Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Dinas Meteorologi Rusia Konfirmasi Awan di Eropa Dipenuhi Radioaktif

Ama Farah
Terakhir diupdate: 23 November 2017 20:17 8:17 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 23 November 2017 20:17
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Sumber awan radioaktif yang sempat melayang di langit Eropa awal bulan Oktober berasal dari Pegunungan Ural. Namun, lembaga nuklir Rusia bersikukuh membantah telah terjadi kebocoran radioaktif di wilayahnya.

Terdapat indikasi-indikasi lebih lanjut yang menunjukkan bahwa zat radioaktif isotop ruhtenium-106 dapat dilacak hingga ke tempat asalnya yaitu fasilitas nuklir Mayak, di kawasan Ural, lokasi di mana bahan bakar nuklir diproses ulang.

Lembaga meteorologi Rusia, Rosgidromet, hari Senin (20/11/2017), mengkonfirmasi bahwa pelepasan Ru-106 di bagian selatan Ural pada akhir September dan awal Oktober diklasifikasikan sebagai “kontaminasi yang sangat tinggi.”

Lembaga keselamatan nuklir Prancis IRSN melaporkan pada 9 November bahwa zat radioaktif di awan yang terdeteksi di Prancis antara 27 September dan 13 Oktober sepertinya berasal dari Rusia atau Kazakhstan.

¶ Eropa dihampiri awan mengandung polutan radioaktif

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Di stasiun pengukuran Argayash, Rusia, hasil pengukuran tingkat radioaktifnya 986 kali lebih tinggi dibanding bulan sebelumnya, kata Rosgidromet. Sementara di stasiun Novogorny, angkanya 440 lebih tinggi.

Pertengahan bulan Oktober lalu, badan nuklir Rusia Rosatom membantah ada fasilitasnya yang mengalami gangguan atau kecelakaan. Sekarang, bantahan itu diulanginya lagi.

Para pejabat di Mayak mengatakan dosis radiasinya 20.000 kali lebih kecil dibanding “dosis tahunan yang diperbolehkan,” dan oleh karenanya “tidak mengandung bahaya apapun bagi kesehatan dan kehidupan manusia.”

Dalam sebuah pernyataan yang dirilis hari Selasa (21/11/2017), kelompok peduli lingkungan Greenpeace menuntut dilakukannya penyelidikan menyeluruh atas kemungkinan “penyembunyian insiden nuklir” dan resikonya terhadap kesehatan publik, lapor Deutsche Welle.

Mayak merupakan lokasi terjadinya bencana Kyshtym tahun 1957, yaitu kecelakaan nuklir terparah ketiga di dunia yang pernah tercatat.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Geng MS-13 Penggal Kepala dan Mencabut Jantung Korbannya di Dekat Washington DC
Tulisan selanjutnya Otoritas Saudi Melarang Swafoto di Dua Masjid Suci

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap

Berita
14 Juli 2026 19:51
Jepang Berhasil Meluncurkan dan Mendaratkan Roket Guna Ulang
MUI Jabar Berencana Bentuk Satgas dan Posko Anti LGBT, Terima Dukungan Puluhan Ormas dalam Audiensi
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura
Matinya Lindsey Graham, Senator AS Paling Vokal Bela ‘Israel’

Terbaru

  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital
  • Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura
  • Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo
  • MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda
  • INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap
  • Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar
  • MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif
  • Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI
  • Matinya Lindsey Graham, Senator AS Paling Vokal Bela ‘Israel’

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?