Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Ghazwul Fikr

Tuan Imam, Inilah Aqidah Kita!

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 13 Oktober 2017 11:30 11:30 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 12 Oktober 2017 11:32
Bagikan
Bagikan

Oleh: Qosim Nursheha Dzulhadi

 

VIRALNYA pernyataan Imam Besar Masjid Istiqlal, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, tentang tidak problemnya dogma Trinitas Kristen berhadap dengan konsep Ketuhanan yang Maha Esa pada Sila Pertama Pancasila amat menarik untuk direspon. Setidaknya, dapat direspon pada poin-poin berikut ini:

Pertama, masalah Trinitas tak dapat disandingkan dengan Tauhid. Ini ‘aqidah kita, Tuan Imam! Karena di dalam Islam nama Allah yang 99 itu bukan person, itu adalah nama. Nama bukan Zat, tapi ia tak terpisah dari zat. Jika pun sifat 20 (dalam aqidah Asy’ariyah yang diformulasi oleh Imam al-Sanusi), misalnya, dikatakan sama dengan banyaknya Tuhan, ini pun keliru. Karena itu adalah sifat. Dan sifat Allah tentu bukan zat-Nya. Jadi, Allah tetap Esa (Ahad), tetap satu (Wahid). Maka, Nama dan sifat-Nya yang banyak. Namun sifat dan ama itu hanya untuk satu Tuhan, yaitu Allah Subhanahu Wata’ala., bukan untuk banyak Tuhan. Tuan Imam, inilah aqidah kita!

Sampai pun Tuan menyatakan bahwa Trinitas dapat dijelaskan dengan konsep Ahadiyah-Wahidiyah Teosofi Islam, tetap tidak benar. Apalagi jika Tuan Imam menyatakan bahwa al-Asma’ al-Husna tidak dapat dipertentangkan dengan keesaan Allah. Tentu jelas tidak dapat, karena 99 nama Allah yang indah nan elok itu adalah nama, bukan zat. Beda dengan Trinitas (Tritunggal): Satu dalam Tiga, Tiga Dalam Satu. Karena saudara kita dari kaum Kristen meyakini ada Tuhan Bapa, Tuhan Anak, dan Tuhan Roh Kudus. Bukankah Allah dalam Al-Qur’an menyatakan bahwa yang meyakini tiga Tuhan (Tsalits Tsalatsah) hukumnya kafir? (Qs. 5: 73). Bukankah yang meyakini bahwa nabi ‘Isa sebagai tuhan juga kafir? (Qs. 5: 72). Kata kata Nabi ‘Isa, “Hai Bani Israil, sembahlah Allah Rabbku dan Rabb kalian. Karena siapa saja yang menyekutukan-Nya maka Allah haramkan surga baginya dan tempat tinggalnya adalah neraka.” (Qs. 5: 72).

Baca Juga

SPI: Feminisme Hanya Melestarikan Konflik!
Tuduh Islam Kaku, Dokter Muda Kristen Ini Terbungkam saat Dengar Hujjah Buya Hamka
Syubhat Seputar Al-Qur’an: Benarkah Ada 2 Surah yang “Hilang”?
Pluralisme dan Sekularisme: Sebuah Proyek (Seri 2)
Pluralisme dan Sekularisme: Sebuah Proyek (Seri 1)

Kedua, mengenai Ahadiyah-Wahidiyah ada baiknya kita perhatikan mengapa Qs. Al-Ikhlas turun. Kaum Musyrikin Mekah barkata kepada Rasulullah, “Hai Muhammad, coba jelaskan kepada kami nasab Tuhan Anda! Maka Allah menurunkan Qs. Al-Ikhlas bahwa: Allah itu Ahad. Tempat bergantung segala sesuatu. Tidak beranak dan tidak diperanakkan. Dan tidak ada sesuatu pun yang setara dengan-Nya.”

