Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Mutiara Ramadhan

Puasa untuk Memenuhi Undangan Allah

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 6 Mei 2019 21:17 9:17 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 7 Mei 2019 11:00
Bagikan
Jamaah Muslimah shalat tarawih di Masjid Baitul Karim, Jl Cipinang Cempedak 1, Polonia, Jakarta Timur, 1 Ramadhan 1439 H, Rabu (16/05/2018).
Bagikan

SUATU ketika, Hajjaj beristirahat sejenak dalam suatu perjalanan antara Makkah dan Madinah. Lalu ia meminta pada pengawalnya untuk disiapkan makanan.

Dilihatlah olehnya seorang Arab badui, lantas ia undang untuk makan bersamanya. Respons orang Arab gunung itu unik. Katanya, “Aku memenuhi undangan yang lebih baik darimu dan aku mengabulkannya.” “Siapakah itu?” tanya Hajjaj.

“Allah Subhanahu Wata’ala. Ia mengundangku (menyeruku) untuk berpuasa, lalu aku memenuhinya,” jawab Arab badui. Karena keheranan, Hajjaj bertanya, “Pada kondisi sepanas ini?” “Ya. Aku berpuasa untuk (menyiapkan diri pada) hari yang lebih panas darinya (di akhirat),” jawab badui.

Melihatnya bersikukuh seperti itu, Hajjaj mencoba membujuk, “Berbukalah sekarang, baru besok berpuasa lagi.” Masih dalam keteguhan semula, si badui menjawab, “Jika kamu bisa menjaminku hidup sampai besok, maka aku akan berbuka saat ini juga.”

“Mana mungkin aku bisa menjamin itu,” kata Hajjaj. “Lalu kenapa,” kata si badui, “kamu memintaku melakukan sesuatu yang bersifat duniawi untuk menggantikannya dengan sesuatu yang bernilai akhirat. Kamu tak akan sanggup.”

Baca Juga

Makna Shalawat Allah dan Malaikat untuk Orang yang Menjalankan Sunnah Sahur
Kisah Jenaka Bulan Puasa 10: Imam Tarawih Mati Kutu
Kisah Jenaka Bulan Puasa 9: Ngabuburit Akhir Zaman
Kisah Jenaka Bulan Puasa 7: Badui Pamer Puasa
Kisah Jenaka Bulan Puasa 6: Ketika Badui Diajak Membatalkan Puasa

Dari kisah itu, ada pelajaran menarik. Puasa adalah undangan Allah kepada orang-orang beriman. Orang Mukmin sejati akan memilih memenuhi panggilan Allah dengan suka cita dibanding dengan undangan apapun yang bersifat duniawi.

Ketika dirinya dihadapkan dengan dua pilihan pelik, antara akhirat dan dunia, maka yang dipilih adalah yang berorientasi keakhiratan. Sebagaimana si badui, mungkin kalau dia memenuhi keinginan Hajjaj, sejenak dia akan hilang dahaga dan lapar. Namun, bersamaan dengan itu, dia telah menyia-nyiakan kenikmatan yang abadi. Makanya, dirinya lebih memilih undangan Allah daripada ajakan Hajjaj.

Lebih dari itu, puasa melatih ketahanan diri dan kesabaran. Bagi orang Mukmin, dalam situasi apapun selama tidak dalam koridor berhalangan secara syar’i, maka pantang baginya untuk tidak berpuasa. Seperti si badui yang tetap berpuasa dalam kondisi sepanas apa pun demi memenuhi undangan Allah.

Baca: Ramadhan: Bulan Tarbiyah Amanah

Dengan kata lain, orang berpuasa itu tak gampang terbujuk dengan rayuan duniawi. Baginya, nikmat akhirat adalah nikmat sejati. Segala bujukan dan rayuan yang justru menjauhkan dirinya dari Allah, maka tidak akan dihiraukan.

Di antara nilai penting lain yang terkandung dalam ibadah puasa adalah lahirnya kesadaran internal bahwa Allah selalu mengawasi kita baik lahir maupun batin. Bukankah Allah berfirman:

إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَلَيۡكُمۡ رَقِيبٗا

“Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.” (QS. An-Nisa [4]: 1)

Nah, dengan berpuasa, kesadaran akan pengawasan Allah akan melejit tinggi.

Laksana orang badui tadi. Jika Mukmin sedari awal mengimajinasikan bahwa puasa yang ditunaikan adalah sebagai bentuk pemenuhan undangan Allah, maka yang namanya orang datang ke kondangan, akan menyiapkan diri dengan sebaik-baiknya.

Sebab, kalau tidak ada persiapan alias ala kadarnya, dirinya akan malu dan kehilangan harga diri.

Jadi, puasa laksana undangan Allah Subhanahu wata’ala yang perlu disambut dengan sebaik-baiknya. Puasa juga melatih ketahanan diri dan kesabaran Mukmin serta tidak gampang terbujuk dengan rayuan duniawi.

Lebih dari itu rasa muraqabatullah akan ter-install dalam jiwa sehingga denyut nadi dan kehendaknya tidak pernah alpa dari pengawasan Allah karenanya dia akan senantiasa berhati-hati dalam setiap aktivitasnya.*/Mahmud Budi Setiawan

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:ibadah RamadhanmukminPuasaRamadhan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya PKS Dorong RI Kecam AS yang Dukung ‘Israel’ Bombardir Gaza
Tulisan selanjutnya Pakar: UBN Dibungkam ‘Pencucian Uang’, Bagaimana dengan Kasus Rekening Gendut

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar

Berita
2 Juni 2026 18:00
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Mutiara RamadhanRamadhan

Kisah Jenaka Bulan Puasa 4 : Ghundar dan “Bonus” Puasa Lupa

12 Maret 2026 11:00
Mutiara RamadhanRamadhan

Memantaskan Diri Meraih Lailatul Qadar

11 Maret 2026 16:00
KajianMutiara RamadhanRamadhan

Keutamaan Puasa Ramadhan menurut Al-Ghazali

11 April 2022 17:30
KajianMutiara RamadhanRamadhan

Inilah Syarat dan Rukun Puasa Ramadhan yang Perlu Diketahui

3 April 2022 13:20
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?