Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kisah & Perjalanan

“Permisi, Ada Tempat Duduk untuk Ibu Hamil?”

Muhammad Abdus Syakur
Terakhir diupdate: 4 November 2017 10:51 10:51 am
Muhammad Abdus Syakur
Dipublikasikan 4 November 2017 10:51
Bagikan
Penumpang berjejalan di gerbong KRL relasi Jakarta-Bogor saat berhenti di Stasiun Depok, Jawa Barat, Jumat malam (20/10/2017).
Bagikan

SATU rangkaian Commuter Line tujuan Bogor, Jawa Barat, berhenti di Stasiun Pasar Minggu, Jakarta Selatan, suatu malam sekitar pukul 20.13 WIB.

Jam segitu, kereta rangkaian listrik (KRL) arah dari Jakarta ini sedang padat-padatnya penumpang. Maklum, waktunya pulang kerja bagi mereka; para pengguna KRL, transportasi murah dan ‘bebas macet’.

Pintu otomatis KRL terbuka. Sebagian penumpang turun, bertukar posisi dengan calon-calon penumpang yang beranjak naik. Di pintu dekatku, seorang wanita berjilbab bergegas masuk ke gerbong.

“Permisi mau ke kursi,” ujarnya. Tak biasanya ada penumpang yang masuk KRL sambil permisi.

Meski begitu, aku dan sebagian penumpang segera berupaya membukakan jalan untuk wanita tersebut lewat. Dia menerobos pelan ke dalam kerumunan, menyelinap di antara sesaknya gerbong.

Baca Juga

Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia mengunjungi Palestina dan Masjidil Aqsha
Keadaan Masjidil Aqsha dan Rakyat Palestina di Bawah Penjajahan Israel
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [2]
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [1]
Manis Asin Bisnis Si Kental Hitam
Syiarkan Tilawah al-Quran, Mahasiswa STAIL Selenggarakan “Touring Quran”

Aku semakin terhimpit. Sambil bertanya-tanya, ngapain dia bela-belain masuk ke bagian dalam gerbong saat lagi padat begini.

Baca: Ini ‘Keistimewaan’ bagi Penumpang Berpuasa Saat Berbuka di KRL

Selama ini jika kereta lagi penuh sesak, biasanya penumpang yang baru masuk memilih berdiri sedapatnya di dekat pintu. Soalnya, jangankan berpindah tempat apalagi masuk ke bagian dalam, untuk bergerak di tempat saja cukup repot.

“Permisi mau ke kursi!” ujar wanita itu lagi setelah melewatiku, memohon tanpa memelas.

Beberapa penumpang berusaha peduli dengan wanita itu. Sebagian lainnya cuek atau tak mampu berbuat apa-apa. Aku masih membatin, kenapa wanita itu rela “mendesak” masuk.

Jumat, 20 Oktober 2017 itu, pertanyaanku terjawab cepat. Ternyata ia sedang sangat membutuhkan kursi untuk duduk, tak kuat berdiri lama. Maklum, ia sedang berbadan dua alias hamil.

Penumpang Prioritas

Wanita hamil, ibu membawa balita, lansia, dan penyandang cacat (disabilitas), adalah penumpang prioritas dalam layanan PT Kereta Api Indonesia khususnya Commuter Line Jabodetabek. Pada setiap pojok gerbong KRL pun, disediakan kursi-kursi prioritas yang dikhususkan bagi empat jenis penumpang khusus itu.

Namun begitu, sudah tak berbilang rasanya kudapati penumpang prioritas yang terpaksa berdiri di kereta karena tak kebagian kursi. Kondisi itu biasanya terjadi jika sedang tak ada petugas Walka di gerbong tersebut, atau jika tak ada penumpang duduk yang menyadarinya. Sering pula penumpang prioritas yang tak kebagian kursi enggan atau malu meminta tempat duduk kepada penumpang lain.

Tapi banyak juga ‘kisah heroik’, ketika penumpang yang duduk di kursi mengalah dan mempersilakan penumpang prioritas untuk duduk.

Baca: Mantan Pimpinan KPK ‘Tertangkap Basah’ di KRL…

Jumat malam itu pun, dalam perjalanan di KRL dari arah Jakarta, aku harap ibu hamil yang menerobos padatnya penumpang segera mendapatkan haknya. Tapi sepertinya tak mudah. Selain harus melewati ‘barikade’ penumpang, ibu hamil itu harus berani menyuarakan hak prioritasnya.

