Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Oase Iman

Ketaatan Dzun Nurain

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 12 Oktober 2017 12:49 12:49 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 12 Oktober 2017 12:49
Bagikan
Bagikan

KETAATAN penuh kepada Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassallam membuat seorang muslim menjadi tabah, tegar, dan sabar dalam menghadapi cobaan. Utsman bin Affan RA misalnya, beliau adalah di antara sahabat yang memiliki jenis ketaatan unik yang dalam sejarah membuatnya kokoh dalam menghadapi ujian hidup.

Pada suatu hari, suami dari Ruqayya dan Ummi Katsum ini –sebagai gambaran yang menunjukkan kadar ketaatan beliau kepada Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassallam – pernah berujar, “Semenjak aku berbaiat kepada Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassallam, aku tidak pernah menyentuh kemaluanku –beristinjak– dengan tangan kanan.”

Bayangkan! Mungkin bagi sementara orang urusan memegang kemaluan dengan tangan kanan ketika bersistinjak  (menghilangkan najis kecil atau besar dari kemaluan atau dubur) adalah perkara biasa. Namun, bagi Utsman RA, sekecil apapun itu, kalau itu dilarang oleh Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassallam, maka baginya sam’an wa tha’atan (aku mendengar dan taat). Dirinya yakin semua yang datang dari Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassallam pasti baik dan wajib ditaati.

Ketaatan yang mungkin disepelekan, tidak begitu diperhatikan orang seperti apa yang dilakukan sahabat dari kabilah Umayyah ini mampu didawami, diamalkan secara istiqamah oleh Utsman sejak berbaiat kepada Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wassallam.

Baca: Program Air Gratis Sumur Utsman

Kalau Utsman masuk Islam pada umur 30-an, dan meninggal pada usia 80-an, jika baiat digenapkan pada usia 40 tahun, maka selama 40 tahun Utsman tidak pernah menyentuh kemaluannya dengan tangan kanannya sebagai wujud ketaatan.

Baca Juga

Masihkah Bisa Tersenyum Saat Al-Aqsha Terjajah?
Khutbah Jum’at: Saat Masjid Al-Aqsha Ternoda, Apa Masih Ada Nyala Iman di Dada?
Khutbah Jum’at: Ramadhan Berlalu, Amal Tetap Kontinu
Khutbah Idul Fitri 1447 H : Deklarasi Kemenangan Hati di Tengah Riuhnya Kesalehan Visual
Khutbah Jumat: Mengisi Rajab dengan Muhasabah, Amal dan Puasa

Jika pada hal yang kecil saja beliau sangat taat, apa lagi dengan perintah dan larangan lain yang berasal dari Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wassallam.

Itulah Utsman bin Affan radiyallahu ‘anhu yang mendapat laqab (gelar) dzun nurain (orang yang memiliki dua cahaya).  Sebab hanya satu orang di dunia,  yaitu  Utsman bin Affan, yang  menikahi dua putri Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wassallam.

Sa’id Ramadhan Buthi dalam Fiqh al-Sirah al-Nabawiyah (2008: 368) menukil riwayat Ibnu Asakir tentang cerita Abu Tsaur al-Fahmi yang mendengar dari lisan Utsaman langsung di saat beliau sedang dikepung pemberontak menjelang kematiannya.

Utsman menyebut ada 10 keistimewaan yang dimilikinya di antaranya, “Aku tidak pernah menyentuh kemaluanku dengan tangan kanan sejak aku berbaiat kepada Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassallam,”. Keistimewaan ini disebut bisa jadi untuk menampik tudingan miring yang diarahkan padanya. Bagaimana mungkin beliau melakukan perbuatan yang melanggar agama, jika pada hal yang kecil saja beliau sangat taat kepada Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassallam.

Pada tahun 35 H, fitnah semakin berkecamuk. Klarifikasi Utsman oleh para pemberontak tak dipedulikan. Mereka ngotot ingin Utsman mempertanggungjawabkan kesalahannya. Apa nyali Utsman menciut dengan gelombang fitnah yang begitu deras menderanya? Ternyata tidak.

Baca: Fitnah Besar, Tercampurnya Antara Kebenaran dan Kebatilan

Ketaatan kepada Rasulullah seolah menjadi kekuatan tersendiri bagi Utsman. Dia tetap tegar di hadapan badai fitnah yang menerjang.

Dirinya sama sekali tidak khawatir. Jauh-jauh hari dia sudah mendengar dari Nabi yang sangat ditaatinya bahwa dia akan diterpa fitnah dahsyat, bahkan akan mati syahid, tapi semua itu bisa dihadapi dengan baik dan sama sekali tidak menimbulkan bahaya apapun bagi Utsman. Beliau akhirnya gugur di tangan pemberontak dalam kondisi berpuasa dan sedang membaca al-Qur`an sampai pada ayat fasayakfikahumullah (QS. Al-Baqarah [2]: 137)

Dari kisah Utsman RA ini, pembaca bisa mengambil pelajaran bahwa ketaatan Utsman kepada Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassallam melahirkan energi dahsyat yang membuatnya tetap sabar, tegar, teguh pendirian di tengah terjangan fitnah yang bisa merenggut nyawanya. Semua prahara fitnah yang dihadapi, bisa dijalani dengan baik bahkan mengantarkan beliau pada takdir syahidnya. Wallahu a’lam.*/Mahmud Budi Setiawan

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:aku mendengar dan taatbaiatdua cahayaDzun NurainfitnahistinjakKabilah Umayyahkemaluanketaatannajis besarnajis kecilrasulullahRuqayyasam’an wa tha’atanUmmi KatsumUtsman bin Affan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya MUI Tegaskan, Imunisasi Boleh tapi Wajib dengan Vaksin Halal dan Suci
Tulisan selanjutnya Turki akan Dirikan Lembaga Akreditasi Halal

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Berita
15 Juli 2026 21:25
Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
Matinya Lindsey Graham, Senator AS Paling Vokal Bela ‘Israel’
Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI
Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar

Terbaru

  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

Mungkin Anda Juga Suka

Oase Iman

Khotbah Jumat: Islam Menentang Aksi Premanisme

8 Mei 2025 13:08
Oase Iman

Khutbah Jumat: Hormat kepada Ulama, Santun kepada Sesama

24 April 2025 18:21
Oase Iman

Khutbah Jumat: Waspadai Faktor Penggagal Fatwa Jihad PalestinaL: Diri Kita Sendiri!

11 April 2025 07:28
Oase Iman

Khutbah: Idul Fitri dan Momentum Merajut Persaudaraan Sesama Umat Islam

30 Maret 2025 22:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?