh Salman al AudahTamim bin Hamad al-Thani
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Genosida Rohingya: Minyak, Demokrasi yang Gagal dan Nabi Palsu
Tulisan selanjutnya Korupsi, Bekas Bos PetroVietnam Terancam Hukuman Mati

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas

Berita
4 Juni 2026 14:01
Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?