Dan rupanya, ia tergolong ‘berani’. Ini kutangkap jelas dari sepenggal kalimat yang ia ungkapkan kepada siapa saja di dalam gerbong itu. Sebaris kalimat yang cukup langka kudengar.

“Permisi, ada tempat duduk untuk ibu hamil?” Ia berujar setengah bertanya separuh meminta tapi dengan nada terdengar tegas.

Mendengar itu, seketika terjadi kasak kusuk di dalam gerbong. Terlihat dan terdengar banyak penumpang yang langsung respek.

“Ada ibu hamil, ada ibu hamil!” Seru beberapa orang.

Sebagian lainnya langsung melakukan sesuatu agar ibu hamil itu segera bisa duduk. Ada yang mengeser badannya, ada pula yang mengingatkan penumpang lain yang sedang duduk untuk berkenan berganti posisi. Sempat beberapa saat ibu hamil itu menjadi pusat perhatian.

Hingga kemudian, seseorang mau berganti posisi dengannya. Alhamdulillah, mungkin begitu batin perempuan yang kini terlihat duduk tenang dalam perjalanan pulang.

Ibu hamil ini akhirnya kebagian tempat duduk di kursi KRL Jakarta-Bogor. [Foto: Syakur/hidayatullah.com]

Baca: “Keren, TNI AL Mengaji di KRL”

Budaya Positif

Firta, nama ibu hamil itu. Ia mengaku sudah sering berjibaku dengan padatnya penumpang KRL dari Jakarta, demi pulang ke rumah setelah seharian bekerja. Termasuk saat masih belum hamil.

Suatu kesyukuran, malam itu ia kembali dapat duduk di KRL. “Ada mbak-mbak (yang kasih kursi tadi). Cuman tadi kursinya berempat agak sempit,” ujarnya, tertawa kecil, seturunnya di Stasiun Depok. Kami bincang sebentar setelah kuperkenalkan diri sebagai wartawan hidayatullah.com.

Ia mengaku, sebelum hamil masih bisa memaksakan berdiri di KRL. “Atau suka-suka lah. Kalau sekarang sudah hamil,” ujar wanita 30-an tahun, karyawan sebuah BUMN di kawasan Gatot Subroto, Jakarta ini.

Dalam kondisi mengandung janin berusia 3 bulan saat itu, Firta tak bisa lagi maksain berdiri lama di KRL. Demi masa depan bayinya, ia harus duduk dan pe-de meminta khusus prioritas.

Di era modern saat ini, dimana warga Jakarta dan sekitarnya masih sering dicitrakan egois dan abai dengan sekitarnya, masih ada secercah kebaikan di atas transportasi massal. Fitra turut merasakan itu.

Firta (jilbab abu-abu). [Foto: Syakur/hidayatullah.com]
Selama hamil pernah terpaksa berdiri karena tak kebagian kursi di KRL? “Oh enggak,” jawab wanita yang mengaku pertama kalinya mengandung ini, sambil sesekali memegang perutnya yang terlihat membuncit.

Dan ia mengakui, kepedulian warga, khususnya dalam berbagi tempat duduk bagi penumpang lain, adalah budaya positif yang harus dilestarikan.*

Baca: ”Berjalan pada Rel (Jadi) yang Benar…”

Redaktur: Muhammad Abdus Syakur
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Commuter LineCommuter Line JabodetabekDKI Jakartaibu dan anakibu hamilKAIkepeduliankereta rangkaian listrikKRLlalu lintas Jakartapenumpang KRLpenumpang prioritasPT Kereta Api Indonesiawanita hamilwarga Jakartawarga metropolitan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Prancis Setuju Referendum Kemerdekaan Kaledonia Baru 2018
Tulisan selanjutnya Polisi Hentikan Islam Safari Geert Wilders di Brussels

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya

Berita
17 Juli 2026 15:23
Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo
Matinya Lindsey Graham, Senator AS Paling Vokal Bela ‘Israel’
Iran Lancarkan Serangan Balasan ke Pangkalan Militer AS di Timur Tengah, Ketegangan Regional Memanas
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Kisah & Perjalanan

Aksara Jawi yang Masih Bertahan di Brunei Darussalam

21 Desember 2022 09:45
FeatureKisah & Perjalanan

Mendulang Rezeki dari Budi Daya Rumput Laut di Desa Kupang

10 Desember 2022 23:18
Kisah & Perjalanan

Piala Dunia 2022: Qatar Ubah Pertandingan Bola menjadi Keramahan Budaya Arab dan Keindahan Islam

9 Desember 2022 10:25
Kisah & Perjalanan

Turki dan Surga Kucing

4 Desember 2022 23:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?