Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Surat Pembaca

Persekusi Tiada Henti

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 31 Desember 2017 07:40 7:40 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 31 Desember 2017 07:40
Bagikan
Ustadz Abdul Somad (UAS) mengikuti kumandang zikir dalam rangka memperingati 13 tahun tsunami Aceh
Bagikan

Siapa yang tak kenal Ustadz Abdul Somad (UAS). Sosok ustadz yang bersahaja dengan gaya ceramahnya yang khas sering muncul di sosial media lewat video atau audio.

Ia mampu membawa para jamaahnya larut dalam suasana islami, tanpa dibuat-buat, tanpa dipaksa, dan tanpa ditakut-takuti. Kadang gelitik jamaahpun ikut mewarnai seringai ceramahnya yang ringan dan tetap berbobot itu.

Namun, masih lekat di benak kita deportasi yang dilakukan terhadap Beliau pada 26 Desember lalu saat kunjungannya ke Hong Kng. Yang lebih mengiris, UAS bahkan tak sempat menyapa jamaah karena langsung dihadang saat keluar pintu pesawat. Hingga isakan tangis para jamaahpun pecah ketika UAS melakukan video call. Ini bukanlah kali pertama persekusi terhadapnya. Sebelumnya di bulan yang sama juga terjadi saat kunjungannya ke Bali, bahkan kemarin, ceramahnya pun ditolak di Masjid Nurul Falah PLN Disjaya.

Persekusi terhadap ulama bukan yang pertama terjadi. Ustadz Bachtiar Nasir (UBN) lebih dahulu merasakannya saat memenuhi undangan di Cirebon. Sampai menyeruak isu akan ada saling serang antara kelompok Islam karena UBN ini. Begitu pula yang pernah terjadi di Bangil, Pasuruan terhadap Ustadz Felix Siauw, dan persekusi lainnya yang beruntun terjadi sejak aksi besar umat Islam 212. Tentunya hal ini menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat, mengapa demikian?

Baca:  Ceramah Ustadz Somad di PLN Dibatalkan, Panitia Minta Maaf pada Masyarakat

Ulama adalah pewaris para nabi. Dari lisan para ulama Islam tersampaikan mulai penjuru kota hingga ke sudut-sudut desa. Para ulama inilah yang memuaskan dahaga umat akan ilmu Islam, meneruskan dengan lurus estafet warisan para nabi, dan menjaga umat senantiasa berada dalam koridor Islam. Tak henti para ulama ini menyeru manusia ke jalan Islam dengan ikhlas, sabar, dan tak kenal lelah. Tujuanya hanya satu, agar Islam tetap tersampaikan, apapun resiko yang akan diterima.

Baca Juga

22 Tahun Wahdah Eksis jadi Ormas
Harga Telur Melambung Tinggi, Bagaimana Islam Mengatasi?
Lemahnya Agama, Penyebab Munculnya Pergaulan Bebas
Uang Kripto sebagai ‘People Money’
Hari HAM Sedunia, Muslim Thailand Selatan Masih dalam Tekanan dan Diskriminasi

Seruan ini lambat laun membangkitan perasaan dan pemikiran umat akan Islam. Umat mulai paham bahwa Islam tak hanya sebatas agama ritual, namun ajaranya juga mampu diterapkan sampai tataran negara. Gelombang kebangkitan umat satu per satu mulai muncul. Dari kesadaran menolak pemimpin kafir, mulai berlepas diri dari riba, hingga pernyataan salah satu toko kue yang menolak membuat kue untuk perayaan agama lain. Hal ini tentu tak disukai para pembenci islam. Digencarkanlah isu islamophobia yang memang sudah digaungkan sejak dulu.

Mereka menghembuskan isu islamophobia dengan memfitnah para ulama menebar ujaran kebencian, anti toleransi, anti pancasila, dan anti NKRI. Tak cukup sampai disitu, dibuatlah isu teroris yang selalu dikaitkan dengan Islam. Isu ini semakin merajalela tatkala dakwah Islam mulai bangkit.

Persekusi terhadap Islam (baca; kelompok Islam) dan para ulama digencarkan dengan alasan radikal dan teroris yang tidak masuk akal dan tak terbukti sama sekali. Ditambah lagi dengan sistem saat ini yang seolah mendukung terjadinya diskriminasi terhadap Islam dan ulama.

Hal ini terbukti dengan sikap netral dan plin plan yang dilakukan pemerintah. Pemerintah saling oper-operan tanggung jawab, yang di banyak kasus bahkan tak ada penyelesaian. Berbeda sekali jika hal serupa terjadi pada selain Islam, dengan sigap pemerintah melakukan penyelesaian, penjagaan, dan perlindungan.

Kalau dikaitkan ke peran pemerintah, kendali utama ada pada negara. Indonesia dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia seharusnya mampu melindungi dan menjaga penduduknya dari diskriminasi dan islamphobia. Jika ada sedikit saja geliat islamphobia, negara cepat melakukan antisipasi. Negara juga harus mampu mengcover islampobhia agar tidak semakin menyebar. Dan negara harus bertindak tegas terhadap pelaku islamphobia agar mereka jera.

Namun yang ditunggu ternyata tak jua datang. Sampai sat ini belum ada tindakan nyata dari pemerintah maupun aparat atas persekusi-persekusi yang terjadi. Terlihat sekali pemerintah seperti disetir oleh kekuatan yang besar yang memaksa mereka memilih bungkam. Khawatir salah kata dan membuat marah majikan. Pun halnya dengan presiden, tak sepatah katapun keluar yang kiranya akan menyejukkan hati umat. Padahal geliat kebangkitan ini tak akan bisa dibendung. Umat butuh sikap yang pasti dari pemimpin negara, tak sekedar menunggu tanpa kepastian. Dan jika terlalu lama umat menunggu, akan ada gelombang keuatan yang lebih besar lagi yang akan membuat para pembenci Islam diam dan tak mampu melakukan perlawanan sedikitpun.*

Humaida Aulia

Guru di STP Khoiru Ummah Tingkat Dasar Jatisampurna, Bekasi, komunitas Belajar Nulis Revowriter

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:dakwah UASDPD SP PLN DisjayaI Made SupratekaKantor PLN DisjayaMasjid Nurul Falahpembatalan ceramah UASpenolakan UASPLNPLN batalkan ceramah UASPLN DisjayaUASUstadz Abdul Somad
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Dinilai Hina Pengadilan, Mantan Presiden Mursi Divonis Penjara 3 Tahun
Tulisan selanjutnya Laznas BSM-IMS Gelar Khitanan Massal Mualaf Pedalaman Kalimantan Timur

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

Berita
15 Juli 2026 21:36
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Matinya Lindsey Graham, Senator AS Paling Vokal Bela ‘Israel’
Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Surat Pembaca

Racun LGBT Makin Meluas, Jaga Ketahanan Keluarga Indonesia

28 Mei 2022 12:30
cerita
Surat Pembaca

Pentingnya Memilih Cerita Sebagai Hiburan

26 November 2021 13:37
Surat Pembaca

Tanggapan atas Pernyataan Bahwa Semua Agama itu Benar

22 September 2021 15:00
Surat Pembaca

Nasyid untuk Wahdah Islamiyah

8 September 2021 07:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?