Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Palestina Terkini

Usai Membantai di Gaza, Putra Nentahayu: ‘Persetan dengan Turki’

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 18 Mei 2018 13:55 1:55 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 18 Mei 2018 13:55
Bagikan
Yair Netanyahu
Bagikan

Hidayatullah.com–“Persetan dengan Turki,” demikian  salah satu pesan yang diberikan putra Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu, Yair Netanyahu dalam sebuah pesan di yang dipostingi di Instagram hari Rabu, (15/05/2018).

Yair Netanyahu memposting pesan di Instagram saat Israel dan Turki mengusir diplomat-diplomat tertinggi masing-masing setelah kecaman Ankara terhadap aksi pembantaian penemba jitu Israel terhadap para pengunjuk rasa di Perbatasan Gaza.

Ankara mengecam sangat keras aksi pembunuhan oleh Zionis Israel terhadap 62 orang warga Palestina ini, kutip Middle Eye Monitor.

Anak Benjamin Netanyahu memasukkan pesan dalam gambar yang mirip dengan bendera Turki, yang memiliki latar belakang merah dan bintang putih serta bulan sabit di tengahnya. Gambar itu menunjukkan kata-kata “F*ck Turki” dengan bulan sabit di tempat huruf ‘c’.

Sebelumnya, hari Senin disebut hari paling berdarah di Gaza sejak 2014, ketika puluhan ribu orang melakukan protes sebagai bagian dari “Great March of Return“, sebuah aksi damai yang dibubarkan saat AS membuka kedutaan baru di Yerusalem (Baitul Maqdis) di hari yang sama.

Baca Juga

Korban di Gaza Capai 73.223, Barghouthi: Penjajah Jalankan Perang Pembersihan Etnis
OKI mengutuk RUU Penjajah ‘Israel’ Melarang Seruan Azan
Al-Aqsha Ditutup untuk Muslim, Para Rabi Berdoa di Tembok Al-Buraq Picu Sorotan
Gelombang Protes Tolak UU Hukuman Mati Israel bagi Tahanan Palestina
Menteri Penjajah Tuangkan Miras Rayakan Disahkannya Hukuman Mati untuk Warga Palestina Terjajah

Dua setelahnya, warga Palestina gugur, karena pengunjuk rasa di Jalur Gaza dan Tepi Barat yang diduduki menandai 70 tahun sejak Nakba  (Bencana) –ketika 750.000 orang warga Palestina diusir meninggalkan rumah mereka di Palestina yang bersejarah lalu didirikan ‘Negara palsu Israel’– gas air mata Israel, peluru baja berlapis karet dan amunisi hidup juga melukai 3.188 warga Palestina.

Baca: Anak PM Israel Picu Kegaduhan Politik saat Mabuk di Club Tari Bugil

Kementerian luar negeri Turki pada Selasa memerintahkan Duta Besar Israel Eitan Naeh untuk meninggalkan negara itu.

Hari Rabu, kementerian urusan luar negeri Israel memanggil satu-satunya wakil Turki yang tersisa ke negara itu untuk memprotes perlakuan duta besar Israel untuk Turki selama pemeriksaan keamanan ketika meninggalkan negara itu.

Sebagai pembalasan terhadap pengusiran Naeh, penjejah Israel memerintahkan Konsul Jenderal Turki di Yerusalem (Baitul Maqdis) untuk kembali ke rumah untuk konsultasi.

Husnu Gurcan Turkoglu bertanggung jawab atas hubungan Turki dengan Palestina. Duta besar Turki untuk kedua Tel Aviv dan Washington sudah ditarik kembali.

Turki memanggil konsul jenderal Israel di Istanbul setelah pengusiran Turkoglu, dan juga memintanya untuk meninggalkan negara itu.

Para pemimpin kedua negara itu menembakkan putaran komentar satu sama lain saat perselisihan berlanjut.

Pada hari Selasa, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan: “Netanyahu adalah PM dari negara apartheid … Dia memiliki darah Palestina di tangannya dan tidak bisa menutupi kejahatan dengan menyerang Turki.”

Baca: Erdogan kepada Netanyahu: Kamu Sangat Lemah dan Miskin

Perdana Menteri Israel membalas di Erdogan, mengatakan: “Seorang pria yang mengirim ribuan tentara Turki untuk menduduki pendudukan Siprus utara dan menyerang Suriah tidak akan berkhotbah kepada kami ketika kami membela diri dari upaya Hamas.”

