Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Dogan Media Group Dipaksa Dijual ke Kroni Pemerintah Turki

Ama Farah
Terakhir diupdate: 31 Maret 2018 22:26 10:26 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 31 Maret 2018 22:26
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Salah satu kelompok media terbesar di Turki, Dogan Media Company, dijual ke seorang konglomerat propemerintah Turki pada hari Rabu (21/3/2018).

Dogan Media Company, dimiliki oleh Aydin Dogan, menjual aset medianya ke Demiroren Holding, yang memiliki bisnis utama di bidang energi dan konstruksi, tetapi juga menggarap sektor pariwisata dan media.

Dilansir New York Times, berbicara tanpa ingin identitasnya diungkap seorang perwakilan Demiroren Holding mengkonfirmasi penjualan itu kepada Reuters, tetapi tidak menyebutkan berapa nilainya.

Koran propemerintah Turki, The Daily Sabah, menyebut nilai penjualan tersebut sekitar $1,2 miliar.

Dogan Media adalah pemilik koran Hurriyet dan Posta, serta dua kanal hiburan dan berita terbesar di Turki, yaitu Kanal D dan CNN Turk.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Pemerintah Ankara menuding kelompok media ini bias terhadap pemerintah Turki pimpinan Presiden Recep Tayyip Erdogan dan partai penguasa AKP.

Pada tahun 2009, Dogan Media didenda $2,5 miliar untuk pajak yang katanya tidak dibayarkan, sebuah keputusan yang dipandang sebagai upaya pemerintah menghukum pihak-pihak yang kritis terhadap pemerintahan Erdogan, yang kala itu menjabat perdana menteri dan kemudian menjadi presiden Turki.

Setelah dihukum denda, Aydin Dogan dipaksa menjual dua koran miliknya kepada Demiroren.

Pada tahun 2014, dalam percakapan telepon yang bocor ke publik antara Erdogan Demiroren (pemilik Demiroren Holding) dan Recep Tayyip Erdogan, terdengar suara Demiroren meminta maaf atas sebuah artikel yang dimuat Milliyet.

“Apakah saya membuat anda kesal, bos?” tanya Demiroren kepada Erdogan, yang menyemprotnya karena tulisan soal pertemuan rahasia antara pejabat intelijen Turki dengan perwakilan Partai Pekerja Kurdistan (PKK) yang dicap teroris oleh pemerintah.

Demiroren terdengar mengemis minta maaf dan berjanji akan mencari siapa pembocor pertemuan rahasia tersebut.

“Proses mengumpulan industri media Turki dalam satu tangan seperti model Putin komplet sudah,” kata Kadri Gursel, seorang jurnalis veteran lewat Twitter soal penjualan Dogan Media ke Demiroren Holding.

  • Media Literasi di Turki Rendah, Negara Balkan Rentan Fake News

Gursel dibebaskan tahun lalu setelah mendekam dalam penjara selama 11 bulan, tetapi masih menghadapi tuntutan hukum dengan tuduhan membantu sebuah organisasi teroris, tuduhan yang dibantah oleh Gursel.

“Dengan pengambilalihan ini termasuk Hurriyet, industri media massa Turki menjadi berada di bawah kontrol politik langsung Presiden Erdogan,” katanya lewat Twitter seperti dikutip New York Times.

Menurut Committee to Protect Journalists, tidak ada negara lain di dunia yang menandingi Turki dalam hal jumlah jurnalis yang dijebloskan ke penjara oleh penguasa.

Per Januari 2018, Turkish Journalists Association mengatakan 154 anggotanya dijebloskan ke penjara.

Cem Kucuk, seorang komentator propemerintah dan aktivis media sosial yang terkenal karena pelecehannya terhadap para jurnalis yang kritis terhadap pemerintah, memberikan selamat kepada Aydin Dogan lewat Twitter.

Dia mengatakan bahwa jurnalis-jurnalis yang loyal kepada Recep Tayyip Erdogan yang bekerja di Dogan Media Company sekarang bisa merasa “lega.”

Media Turki sekarang akan menikmati “masa-masa tenang,” ujarnya.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Media Literasi di Turki Rendah, Negara Balkan Rentan Fake News
Tulisan selanjutnya Kali Pertama Wanita-Wanita Palestina Ini Kembali ke Desa Mereka Setelah 80 Tahun

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika

Berita
31 Agustus 2026 19:36
Genosida Rwanda: Pengadilan Belanda Penjarakan Seorang Tersangka Seumur Hidup
Suriah Angkat Pemimpin YPG Jadi Penasihat Kepresidenan
Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK
Laporan: 370 Anak-Anak Palestina Masih Ditahan di Penjara ‘Israel’

Terbaru

  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air
  • Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
  • 70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran
  • Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
  • Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?