Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
None

Imanmu Juga Tampak dari Siapa Sahabatmu

Ahmad
Terakhir diupdate: 4 Februari 2019 09:10 9:10 am
Ahmad
Dipublikasikan 4 Februari 2019 09:09
Bagikan
Bagikan

PERKARA iman tidak saja tampak dalam perilaku seseorang secara individu, seperti ibadah dan amal sholeh, tetapi juga tampak di dalam pergaulan dan siapa orang-orang terdekat di sekelilingnya alias sahabat-sahabat karibnya. Hal ini karena ada kesamaan tabiat atau karakter yang menjadikan mereka nyaman bersama orang-orang yang memiliki kesamaan.

Mengenai hal ini Rasulullah ﷺ bersabda, “Pada saat seorang mukmin memasuki sebuah majelsi yang di dalamnya terdapat seratus orang munafik dan hanya seorang saja yang mukmin, maka ia akan duduk di dekat orang yang mukmin itu. Demikian pula jika seorang munafik memasuki sebuah mmajelis yang terdiri dari seratus orang mukmin dan hanya terdapat seorang munafik saja, niscaya ia akan duduk di dekat orang munafik yang itu.” (HR. Baihaqi).

Menjelaskan hadits tersebut, Imam Ghazali dalam Ihya Ulumuddin menuliskan, “Ini menunjukkan, bahwa kesamaan tabiat akan saling menarik satu sama lain, walaupun mereka (pemilik tabiat) itu sebelumnya tidak saling mengenal.

Kemudian Imam Ghazali mengutip ungkapan Malik bin Dinar, “Di antara sepuluh orang, maka minimal akan terdapat dua orang yang tidak bisa cocok satu sama lain, kecuali jika keduanya memiliki tabiat yang sama.”

Imam Ghazali pun memberikan kesimpulan bahwa terkadang seseorang yang mencintai orang lain bukan karena motif meraih keuntungan, bukan pula mendapatkan kekayaan darinya, tetapi lebih karena ada kesamaan tabiat dan keserupaan kualitas batiniah di antara mereka.

Baca Juga

Cegah Anak Obesitas, Inggris Larang Makanan Manis dan Gorengan di Sekolah
Iran Hujani Israel dengan Rudal Usai Trump Klaim Kemampuannya Melemah
200 Tentara AS Terluka, Iran Nyatakan Siap Perang Panjang
Jerman Penjarakan Seorang Pria Libanon Anggota Hizbullah
Kurma Israel Beredar di Eropa dengan Label Palsu

Baca: Pilihkan Sahabat yang Baik Iman nya

Uraian di atas memberikan satu sistem penjelas kepada kita bahwa sangat penting kita mengerti tabiat diri sendiri, karena tabiat itu akan mendorong atau mengundang teman yang serupa dan sekualitas karakter dan kondisi batinnya.

Sekelompok remaja tidak mungkin mendatangi sebuah konser musik jika mereka tidak memiliki tabiat yang sama, yakni suka musik. Demikian pula dengan sekelompok remaja lainnya, tidak akan mendatangi majelis ilmu untuk membina iman dan taqwa mereka, jika memang tidak sekarakter, setabiat.

Dalam kajian Sosiologi hal itu juga terbilang mudah dipahami, karena sebagai makhluk sosial, manusia butuh terhadap interaksi sosial, sampai lahirlah kelompok sosial.

Secara definisi, kelompok sosial diartikan sebagai kumpulan manusia yang memiliki kesadaran bersama akan keanggotaan dan saling berinteraksi. Kelompok yang diciptakan pada akhirnya akan berpengaruh terhadap perilaku anggota, yang sama tabiat dan karakter hidupnya.

Oleh karena itu, pantas jika nasihat orang tua terdahulu mendorong kita untuk senantiasa bertemu atau bersahabat dengan orang-orang yang sholeh. Tentu saja maksudnya mudah dipahami agar kesholehan orang itu “menular” dalam cara hidup kita, sehingga hati dan pikiran kita tidak mudah rusak, karena membiarkan diri larut dalam pergaulan yang tak terkendali.

Anjuran tersebut ternyata bersumber dari Al-Qur’an, dimana Allah ﷻ memerintahkan kita untuk berteman dengan orang sholeh bahkan bersabar hidup dan berdampingan bersama mereka.

