Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Italia Tutup Pelabuhan Cegah Kapal Penyelamat Migran Berlabuh

Ama Farah
Terakhir diupdate: 11 Juni 2018 10:45 10:45 am
Ama Farah
Dipublikasikan 11 Juni 2018 10:45
Bagikan
Kapal Aquarius milik SOS Mediterranee penyelamat migran di Laut Mediterania..
Bagikan

Hidayatullah.com—Menteri Dalam Negeri Italia yang baru menolak memberikan izin berlabuh kepada sebuah kapal penyelamat yang menolong 600 migran di lepas pantai Libya.

Matteo Salvini, yang juga merupakan ketua Partai Liga berhaluan kanan jauh, mengatakan Malta seharusnya yang memberikan kesempatan kapal Aquarius itu berlabuh, tetapi permintaannya ditolak.

Italia masih menjadi pintu masuk utama ke Eropa bagi migran Afrika yang menyeberang lewat laut.

Dilansir BBC, hari Ahad (10/6/2018) Salvini mengatakan bahwa Italia “berkata tidak kepada human trafficking, dan berkata tidak kepada binis imigrasi ilegal.”

“Malta tidak menampung siapa pun. Prancis mendorong orang balik ke perbatasan, Spanyol menjaga perbatasannya dengan senjata,” kata Salvini di laman Facebook, ingin menunjukkan ke publik bahwa negara-negara lain juga menolak kedatangan para migran, bukan hanya negaranya saja.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Kelompok penyelamat migran SOS Méditerranée, yang menjalankan kapal Aquarius, mengatakan bahwa sebanyak 629 migran berhasil diselamatkan dalam 6 operasi penyelamatan berbeda di lepas pantai Libya hari Ahad kemarin.

Jubir kelompok itu, Mathilde Auvillain, mengatakan kapal mereka menerima perintah agar mengarah ke utara dan sekarang “menunggu instruksi yang pasti.”

“Tujuan kami adalah melabuhkan dengan selamat 629 orang yang sekarang berada di atas kapal Aquarius –sebagian dari mereka yang kami selamatkan kemarin malam dalam kondisi sulit,” kata Auvillain seperti dikutip Reuters.

Komentar Salvini hari Ahad itu dikemukakan setelah perselisihan dengan Malta hari Jumat. Dia menuding pemerintah Malta tidak melakukan bagian dari tanggung jawabnya ketika kapal penyelamat Seefuchs terombang-ambing di laut ganas dengan 126 migran di atasnya.

Menurut lembaga swadaya masyarakat Sea Watch, Malta menolak memberikan bantuan kepada kapal tersebut, yang akhirnya diberi izin berlabuh di Pozzallo di Sicilia hari Sabtu.

“Tidak mungkin bagi Malta berkata ‘tidak’ terhadap setiap permintaan bantuan. Tuhan menempatkan Malta lebih dekat ke Afrika daripada Sisilia,” kata Salvini.

Pemerintah Malta membantah Sea Watch dan mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan semua tanggung jawabnya yang berkaitan dengan imigrasi.

Pekan lalu, Salvini mengatakan bahwa pemerintah Italia harus menambah deportasi para migran.

Mendagri Italia yang baru itu juga mengatakan pemerintah akan menambah jumlah pusat-pusat deportasi, serta membuat perjanjian dengan negara asal migran.

Pemerintah Italia juga menginginkan skema relokasi pencari suaka se-Uni Eropa, tetapi usulan itu telah ditolak sebagian negara anggota.

Tidak hanya itu, Salvini juga menyatakan sedang mempertimbangkan untuk menggugat hukum organisasi-organisasi yang menyelamatkan para migran di laut. Sebelumnya, dia sudah menuduh mereka kongkalikong dengan para penyelundup manusia.

Sebuah kesepakatan kontroverisal antara pemerintah Italia sebelumnya dengan otoritas di Libya menyebabkan penurunan tajam kedatangan migran secara keseluruhan sejak musim panas.

Meskipun demikian, pejabat-pejabat Italia mengatakan pihaknya telah meregister 13.500 migran tahun ini.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pesepakbola MacBeth Sibaya: Rasisme di Afsel Lebih Buruk Dibanding Rusia
Tulisan selanjutnya BEM Rema UPI: Pengawasan Nomor HP-Medsos Mengancam Kebebasan Berdemokrasi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Wali Kota Berlin Bilang Hacker Meretas Sistem dan Mencuri Data Ibu Kota Jerman

Berita
30 Agustus 2026 10:13
70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran
PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta
‘Israel’ Persenjatai Geng Kriminal untuk Rampok dan Usir Warga Palestina di Gaza
Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza

Terbaru

  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air
  • Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
  • 70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran
  • Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
  • Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?