Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita dari Anda

Gus Hamid: Umat Islam Jangan Salah Lagi Pilih Pemimpin

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 22 Januari 2018 13:47 1:47 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 22 Januari 2018 13:47
Bagikan
Dr Hamid Fahmy Zarkasyi MA.
Bagikan

Hidayatullah.com—Problem terbesar saat ini adalah para pemimpin yang dipilih tak memiliki ilmu memimpin. Demikian disampaikan Ketua Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) Pusat, Dr KH Hamid Fahmi Zarkasyi.

“Problem kita saat ini; yang dipilih memilih tanpa ilmu, sedangkan yang dipilih tidak memiliki ilmu memimpin. Akhirnya kita memilih pemimpin yang terburuk dari yang terburuk,” ungkap  Hamid Fahmi Zarkasyi dalam acara tabligh akbar  bertajuk “Pemimpin Kebangkitan Peradaban Islam” Jumat malam, (19/01/2018) di Masjid Al-Azhar, Kebayoran, Jakarta.

Umat Islam saat ini sulit mencari pempimpin yang kemampuan beramalnya sekelas umara, ilmunya berdasarkan iman, dan amalnya berdasarkan ilmu.

“Ini persoalan ilmu. Semua dalam Islam menggunakan ilmu. Hanya orang yang menggunakan ilmu dan akal yang bisa menjalankan agamanya,” ujarnya. Ia mengutip sebuah ungkapan Arab: ‘La diina liman la aqla lahu’ (tidak ada agama bagi orang yang tidak menggunakan akalnya).

“Bukankah ada ayat yang menyatakan: ‘Fa’lam annahu laa ilaaha illallah’ (ketahuilah bahwa tidak ada Ilah selain Alla) di sini menunjukkan bersyahadat saja butuh ilmu, apa lagi yang lainnya,” lanjut cendikiawan muslim yang akrab disapa Gus Hamid ini.

Baca Juga

Puluhan Murid SPI Jakarta Angkatan ke-13 Dinyatakan Lulus  
Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga
Hidayatullah Samarinda Dirikan Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah
Outbound Seru di TSOT  Prigen Pasuruan
Tutup Dauroh, Pesantren Hidayatullah Kupang Berbagi Bingkisan Ramadhan Kepada Warga non-Muslim Sekitar

Baca: Hamid Fahmi: “Penggunaan Istilah ‘Moderat, Radikal dan Intoleran Sarat Kepentingan Barat

Putra ke-9 dari KH Imam Zarkasyi yang dikenal rajin menulis buku ini juga menyinggung bahwa adanya pemimpin-pemimpin korup di negeri ini karena keislamannya tidak benar. Ada yang shalat setahun hanya dua kali, dan lain sebagainya. Keislamannya tidak berdasarkan ilmu, tidak sampai naik pada level iman, bahkan ihsan.

Ada contoh menarik yang diangkat beliau mengenai pemimpin muslim ideal yaitu kisah Muhammad Al-Fatih. Dalam suatu peperangan, saat shalat telah tiba, dimintalah gurunya untuk menjadi imam. Saat itu, gurunya tidak berkenan, dan menyuruhnya untuk mencari orang lain saja karena beliau sedang ada hajat khusus.

Akhirnya dikumpulkan semua tentaranya dan ditanya, “Siapakah di antara kalian yang dari sejak usia baligh tidak pernah meninggalkan shalat lima waktu?” Semua tentara berdiri. Pertanyaan selanjutnya, “Siapakah di antara kalian yang sejak baligh tidak pernah ketinggalan shalat lima waktu berikut sunnah-sunnahnya?” Hanya separuh yang berdiri. Pertanyaan terakhir, “Siapakah di antara kalian yang sejak usia akil balig tidak pernah meninggalkan shalat lima waktu beserta sunnahnya seta shalat malam?” Tidak ada yang berdiri kecuali Muhammad Al-Fatih. Akhirnya dialah yang menjadi imam shalat.

Baca: Hamid Fahmy Zarkasyi: Moderat Beda dengan Washatiyyah

Kisah ini, menurutnya,  menggambarkan bahwa idealnya, pemimpin dipilih karena juga kualitas kebaikan dan ilmunya.

Muhammad Al-Fatih adalah tipikal pemimpin yang brilian sekaligus shaleh. Dalam bahasa Hamid, pemimpin yang keislamannya berdasarkan iman dan ilmu, dan naik sampai pada  level ihsan.

Terkait hal ini, intelektual muslim jebolan ISTAC ini telah menulisnya dalam artikel berjudul “Worldview Pancasila”.  Dalam tausiah yang cukup singkat ini, pendiri Lembaga Kajian Pemikiran dan Peradaban Islam atau Institute for the Study of Islamic Thought and Civilization  (INSISTS) ini berharap agar umat Islam ke depan tidak salah pilih lagi dalam memilih pemimpin.*/MB Setiawan

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Gus HamidHamid Fahmi Zarkasyiilmukepemimpinanmemilih pemimpinpemimpinpersatuanShalahuddin al-AyyubiulamaumaraZaitun Rasmin
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Prancis Desak PBB mengadakan Pertemuan Membahas Suriah
Tulisan selanjutnya Bekerja Bagian dari Keuangan Keluarga Syariah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Berita
3 Juni 2026 12:30
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Berita dari Anda

Diskusi Kepemimpinan LIDMI, Pendiri INSISTS Sampaikan Konsep Adab dalam Melahirkan Pemimpin Beradab

24 Desember 2022 21:00
Berita dari Anda

Muhammadiyah Yaman Gelar Audiensi dan Sosialisasi Strategi Dakwah

22 Desember 2022 10:32
Berita dari Anda

Wakil Ketua I DPRD PPU Hadiri LTC Pemuda Hidayatullah di IKN

4 Desember 2022 21:21
Berita dari Anda

Hinaan “Anjinghu Akbar” Muncul Kembali, SPI Mengecam Keras

1 Desember 2022 19:28
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?