وَاصْبِرْ نَفْسَكَ مَعَ الَّذِينَ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ بِالْغَدَاةِ وَالْعَشِيِّ يُرِيدُونَ وَجْهَهُ ۖ وَلَا تَعْدُ عَيْنَاكَ عَنْهُمْ تُرِيدُ زِينَةَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا ۖ وَلَا تُطِعْ مَنْ أَغْفَلْنَا قَلْبَهُ عَنْ ذِكْرِنَا وَاتَّبَعَ هَوَاهُ وَكَانَ أَمْرُهُ فُرُطًا

“Dan bersabarlah kamu bersama dengan orang-orang yang menyeru Rabbnya di pagi dan di senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya. Dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka karena mengharapkan perhiasan kehidupan dunia ini. Dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingat Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas.” (QS. Al-Kahfi [18]: 28).

Baca:   Beberapa Jenis Kawan yang Disebut Al-Qur’an [1]

Ibn Katsir menerangkan bahwa bersahabat dengan orang yang sholeh merupakan satu keharusan, bahkan saat menghadapi situasi yang menjadikan diri mesti sabar di dalam persahabatan yang sedemikian itu.

Selanjutnya, Ibn Katsir mengutip pendapat Ibn Abbas radhiyallahu anhu. “Dan janganlah engkau mengabaikan mereka karena orang lain. Yakni, engkau mencari ganti mereka dngan orang-orang terhormat dan yang banyak kekayaannya.”

Dengan kata lain, dengan siapa seseorang bersahabat, di sana sebenarnya tersirat apa yang menjadi keinginan dan tujuan paling diinginkan di dalam hidup seseorang. Apabila seseorang hendak mendapat ridha Allah , maka ia akan mencari teman yang sama. Sebaliknya, seseorang yang menghendaki kenikmatan duniawi, ia akan mendekat dan hidup bersama para pecinta dunia.

Mengenai perihal persahabatan ini Rasulullah ﷺ menegaskan bahwa itu tidak saja berdimensi biasa, sekedar pergaulan, tetapi juga akan berpengaruh signifikan terhadap karakter, tabiat, bahkan sampai pada orientasi hidup.

الْمَرْءُ عَلَى دِينِ خَلِيلِهِ فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلُ

“Seseorang akan mencocoki kebiasaan teman karibnya. Oleh karenanya, perhatikanlah siapa yang akan menjadi teman karib kalian.” (HR. Abu Daud).

Baca:   Sahabat Sejati, Hanya yang Berdimensi Ukhrawi 

Oleh karena itu, penting bagi setiap Muslim dan Muslimah memperhatikan tabiat dirinya, pergaulannya dan persahabatannya. Apakah benar semua itu untuk kebaikan hidup dunia-akhiratnya, atau itu sebatas untuk bersenang-senang di dalam kehidupan dunia.

Karena begitu pentingnya masalah siapa sahabat di dalam hidup ini, kelak di Hari Akhir, manusia pun akan bertemu dan berkumpul dengan orang-orang yang dicintainya.

قِيلَ لِلنَّبِىِّ – صلى الله عليه وسلم – الرَّجُلُ يُحِبُّ الْقَوْمَ وَلَمَّا يَلْحَقْ بِهِمْ قَالَ « الْمَرْءُ مَعَ مَنْ أَحَبَّ

“Seseorang berkata pada Nabi ﷺ, ‘Ada seseorang yang mencintai suatu kaum, namun ia tak pernah berjumpa dengan mereka.’ Nabi ﷺ bersabda, ‘Setiap orang akan dikumpulkan bersama orang yang ia cintai.’” (HR. Bukhari).

Lantas bagaimana dengan manusia yang di dalam kehidupan dunia ini bersahabat dengan orang-orang yang hanya mencintai kehidupan dunia?

Orang-orang yang saling berteman dalam kebathilan dan kemaksiatan akan menjadi musuh, satu sama lain akan saling menggugat dan mempersalahkan di antara mereka.

الْأَخِلَّاء يَوْمَئِذٍ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ إِلَّا الْمُتَّقِينَ

”Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa.” (QS. Az-Zukhruf [43]: 67).*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:ImanSahabatteman
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Salak Haram Berganti Dua Salak Halal
Tulisan selanjutnya Kenaikan Tingkat, 674 Pesilat Tapak Suci Tahajud, Bersihkan Pantai

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei

Berita
30 Mei 2026 10:11
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaNone

Video: Pria Disabilitas di Nepal Viral Menjaga Masjid dari Serangan Kelompok Radikal

11 Februari 2026 05:26
None

“Kemunafikan Barat Terbongkar”: Celah Hukum Pernikahan Anak di AS Disorot Aktivis HAM

2 Februari 2026 19:30
None

Tolak Gabung ‘Dewan Perdamaian’, Jerman: Penyimpangan Sistem Internasional

23 Januari 2026 09:30
None

AS Kerahkan Kapal Induk ke Dekat Iran, Trump: Untuk Berjaga-Jaga

23 Januari 2026 09:08
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?