Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Palestina Terkini

Rujuk Fatah-Hamas Disambut Baik, Penjajah Israel Meradang

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 13 Oktober 2017 13:17 1:17 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 13 Oktober 2017 13:17
Bagikan
[Ilustrasi] Warga Gaza
Bagikan

Hidayatullah.com–Liga Arab hari Kamis menyambut baik kesepakatan damai dua faksi Palestina,  Fatah dan Hamas, tulis kantor berita China Xinhua. Sebaliknya, Penjajah Israel meradang dengan kesepakatan ini.

Liga Arab yang terdiri dari 22 anggota negara, memberi ucapan selamat kepada pemimpin Palestina Mahmoud Abbas, dan dua gerakan ini  dengan tercapainya sebuah konsensus guna mengakhiri perselisihan politik yang terjadi selama satu dekade di Palestina.

Perdamaian tersebut merupakan jaminan kunci bagi warga Palestina untuk mencapai tujuan kebebasan, kemerdekaan, mengakhiri penjajah Israel dan membangun negara merdeka di perbatasan tahun 1967, kata pernyataan tersebut.

Baca: Hamas-Fatah Sepakat Rujuk, Perbatasan Rafah Siap Dibuka

Dalam pernyataan pers yang dirilis hari Kamis, faksi Jihad Islam menegaskan pentingnya mengambil langkah-langkah yang semestinya untuk meringankan penderitaan warga dan mencabut sanksi yang diberlakukan terhadap Gaza serta menghentikan penangkapan politik di Tepi Barat.

Jihad Islam juga menyerukan agar dilanjutkan dialog seputar masalah-masalah nasional penting dan membangun strategi nasional menyeluruh untuk menghadapi penjajah Zionis dan mewujudkan tujuan-tujuan nasional seperti hak kembali pengungsi Palestina, pembebasan dan kemerdekaan.

Baca Juga

Hamas Tolak Lucuti Senjata Sebelum Penjajah Tinggalkan Gaza
Korban di Gaza Capai 73.223, Barghouthi: Penjajah Jalankan Perang Pembersihan Etnis
OKI mengutuk RUU Penjajah ‘Israel’ Melarang Seruan Azan
Al-Aqsha Ditutup untuk Muslim, Para Rabi Berdoa di Tembok Al-Buraq Picu Sorotan
Gelombang Protes Tolak UU Hukuman Mati Israel bagi Tahanan Palestina

Gerakan Hamas dan Fatah telah menandatangani kesepakatan rekonsiliasi Palestina di ibukota Mesir, Kairo, pada hari Kamis (12/10/2017), yang dihadiri Menteri Intelijen Mesir Jenderal Khaled Fauzi, untuk mengakhiri 11 tahun perpecahan internal Palestina.

Dengan kesepakatan baru, Otorita Palestina (PA) yang didominasi Fatah akan mengambil alih tanggung jawab administrasi sepenuhnya Jalur Gaza dari Hamas terhitung mulai 1 Desember mendatang.

Baca: Rekonsiliasi Palestina Dianggap Bergerak Maju

Sementara itu, Penjajah Israel menolak mengakui pemerintahan nasional Palestina.

Israel hari Kamis mengatakan, pihaknya tidak akan mengakui pemerintah nasional Palestina kecuali jika Hamas melucuti senjata dan menghentikan seruan menghancurkan negara tersebut, sebuah logika di luar akal sehat, di mana negara yang tanahnya dirampas dan dijajah hampir 70 tahun berusaha untuk mempertahankan diri.

“Selama Hamas tidak melucuti senjata dan menghentikan seruan untuk menghancurkan Israel, Israel menempatkan tanggung jawab di pundaknya atas semua tindakan terorisme yang berasal dari Gaza,” kata kantor Perdana Menteri Israel dalam sebuah pernyataan dikutip Xinhua.

Israel menduduki Jalur Gaza dan Tepi Barat selama Perang Timur Tengah tahun 1967 dan sejak saat itu merampas dua wilayah meskipun dikritik masyarakat internasional.

Baca: Delegasi Tingkat Tinggi Hamas Kunjungi Kairo untuk Rekonsiliasi

Harakah al-Muqawamah al-Islamiyah (HAMAS) atau Gerakan Perlawanan Islam lahir pada 18 November 1987, oleh Syeikh Ahmad Yasin kurang lebih 30 tahun, sebagai bentuk perlawanan dan pertahanan diri atas penjajahan terhadap bangsa Palestina selama 7 dasawarsa oleh Zionis-Israel yang didukung Barat.

Sementara Penjajah Israel dipersenjatai senjata-senjata canggih dengan biaya gratis dari Amerika Serikat (AS), Hamas mempertahankan diri dengan alat-alat sederhana buatan sendiri.

Atas usahanya mempertahankan diri dari penjajahan, Israel dan Amerika Serikat (AS) justru memasukkannya sebagai ‘kelompok teroris’.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:blokade GazaFatahGerakan Perlawanan IslamHAMASHamas-FatahHarakah Al-Muqawwamah Al-lslamiyahisraelJihad IslamLiga ArabMesirPalestina Mahmoud Abbaspenjajahan PalestinapositifRafahZionis-Israel
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya KH Ma’ruf Amin: Bank Muamalat Harus Kita Jaga
Tulisan selanjutnya Erdogan dan Istrinya Disambut Hangat Warfa Bosnia

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

Berita
15 Oktober 2026 16:32
Kecam Serangan Bandara King Khalid Saudi, Dewan Dakwah: Tidak Dapat Dibenarkan
Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon

Terbaru

  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
  • Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
  • IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang
  • Majelis Ulama Indonesia Tetap Tegas Tolak Konser Andrea Bocelli

Mungkin Anda Juga Suka

Palestina Terkini

Menteri Penjajah Tuangkan Miras Rayakan Disahkannya Hukuman Mati untuk Warga Palestina Terjajah

31 Maret 2026 09:13
Palestina Terkini

Zionis Sahkan Undang-Undang Hukuman Mati bagi Warga Palestina Terjajah, Picu Kritik Internasional

31 Maret 2026 09:08
Palestina Terkini

Babak Baru Pendudukan: ‘Israel’ Resmikan Pencaplokan Tepi Barat

17 Februari 2026 14:18
Palestina Terkini

Khaled  Misy’al: Senjata Bagi Hamas adalah Alat Pertahanan Diri dari Penjajahan

10 Februari 2026 06:48
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?