Imam Ibn Jarir dan Imam al-Tirmidzi kemudian menjelaskan makna al-shamad dengan: yang tidak beranak dan tidak diperanakkan. Karena tidak sesuatu pun yang dilahirkan kecuali dia akan mati. Dan tidak ada sesuatu pun yang mati kecuali akan mewariskan sesuatu. Sedangkan Allah Jalla Jalaluhu tidak mati dan tidak mewariskan.” (Lihat, Imam Ibn Katsir (700-774 H), Tafsir al-Qur’an al-‘Azhim, Sami ibn Muhammad as-Salamah (al-Riyadh-Saudi Arabia: Dar Thibah, 1420 H/1999 M), 8/518). Apakah Tuan Imam meyakini Allah “beranak” dan “diperanakkan”? Artinya, Allah tetap ‘Wahid’, tidak ada Tuhan kedua, ketiga, dan seterusnya. Allah juga ‘Ahad’, karena Dia tidak tersusun dari apapun. Dan Allah yang ‘Ahad’ itu Dialah yang ‘Shamad’. Dan Dialah yang ‘tidak beranak dan tidak diperanakkan’ dan tidak ada seorang pun yang setara dengan-Nya. Tuan Imam, inilah aqidah kita!

Ketiga, Tuan Imam, tentang Trinitas. Tentang dogma ini pun saya paham umat Kristiani tidak satu pandangan sampai hari ini. Karena memang Yesus tak mengajarkannya. Apalagi dicari dasarnya dalam Bible, Yesus tak mengajarkannya. A.N. Wilson dalam bukunya Jesus: A Life (1992), hlm. Xvi menyatakan,

 “I had to admit that I found it impossible to believe that a first-century Galilean holy man (Jesus) had at any time of his life believed himself to be the Second Person of the Trintiy.”

Justru dalam Bible Yesus malah berkata, “Dengarlah hai Israel: Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa.” (Kitab Ulangan 6: 4). Dalam Markus 12: 29 juga disebutkan, “Dengarlah, hai Israel: Tuhan Allah kita, Tuhan itu Esa.” Bahkan Allah dalam Kitab Yesaya 46: 9 berfirman, “Akulah Allah dan tidak ada yang lain. Akulah Allah dan tidak ada yang seperti Aku.”

Makanya, Sejarawan Arthur Weigall dalam bukunya Paganism in Our Christianity mengatakan, “Jesus Christ never mentioned such a phenomenon, and nowhere in the New Testament dose the word Trinity appear. The idea was only adopted by the Church three hundred years after the death of our Lord.” (Lebih luas, lihat Dr. Sanihu Munir, Dialog Seputar Trinitas: Menapaktilasi Asal-usul Dogma Ketuhanan Kristen (Surabaya: Pustaka Dai, 2001).

Dan ternyata, baik Kitab Ulangan 6: 4, Markus 12: 29 dan Yesaya 46: 9 sangat sesuai dengan firman Allah dalam Qs. 5: 72. Apakah ini kebetulan? Tentu tidak! Karena misi dakwah seluruh Rasul Allah (sejak zaman nabi Adam hingga Rasulillah Shalallahu ‘Alaihi wassallam) adalah sama: mengajarkan Tauhid (mengesakan Allah).*>>> klik (BERSAMBUNG)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
12Halaman selanjutnya
TAG:akidahAsy’ariyahdogma TrinitasImam al-SanusiImam Besar Masjid Istiqlalketuhanan yang maha esakristenNasaruddin Umarpancasilasifat 20Sila Pertamatauhidtrinitas
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya GAN Minta Anies-Sandi Teguh Berkomitmen Hentikan Reklamasi Teluk Jakarta
Tulisan selanjutnya “Namanya Juga Usaha…”

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Berita
3 Juni 2026 13:30
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran

Terbaru

  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Mungkin Anda Juga Suka

ArtikelGhazwul Fikr

Populernya Hamas, Meredupnya Otoritas Palestina dan Mahmoud Abbas

22 November 2023 12:10
ArtikelGhazwul Fikr

6 Narasi Sinisme Perjuangan Palestina = Propaganda Zionis

10 November 2023 16:45
Ghazwul FikrTsaqafah

Sekularisme dan Liberalisme  

2 Desember 2022 12:55
Ghazwul FikrTsaqafah

Membangun Peradaban Bermartabat

13 November 2022 09:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?