Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Mutiara Ramadhan

Ramadhan Momentum Menguatkan Kehati-hatian

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 8 Mei 2019 21:35 9:35 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 8 Mei 2019 21:40
Bagikan
Pria berkaos "Love Indonesia" membaca al-Qur'an, Sabtu (03/11/2018).
Bagikan

Hidayatullah.com– Ramadhan sebagai tamu agung benar-benar luar biasa, ia tidak saja menyediakan ampunan, rahmat, dan karunia Allah yang luar biasa. Tetapi juga mendorong manusia mudah untuk taat kepada Allah, taat kepada Rasul dan mengajarkan kehati-hatian.

Segala hal diatur sedemikian rupa dalam hal menjaga agar kualitas dan keabsahan puasa terjamin. Orang yang puasa tapi tidak berhenti dari maksiat, maka ia hanya mendapatkan lapar dan haus.

رُبَّ صَائِمٍ حَظُّهُ مِنْ صِيَامِهِ الجُوْعُ وَالعَطَشُ

“Betapa banyak orang yang berpuasa namun dia tidak mendapatkan dari puasanya tersebut kecuali rasa lapar dan dahaga.” (HR. Ath-Thabrani)

Lebih-lebih, orang yang berpuasa tetapi tetap membela kebathilan dan kecurangan, tentu semakin jauhlah ia dari hakikat dan makna serta tujuan disyariatkannya puasa itu sendiri.

Baca Juga

Makna Shalawat Allah dan Malaikat untuk Orang yang Menjalankan Sunnah Sahur
Kisah Jenaka Bulan Puasa 10: Imam Tarawih Mati Kutu
Kisah Jenaka Bulan Puasa 9: Ngabuburit Akhir Zaman
Kisah Jenaka Bulan Puasa 7: Badui Pamer Puasa
Kisah Jenaka Bulan Puasa 6: Ketika Badui Diajak Membatalkan Puasa

مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّورِ وَالْعَمَلَ بِهِ فَلَيْسَ لِلَّهِ حَاجَةٌ فِى أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ

“Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta malah mengamalkannya, maka Allah tidak butuh dari rasa lapar dan haus yang dia tahan.” (HR. Bukhari)

Baca: Jangan Biarkan Medsos ‘Men-Download’ Pahala Ramadhan

Jadi puasa bukan semata soal tidak makan dan tidak minum, tetapi bagaimana seluruh anggota tubuh kita tidak melakukan hal-hal yang tidak perlu, apalagi hal-hal yang dapat merusak hati dan pikiran.

Jabir bin ‘Abdillah menyampaikan petuah yang sangat bagus :
“Seandainya kamu berpuasa maka hendaknya pendengaranmu, penglihatanmu, dan lisanmu turut berpuasa dari dusta dan hal-hal haram serta janganlah kamu menyakiti tetangga. Bersikap tenang dan berwibawalah di hari puasamu. Janganlah kamu jadikan hari puasamu dan hari tidak berpuasamu sama saja.”

Oleh karena itu penting dipahami bahwa Ramadhan Allah hadirkan sejatinya adalah kasih sayang-Nya agar mudah bagi kita mendekat kepada Allah dan berhati-hati bahkan menjauh dari maksiat.

وَأَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَاحْذَرُوا ۚ فَإِنْ تَوَلَّيْتُمْ فَاعْلَمُوا أَنَّمَا عَلَىٰ رَسُولِنَا الْبَلَاغُ الْمُبِينُ

“Dan taatlah kamu kepada Allah dan taatlah kamu kepada Rasul serta berhati-hatilah. Jika kamu berpaling, maka ketahuilah bahwa kewajiban Rasul Kami hanyalah menyampaikan (amanat) dengan jelas.” (QS. 5: 92)

Apa yang dimaksud dan berhati-hatilah tiada lain adalah menjauhi perbuatan-perbuatan maksiat.

Maksiat itu tentu saja yang terutama seperti yang termaktub dalam ayat sebelumnya, yakni ayat 90 dan 91 berupa pelarangan minum minuman keras dan judi.

Semua maksiat itu hanya akan membinaskan diri sendiri. Sebaliknya, ketaatan kepada-Nya memberikan manfaat bagi diri kita.

Baca: Puasa untuk Memenuhi Undangan Allah

Selain itu kita harus takut kepada-Nya atas akibat perbuatan maksiat kita. Ayat ini menyebutkan kita jangan menyangka bawa mengabaikan hukum Allah berarti kita telah memukul telak Allah dan Rasul-Nya.

Hal ini karena Rasulullah hanya penyampai risalah Allah. Sementara melakukan perintah Allah tidak memberikan manfaat kepada-Nya dan dengan meninggalkannya tidak akan mendatangkan kekuatan pada Allah.

Dengan kata lain betapa bodoh orang yang mengaku beriman, ikut berpuasa, tetapi tidak berhati-hati terhadap maksiat dan dosa. Lebih-lebih yang secara terbuka tidak puasa karena merasa tidak ada siksaan apa-apa dalam hidupnya.

Perlu dicatat, sebagaimana tumbuhan berproses untuk terus berkembang, seperti itulah perbuatan manusia. Lambat laun akan bertemu dengan masa dimana semua akan bertemu dengan akibat paling puncak. Jika kebaikan, maka maksimal keadaannya. Jika kemaksiatan, maka luar biasa derita yang akan dialami. Untuk itu, berhati-hatilah.* Imam Nawawi

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:maksiatPuasaRamadhan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ramadhan Istimewa Bareng Syeikh Baha’uddin dari Palestina
Tulisan selanjutnya Anak-anak Ceria Sambut Ramadhan di Kalbar

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya

Berita
31 Agustus 2026 22:46
Tak Sekedar Larang Azan, ‘Israel’ Sedang Menjalankan Proyek Yudaisasi Masjid Ibrahimi
Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
Banjir Nepal: Malaysia Kirim Tim SAR Cari Warganya

Terbaru

  • Tidak Bermanfaat Bagi Negara, Kenya Depak Raksasa Kimia India Tata Chemicals
  • Amerika Serikat Klaim Tembak Jatuh 300 Drone Kartel Narkoba di Perbatasan Meksiko
  • Seoul Pikir-pikir untuk Ikut Amerika Serikat Mengamankan Selat Hormuz
  • Suriah Musnahkan Senjata Kimia Era Rezim Bashar Al-Assad
  • Banjir Nepal: Malaysia Kirim Tim SAR Cari Warganya
  • Khawatir Antibiotik Uni Eropa Hentikan Impor Daging Brazil
  • Amerika Setujui Kemungkinan Penjualan Senjata ke Arab Saudi Bernilai $5 Miliar Lebih
  • Tak Sekedar Larang Azan, ‘Israel’ Sedang Menjalankan Proyek Yudaisasi Masjid Ibrahimi
  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza

Mungkin Anda Juga Suka

Mutiara RamadhanRamadhan

Kisah Jenaka Bulan Puasa 4 : Ghundar dan “Bonus” Puasa Lupa

12 Maret 2026 11:00
Mutiara RamadhanRamadhan

Memantaskan Diri Meraih Lailatul Qadar

11 Maret 2026 16:00
KajianMutiara RamadhanRamadhan

Keutamaan Puasa Ramadhan menurut Al-Ghazali

11 April 2022 17:30
KajianMutiara RamadhanRamadhan

Inilah Syarat dan Rukun Puasa Ramadhan yang Perlu Diketahui

3 April 2022 13:20
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?