Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Palestina Terkini

Keputusan Trump Pancing Kemarahan Dunia, Hamas Serukan Intifada

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 8 Desember 2017 05:45 5:45 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 8 Desember 2017 05:45
Bagikan
Hamas tahanan palestina
Bagikan

Hidayatullah.com—Keputusan Presiden AS Donald Trump menjadikan Kota Baitul Maqdis menjadi ibu kota Zionis memancing reaksi kemarahan dunia.

Hari Jum’at sore ini, warga kota London dikabarkan akan turun jalan menolak klaim Donald Trump yang mengakui Jerusalem (Baitul Mqdis) sebagai ibu kota negara palsu bernama Israel.

Sementara itu, Parlemen Tunisia hari Kamis mengadakan sidang darurat setelah pasca pengumuman Trump.

Segenap kekuatan politik Tunisia menyerukan aksi unjuk rasa sebagai protes atas klaim Amerika Serikat (AS) bahwa Baitul Maqdis/al-Quds ibu kota Zionis, dan berencana memindahkan kedubesnya di kota suci tersebut.

Pemerintah dan oposisi Tunisia menolak keputusan Amerika  dan menngatakan keputusan Trump sebagai pelanggaran nyata terhadap hukum dan sejarah Kota al-Quds, melanggar resolusi PBB dan perdamaian Palestina-Israel yang disponsori Amerika, yang menyatakan bahwa al-Quds akan menjadi pokok persoalan dalam perundingan final, tulis laman palinfo.

Baca Juga

Al-Aqsha Ditutup untuk Muslim, Para Rabi Berdoa di Tembok Al-Buraq Picu Sorotan
Gelombang Protes Tolak UU Hukuman Mati Israel bagi Tahanan Palestina
Menteri Penjajah Tuangkan Miras Rayakan Disahkannya Hukuman Mati untuk Warga Palestina Terjajah
Zionis Sahkan Undang-Undang Hukuman Mati bagi Warga Palestina Terjajah, Picu Kritik Internasional
Babak Baru Pendudukan: ‘Israel’ Resmikan Pencaplokan Tepi Barat

Baca: Donald Trump Resmi Umumkan Baitul Maqdis Ibu Kota Israel

Pihak Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Tunisia dalam rilisnya menyebutkan, klaim Amerika terkait Baitul Maqdis, menjadi ancaman serius bagi perundingan damai, dan memicu ketegangan dan instabilitas, serta memprovokasi bangsa Arab dan umat Islam, karena al-Quds memiliki kedudukan mulia di kawasan dan dunia.

Gerakan Nahdah Tunisia menyatakan penolakan keras klaim Trump, dan menganggapnya sebagai keputusan yang melanggar hukum internasional dan resolusi PBB.

Nahdah menyerukan kepada pemerintah Amerika untuk mencabut keputusannya tersebut.

Gerakan Nahdah juga menyerukan kepada segenap kekuatan nasional untuk menyukseskan aksi menentang keputusan Amerika

Sementara di Palestina, Ketua Biro Politik  Gerakan Perlawanan Islam (Hamas) Ismail Haniyah memperingatkan pengakuan Donald Trump atas Baitul Maqdis sama sebagai ‘sebuah deklarasi perang’.

Baca: Hamas: Intifada Jerusalem akan Mengakhiri Penjajahan

Haniyah menegaskan bangsa Palestina akan mengobarkan Intifada (perlawanan) menghadapi keputusan Donald Trump ini.Dalam pidato merespon deklarasi Amerika, Haniyah mengatakan, bangsa siap dan Palestina mampu berjuang menghadapi penjajah.

“Kami akan menghadapi perimbangan baru, dan fase politik berbeda pasca putusan ini. Kami harus mengambil kebijakan, dan menetapkan strategi baru menghadapi konspirasi baru terhadap al-Quds dan Palestina,” ujarnya.

Dukungan buta Amerika dengan ‘aliansi setannya’ kata Haniyah, secara sepihak harus kita hadapi dengan tegas. Al-Quds merupakan kesatuan, tak bisa dipisahkan antara Timur dan Baratnya, al-Quds adalah Ibu Kota Palestia, Arab dan Islam, dan seluruhnya menjadi Ibu Kota Palestina.

“Saya tegaskan bahwa Palestina tak bisa dibagi, Palestina dan al-Quds milik kami, kami tak mengakui legalitas penjajahan, tak ada eksistensi bagi Israel di bumi Palestina, sehingga ia tak bisa memiliki ibu kota,” ungkap Haniyah.

Baca: Ratusan Pengurus NU akan Datangi Kedubes AS Besok

Haniyah juga menyerukan untuk menertibkan kembali perjuangan Palestina menghadapi konspirasi berbahaya, dan menyusun prioritas Palestina di hadapan kebijakan dzalim ini.

Ikatan Ulama Palestina menyerukan kepada segenap kekuatan bangsa Palestina untuk menjadikan deklarasi ini sebagai titik tolak bagi revolusi baru, yang bertema deklarasi hitam.

“Langkah Presiden Amerika mengakui Al-Quds sebagai Ibu Kota Israel, akan menjadi permulaan berakhirnya kecongkakan Zionis di tanah Palestina,” ujar Ikatan Persatuan Ulama Palestina dikutip PIC.

Menurut para ulama, persatuan Palestina sangat penting untuk menghadapi ‘aliansi setan’ yang dipimpin Presiden Amerika Serikat ini.*

 

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Al AqshaAl Qudsal-QudsAmerika SerikatASBaitul MaqdisDonald Trumpibukota IsraelIntifadaIntifadahisraelKedutaan Besar ASKemerdekaan PalestinapalestinaPBBpemindahan ibukota IsraelPengamat Politik InternasionalPresiden ASRecep Tayyip Erdogantel avivTurkiYerusalem
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya PKS Kritisi Kebijakan Holding Sektor Pertambangan
Tulisan selanjutnya Perang Lawan Narkoba, MUI Ajak Semua Pihak Terlibat

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Berita
3 Juni 2026 12:30
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Palestina Terkini

Khaled  Misy’al: Senjata Bagi Hamas adalah Alat Pertahanan Diri dari Penjajahan

10 Februari 2026 06:48
Palestina Terkini

Netanyahu Tegaskan Tak Akan Ada Lagi Palestina dan Gaza

9 Februari 2026 11:14
Palestina Terkini

Serangan Baru ‘Israel” Menunjukkan Penjajah Tak Peduli “Dewan Perdamaian”

1 Februari 2026 18:43
Palestina Terkini

Dosen Fakultas Ushuluddin Ungkap Kesaksian Akademik tentang Abu Ubaidah 

3 Januari 2026 19:52
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?