Pembunuhan sejumlah pengunjuk rasa Palestina di Gaza telah menempatkan Israel  menjadi sorotan dunia,  tetapi para pemimpin politik dan militer negara penjajah itu  justru membuat narasi yang berbeda – yang menyalahkan gerakan pejuang pembebasan Palestina, Hamas.

Orang-orang Israel menuduh Hamas mengorganisir ‘Aksi Kembali ke Palestina’ yang terjajah, membayar orang-orang untuk hadir, dan menghasut mereka untuk menerobos pagar keamanan Israel di sepanjang perbatasan Gaza.

Namun, penyelenggara protes selama enam minggu terakhir mengatakan mereka dipimpin oleh masyarakat sipil Palestina.

“Kami adalah kelompok 20 penyelenggara, hanya dua di antaranya berafiliasi dengan Hamas,” kata organisator Hassan al-Kurd kepada majalah Israel 972 sebelum protes dimulai.

“Sebenarnya, sebagian besar dari kita, termasuk saya sendiri, adalah kelompok kiri. Semua partai politik di Palestina berada di belakang kami dan mendukung kami, dan Hamas – sebagai partai yang terpilih – adalah salah satu dari partai-partai itu,” lanjutnya.

Baca: Turki Minta Dunia Kecam Keikutsertaan Netanyahu Dalam Aksi Antiterorisme di Paris

Bukan Pertama

Ini bukan pertama kalinya Yair Netanyahu menimbulkan kontroversi. Sebuah saluran televisi Israel menyiarkan rekaman dari 2015 awal tahun ini, di mana ia menekan putra taipan dari konglomerat gas Kobi Maimon, dengan meminjam uang untuk pelacur.

Rekaman datang ketika polisi Israel melanjutkan penyelidikan mereka ke dalam kecurigaan bahwa perdana menteri menerima hadiah dari taipan sebagai imbalan atas bantuan politik.

Turki telah meminta Majelis Umum PBB untuk menyampaikan mosi ke Yerusalem, Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu mengatakan pada Kamis, karena ketidaknyamanan atas warga Palestina yang gugur di Gaza.

Berbicara dalam sebuah wawancara kepada penyiar negara, TRT Haber, Cavusoglu juga mengatakan bahwa sebuah komisi independen perlu menyiapkan laporan tentang pembantaian di Gaza dan bahwa Israel harus berdiri di hadapan hukum.

Sejak peristiwa di Gaza, sejumlah negara, termasuk Irlandia, Belgia dan Luksemburg, telah memanggil duta besar Israel mereka dan menyatakan protes dan keprihatinan atas korban tewas warga Palestina.

Afrika Selatan juga memanggil duta besarnya dari Tel Aviv.*/Sirajuddin Muslim

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Baitul MaqdisBenjamin NetanyahugazaGreat Return MarchHAMASisraeljerusalemKedutaan Besar ASKembali ke Palestina yang terjajahNakbaNegara palsupalestinaPemindahan KedutaanPerbatasan GazaRecep Tayyip Erdoganteroris IsraelTurkiYair NetanyahuYerusalemZionis
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Mesir dan Israel Halangi Pemindahan Korban Luka dari Gaza ke Turki
Tulisan selanjutnya Istanbul Akan Jadi Tuan Rumah Pertemuan OKI Bahas Baitul Maqdis

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Matinya Lindsey Graham, Senator AS Paling Vokal Bela ‘Israel’

Berita
13 Juli 2026 18:00
Pakistan Jadi Tuan Rumah Konferensi Menteri Perempuan OKI, Bahas Sosial Ekonomi dan Politik
Iran Lancarkan Serangan Balasan ke Pangkalan Militer AS di Timur Tengah, Ketegangan Regional Memanas
Laporan Pesawat Kepresidenan AS Hadiah Qatar Bermasalah Berujung Pemanggilan Jurnalis New York Times
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Palestina Terkini

Zionis Sahkan Undang-Undang Hukuman Mati bagi Warga Palestina Terjajah, Picu Kritik Internasional

31 Maret 2026 09:08
Palestina Terkini

Babak Baru Pendudukan: ‘Israel’ Resmikan Pencaplokan Tepi Barat

17 Februari 2026 14:18
Palestina Terkini

Khaled  Misy’al: Senjata Bagi Hamas adalah Alat Pertahanan Diri dari Penjajahan

10 Februari 2026 06:48
Palestina Terkini

Netanyahu Tegaskan Tak Akan Ada Lagi Palestina dan Gaza

9 Februari 2026 11:14
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?